KLTH Bedah Buku Karya Lansia, Menulis Jadi Terapi Mental Cegah Pikun dan Ringankan Beban Hidup - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Kolaborasi SDN Sumbersuko dan Kepolisian, Gelar Sosialisasi Hadapi Bullying dan Bijak Media Sosial Jalin Kolaborasi dengan Thailand dan Kamboja, Universitas Ma Chung Gelar International Summer Camp Encounter 2025 Kenalkan Profesi Pedagang, Pos KB/PAUD Anak Cerdas Ceria Belanja ke Pasar Oro-oro Dowo The Bagong Adventure Museum Tubuh Terima Penghargaan Museum dengan Koleksi Replika Organ Tubuh Manusia Terbesar oleh MURI

RAGAM · 1 Feb 2026 05:51 WIB ·

KLTH Bedah Buku Karya Lansia, Menulis Jadi Terapi Mental Cegah Pikun dan Ringankan Beban Hidup


 Komunitas Lansia Tangguh dan Happy (KLTH) berfoto bersama para anggotanya saat pertemuan rutin di Warung Lesehan Yogyakarta, Jalan Lembah Dieng A1–8, Desa Sumberejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Kamis (29/1/2026). Dalam pertemuan tersebut juga digelar bedah buku “Tangan Tuhan Menopangku”. (ist) Perbesar

Komunitas Lansia Tangguh dan Happy (KLTH) berfoto bersama para anggotanya saat pertemuan rutin di Warung Lesehan Yogyakarta, Jalan Lembah Dieng A1–8, Desa Sumberejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Kamis (29/1/2026). Dalam pertemuan tersebut juga digelar bedah buku “Tangan Tuhan Menopangku”. (ist)

BACAMALANG.COM – Komunitas Lansia Tangguh dan Hapy (KLTH) menggelar pertemuan rutin pada Januari 2026 dengan agenda bedah buku berjudul “Tangan Tuhan Menopangku”, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini berlangsung di Warung Lesehan Yogyakarta, Jalan Lembah Dieng A1-8, Sumberejo, Kalisongo, Dau, Kabupaten Malang.

Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan para anggota KLTH yang mengikuti pelatihan menulis pada Oktober 2025 lalu di bawah bimbingan Dr. Tengsoe Tjahjono. Menurut Tengsoe, aktivitas menulis memiliki dampak besar bagi kesehatan mental lansia.

“Menulis bisa meringankan beban hidup dari tekanan, menjadi ringan dan lepas serta menguatkan diri sendiri. Selain itu, menulis membantu meng-update pikiran sehingga terhindar dari penyakit pelupa atau pikun,” tegasnya.

Ia menambahkan, tulisan dari pengalaman hidup juga bermanfaat bagi orang lain. Kisah-kisah tersebut dapat menjadi penguat iman, khususnya bagi pembaca yang sedang menghadapi persoalan hidup serupa.

Sementara itu, Dr. Agustinus Indradi, M.Pd, dosen Unika Widya Karya Malang yang membedah buku tersebut, menilai bahwa KLTH merupakan komunitas yang “diberkati dan memberkati”. Hal itu terlihat dari isi tulisan para anggotanya yang sarat refleksi spiritual.

“Iman dan doa memang tidak langsung menyelesaikan masalah, tetapi menjadi pembuka jalan bagi hadirnya berkat dan kuasa Tuhan,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian besar penulis dalam buku tersebut sebelumnya tidak memiliki pengalaman menulis. Bahkan, banyak yang sempat merasa putus asa dan hampir menyerah, namun akhirnya berhasil menuangkan kisah hidupnya dalam bentuk tulisan.

“Ada pensiunan tentara yang sebelumnya tidak pernah menulis, tetapi setelah dibimbing akhirnya mampu menghasilkan tulisan yang bagus,” ungkap Agustinus.

Beragam pengalaman hidup dituangkan dalam buku ini, mulai dari kisah pernah dihina karena kemiskinan, kehilangan orang tercinta, hingga kesepian karena anak-anak telah berkeluarga. Semua pengalaman itu akhirnya menjadi refleksi dan penguatan, baik bagi penulis maupun pembacanya.

Koordinator KLTH, Caecilia Lilik Muharwati, menjelaskan bahwa tujuan komunitas ini adalah menjalin kebersamaan, bersenang-senang, sekaligus menumbuhkan iman di usia senja.

“Makin tua makin berbuah imannya, dan mengajak yang muda untuk lebih beriman,” katanya.

Anggota KLTH berusia antara 50 hingga 80 tahun ke atas. Mereka rutin berkegiatan seperti line dance, rekreasi, hingga pertemuan dua bulanan. Aktivitas ini membuat para lansia tidak lagi merasa kesepian meski tidak tinggal bersama anak-anak.

“Kami saling membantu, tidak ada jarak. Semua merasa senang karena saling menghormati dan mendukung satu sama lain,” pungkas Lilik.

Melalui kegiatan menulis dan kebersamaan dalam komunitas, KLTH berharap para lansia semakin rukun, sehat secara mental, bertambah iman, serta mampu terus berbagi pengalaman hidup yang menguatkan sesama.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Brain Wash, Band Punk Rock Asal Kota Batu Siap Rekaman dan Launching Lagu Kritik Sosial

29 Januari 2026 - 18:42 WIB

Lukisan dan Jazz Parlemen, Kepanjen Galang Solidaritas untuk Korban Bencana Aceh–Sumatera Barat

29 Januari 2026 - 13:47 WIB

Uklam Tahes 122, Alumni SMAN 1 Malang Siap Hadir di Bhumi Mitreka Satata

27 Januari 2026 - 14:00 WIB

Sajikan 130 Varian, Asia Festival Parade Mie Nusantara 2026 Pecahkan Rekor MURI

24 Januari 2026 - 21:42 WIB

Hattrick Juara! MTSN 2 Malang Turen Tak Tergoyahkan di Turnamen Futsal SKARIGA Vaganza

24 Januari 2026 - 06:44 WIB

Mengenal Sosok Manda, Penyanyi dan Model yang Bercita-cita Sebagai Penegak Hukum

23 Januari 2026 - 15:35 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !