BACAMALANG.COM – Suasana pemilu 2024 dipastikan ramai dengan adanya pertarungan perebutan simpati rakyat dari partai “Gajah” maupun partai gurem.
Selain program yang presisi dan pro rakyat, setiap partai politik memiliki jurus khusus untuk memikat hati pemilih dengan mengandalkan figur ternama agar bisa menang dalam Pemilu 2024 nanti.
Terkait hal tersebut sikap all out memenangkan Prabowo, ditunjukkan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan merangkul grass root dan menjalankan konsolidasi kultural.
“Goals Gerindra secara nasional adalah memenangkan Prabowo Subianto dalam ajang Pilpres dengan jalan gotong-royong masyarakat akar rumput. Dengan tujuan tersebut, tentu kami mengerahkan seluruh tenaga dan menargetkan seluruh kalangan,” tegas Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Malang Rimzah Muhammad Jubair, Rabu (17/8/2022).
Pria yang menjadi Wakil Ketua III DPRD Kota Malang, periode 2019–2024 itu mengatakan, nantinya setiap orang berbeda dengan kapasitas berbeda akan punya target pemilih berbeda. Gotong-royong tersebut ketika disatukan dari daerah hingga pusat akan menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa.
Alumni jurusan Hubungan Internasional Universitas Brawijaya Malang tahun 2017 ini memaparkan, pihaknya berusaha untuk membangun relevansi nilai Gerindra dengan para pemilih pemula jauh sebelum waktu Pemilu.
Diterangkannya, Prabowo secara usia memang sudah tidak muda, namun semangatnya dalam berkontribusi untuk negara dan bangsa tetap relevan dengan kaum muda atau pemilih pemula.
“Semangat itu yang kami refleksikan, dan terbukti menarik banyak pemuda untuk mau melibatkan diri dalam perjuangan ini,” imbuh pria yang juga Ketua Tunas (sayap Partai Gerindra) Indonesia Raya Kota Malang itu.
Ia menjelaskan konsolidasi yang dijalankan, yakni dilakukan secara struktural maupun kultural. Di ranah struktural, melakukan restrukturisasi pengurus hingga level terbawah. Tidak hanya itu, pihaknya selalu berpesan pada kader maupun simpatisan Gerindra untuk terus aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. “Disanalah konsolidasi kultural di masyarakat terjadi,” urainya.
Ia mengaku tidak mempunyai”magnet” khusus menarik simpati rakyat. “Saya rasa tidak ada “magnet” yang kami siapkan secara khusus. Karena dari awal nilai yang kami perjuangkan dan semangat juang Prabowo sudah jadi magnet tersendiri untuk masyarakat, begitu juga di Kota Malang. Tinggal bagaimana kemudian kita olah agar output sesuai dengan tujuan bersama,” lanjutnya.
Ia menyikapi fenomena golput yang dinilai kontra produktif terhadap demokrasi.
Diungkapkannya golput terjadi karena calon pemilih acuh dengan politik atau tidak punya referensi sikap politik.
“Kami di Partai Gerindra selalu berusaha untuk menampilkan politik kebangsaan yang baik dan membangun. Dengan begitu kami berharap masyarakat memiliki referensi politik dan sadar bahwa setiap keputusan politik yang terjadi akan berpengaruh pada kehidupan masyarakat, oleh karenanya Kita sebagai masyarakat juga harus ikut serta dalam perumusan keputusan politik tersebut,” pungkasnya. (had)





















































