Konfercab PDI Perjuangan Kabupaten Malang: Meneguhkan Jalan Ideologi, Merawat Takdir Sejarah Rakyat - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Kolaborasi SDN Sumbersuko dan Kepolisian, Gelar Sosialisasi Hadapi Bullying dan Bijak Media Sosial Jalin Kolaborasi dengan Thailand dan Kamboja, Universitas Ma Chung Gelar International Summer Camp Encounter 2025 Kenalkan Profesi Pedagang, Pos KB/PAUD Anak Cerdas Ceria Belanja ke Pasar Oro-oro Dowo The Bagong Adventure Museum Tubuh Terima Penghargaan Museum dengan Koleksi Replika Organ Tubuh Manusia Terbesar oleh MURI

MALANG RAYA · 22 Des 2025 09:35 WIB ·

Konfercab PDI Perjuangan Kabupaten Malang: Meneguhkan Jalan Ideologi, Merawat Takdir Sejarah Rakyat


 Sekretaris DPC PDI Perjuangan sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir. (ist) Perbesar

Sekretaris DPC PDI Perjuangan sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir. (ist)

BACAMALANG.COM – Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Kabupaten Malang yang diselenggarakan pada 21 Desember 2025 di Surabaya menjadi momentum penting peneguhan arah ideologis partai.

Forum tertinggi di tingkat cabang tersebut secara resmi menetapkan Didik Gatot Subroto sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, didampingi Abdul Qodir sebagai Sekretaris dan Tantri Bararoh sebagai Bendahara.

Konfercab bukan sekadar pergantian struktur, melainkan ritual politik ideologis untuk melestarikan api perjuangan Bung Karno tetap menyala di dada kader dan berdenyut dalam nadi rakyat.

Dalam pernyataannya, Abdul Qodir, Sekretaris DPC terpilih, menegaskan bahwa amanah kepemimpinan ini adalah panggilan sejarah, bukan sekadar mandat organisatoris.

“Kepercayaan yang diberikan kepada kami adalah perintah ideologi. PDI Perjuangan harus terus dirawat sebagai rumah besar ideologi kerakyatan, tempat rakyat kecil menemukan harapan, tempat kader ditempa kesadarannya, dan tempat kebenaran sosial diperjuangkan tanpa ragu,” tegas Abdul Qodir.

Ia menekankan bahwa PDI Perjuangan adalah takdir politik rakyat Indonesia, lahir dari rahim penderitaan, tumbuh dari luka sejarah, dan bergerak sebagai jawaban atas kesedihan serta keprihatinan masyarakat yang terlalu lama dipinggirkan oleh kekuasaan yang abai.

“PDI Perjuangan bukan partai yang sekadar menghitung suara. Ia adalah jawaban sejarah atas tangis wong cilik. Ketika rakyat kehilangan tempat bersandar, PDI Perjuangan hadir sebagai rumah; ketika keadilan terasa jauh, PDI Perjuangan menjadi jalan pulang,” lanjutnya dengan nada tegas dan reflektif.

Pria yang akrab disapa Adeng ini juga menegaskan komitmen untuk memperkuat disiplin organisasi, kaderisasi ideologis, serta konsolidasi dari tingkat DPC hingga anak ranting, agar partai tetap berdiri kokoh menghadapi arus pragmatisme dan godaan politik transaksional.

“Di tengah gempuran pragmatisme politik, tugas kami adalah menjaga PDI Perjuangan tetap lurus pada garis ideologi. Partai ini harus terus hidup, tumbuh, dan berkembang bersama rakyat, bukan menjauh dari mereka,” tandasnya.

Terpilihnya Didik Gatot Subroto sebagai Ketua DPC menandai kesinambungan kepemimpinan yang berakar pada kerja-kerja kerakyatan, penguatan militansi kader, dan soliditas organisasi. Sementara Tantri Bararoh sebagai Bendahara meneguhkan komitmen tata kelola organisasi yang bertanggung jawab dan berorientasi pada pengabdian.

Dengan susunan kepengurusan ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menegaskan kembali jati dirinya sebagai partai ideologi, partai pelopor, dan partai wong cilik yang tidak hanya hadir saat Pemilu, tetapi setia membersamai rakyat dalam setiap denyut perjuangan menuju keadilan sosial.

Sebagai penutup, Adeng menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada para senior PDI Perjuangan, para pendahulu yang telah meletakkan dasar perjuangan, menjaga api ideologi tetap menyala, dan menuntun kader agar tidak tercerabut dari akar sejarahnya.

“Kami berdiri hari ini karena kerja sunyi dan keteguhan para senior dan pejuang partai. Amanah ini akan kami jaga dengan penuh tanggung jawab, kami rawat dengan cinta, dan kami jalankan dengan kesungguhan ideologis,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang ke depan akan dijalankan sebagai tugas sejarah, bukan sekadar tugas struktural, sebagaimana amanah yang diberikan oleh DPP PDI Perjuangan melalui Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri.

“Merawat PDI Perjuangan adalah merawat sejarah bangsa. Menjaga partai ini tetap berpihak kepada rakyat adalah bentuk kesetiaan kami terhadap amanah Ketua Umum dan garis perjuangan ideologi Bung Karno. Dengan cinta dan disiplin ideologi, kami akan menjaga PDI Perjuangan tetap tegak sebagai rumah besar perjuangan wong cilik,” pungkasnya.

Dengan semangat itu, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang meneguhkan komitmennya untuk terus berjalan di garis ideologi partai, setia kepada rakyat, dan konsisten menjalankan amanah sejarah di bawah panji perjuangan PDI Perjuangan.

Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ringkus Pelaku Curanmor di Ngantang, Resmob Polres Batu Ungkap Modus Sambung Kabel Kontak

2 Februari 2026 - 13:31 WIB

Polemik UU KUHAP dan KUHP Baru: Tumpang Tindih Kewenangan, Ancaman Serius bagi Penegakan Hukum di Malang Raya

2 Februari 2026 - 12:35 WIB

Polres Batu Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Fokus Tekan Angka Kecelakaan

2 Februari 2026 - 10:54 WIB

Kumpulkan Donasi Hampir Setengah Miliar, Jazz Parlement 2026 Sukses Digelar

2 Februari 2026 - 08:07 WIB

Djoko Prihatin Buka Segel Kantor DPD Partai Golkar, Pimpin Rapat Pleno Perdana

1 Februari 2026 - 22:16 WIB

Pria Hilang Misterius di Jembatan Brantas Kepanjen, Tinggalkan Helm dan Jaket, CCTV Rekam Detik-detik Terakhir

1 Februari 2026 - 21:52 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !