BACAMALANG.COM – Wisata edukasi pertanian menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak dini. Melalui konsep belajar langsung di lapangan, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman nyata tentang pertanian, peternakan, serta pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.
Wisata edukasi ini sangat cocok bagi siswa tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD). Para siswa dapat terlibat langsung dalam kegiatan menanam dan memanen sayuran, sekaligus berinteraksi dengan berbagai hewan ternak. Dengan metode ini, konsep pertanian dan peternakan dapat dipahami secara lebih menyenangkan dan mudah dicerna.
Di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, terdapat salah satu destinasi wisata edukasi pertanian yang menarik, yakni Lembah Dali. Tempat ini menyediakan wahana berupa bedengan tanaman sayuran hijau segar, serta berbagai jenis hewan ternak seperti kelinci, ayam, puyuh, burung, dan ikan.
Pengelola wisata, Supriyadi, menjelaskan bahwa Lembah Dali hadir dengan tujuan utama untuk memberikan pengenalan dunia pertanian kepada anak-anak sejak usia dini.
“Kami juga membuka kelas edukasi pengolahan sayur segar menjadi minuman jus dan puding sayur. Jadi anak-anak bisa menikmati sayur dalam bentuk hidangan yang menarik,” ujar Supriyadi.
Dalam pelaksanaan kelas edukasi tersebut, pengelola Lembah Dali menggandeng petani hidroponik di wilayah Lawang sebagai mitra pemateri. Kolaborasi ini tidak hanya memberikan materi yang lebih aplikatif, tetapi juga menjadi sarana promosi dan pemasaran produk sayuran hidroponik.
Keberadaan Lembah Dali memberikan pilihan baru bagi sekolah untuk mengadakan kegiatan outing class dengan biaya yang terjangkau. Didukung suasana pedesaan yang asri serta udara segar, kegiatan belajar di luar kelas ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman edukatif yang lebih menyenangkan bagi para siswa. Lembah Dali sendiri merupakan salah satu unit wisata yang dikelola oleh BUMDes Desa Bedali.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































