BACAMALANG.COM – Kaleidoskop Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang 2025 diwarnai berbagai catatan positif. Mulai dari penyerapan aspirasi hingga evaluasi kinerja tak luput dari para wakil rakyat yang bernaung di bawah bendera Fraksi PDI Perjuangan.
Sepanjang tahun 2025, Fraksi PDI Perjuangan begitu lugas dalam menghadapi pelbagai dinamika. Pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Prof. Dr (HC) Megawati Soekarnoputri sangat jelas dan sudah dieksekusi dengan apik oleh 13 kader banteng yang ada di parlemen Kabupaten Malang. Mereka yang ada di Fraksi PDI Perjuangan, harus dan wajib, selalu mendengarkan suara wong cilik alias rakyat kecil.
Selama satu tahun pengabdian kepada rakyat dengan penuh tanggung jawab, kesungguhan, dan semangat perjuangan, telah menjadi amanat penting dari Ketua Umum PDI Perjuangan Prof. Dr (HC) Megawati Soekarnoputri yang harus dijalankan oleh Fraksi.
Disamping itu refleksi akhir tahun bukan sekedar catatan manis belaka, Fraksi memiliki tanggungjawab moral dan politik kepada rakyat Kabupaten Malang, sekaligus sebagai ruang evaluasi internal untuk memastikan bahwa setiap langkah, sikap, dan keputusan politik yang ditempuh tetap berada di jalur ideologis PDI Perjuangan.
Fraksi PDI Perjuangan meyakini bahwa kursi legislatif yang mereka duduki bukanlah kehormatan semata, melainkan alat perjuangan. Karena itu, Fraksi PDI Perjuangan istikomah, senantiasa menempatkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama dalam kerja legislasi, penganggaran, dan pengawasan, khususnya dalam pemenuhan pelayanan dasar, perlindungan kelompok rentan, serta penguatan ekonomi kerakyatan.
Berlandaskan semangat gotong royong, disiplin organisasi, dan kesetiaan pada garis perjuangan Partai, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang pun bertekad untuk terus menghadirkan politik yang membumi, berpihak, dan berwatak kerakyatan. Diharapkan adanya refleksi seperti ini, tidak hanya menjadi catatan capaian, tetapi juga penguat tekad untuk bekerja lebih keras, lebih berani, dan lebih berpihak kepada wong cilik di tahun-tahun pengabdian berikutnya.
Redaksi bacamalang telah merangkum beberapa poin-poin penting yang telah dilalui Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Malang sepanjang tahun 2025.
Sedikit mengutip perkataan dari Ir. Soekarno, bahwa politik adalah alat perjuangan untuk mewujudkan keadilan sosial, pengabdian Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang selama tahun 2025 dapat dimaknai sebagai perjalanan ideologis untuk terus hadir, bekerja, dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Berpijak pada nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945, ajaran Bung Karno, serta garis perjuangan Partai, Fraksi PDI Perjuangan meneguhkan diri sebagai alat perjuangan rakyat kecil kaum marhaen di ruang legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Dalam kurun waktu satu tahun ini, Fraksi PDI Perjuangan di bawah komando Ketua Abdul Qodir, secara konsisten mengarahkan kerja politiknya pada pemenuhan pelayanan dasar rakyat, yakni kesehatan, pendidikan, dan peningkatan ekonomi kerakyatan. Fraksi meyakini bahwa negara dan pemerintah daerah wajib hadir secara nyata dalam menjamin hak-hak dasar rakyat tanpa diskriminasi, tanpa jarak, dan tanpa beban yang memberatkan.
Di bidang kesehatan, Fraksi PDI Perjuangan mendorong penguatan layanan kesehatan yang berkeadilan, mudah diakses, serta berpihak pada masyarakat miskin dan rentan. Upaya ini dilakukan melalui pengawasan kebijakan, penguatan anggaran, serta advokasi langsung terhadap persoalan-persoalan kesehatan yang dihadapi rakyat di tingkat tapak.
Di sektor pendidikan, Fraksi PDI Perjuangan memandang pendidikan sebagai jalan pembebasan dan alat pemutus rantai kemiskinan. Karena itu, Fraksi tidak hanya memperjuangkan akses pendidikan yang merata, tetapi juga kualitas dan keamanan bagi para pendidik.
Salah satu capaian penting dalam satu tahun pengabdian ini adalah inisiatif Fraksi PDI Perjuangan dalam melahirkan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Guru. Perda ini menjadi tonggak penting karena memberikan perlindungan hukum bagi guru dari upaya kriminalisasi dalam menjalankan tugas profesionalnya, sekaligus mengatur aspek kesejahteraan, termasuk pengaturan jarak tempuh guru ke tempat kerja, agar pengabdian guru tidak dibebani persoalan struktural yang tidak adil.
Komitmen terhadap pendidikan juga diwujudkan secara nyata melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang yang difokuskan pada perbaikan gedung sekolah serta penyediaan sarana dan prasarana penunjang pendidikan. Kebijakan tersebut lahir dari kesadaran bahwa ruang belajar yang layak adalah hak anak-anak rakyat, bukan kemewahan yang hanya bisa dinikmati segelintir kalangan.
Dalam bidang ekonomi kerakyatan, Fraksi PDI Perjuangan mengarahkan perjuangan anggaran dan kebijakan pada penguatan kelompok-kelompok produktif rakyat, khususnya petani, nelayan, dan kelompok masyarakat pemilah sampah. Fraksi memiliki pandangan, petani dan nelayan adalah sokoguru ketahanan pangan daerah. Untuk itu Fraksi melalui Pokir anggota sudah membangun kurang lebih 15.000 meter Jalan Usaha Tani (JUT) yang tersebar di 200 desa, sementara kelompok pemilah sampah merupakan wajah baru ekonomi kerakyatan berbasis lingkungan sehingga melalui Pokir anggota ada 20 unit kendaraan roda tiga distribusikan kepada 20 kelompok KPM di 10 desa.
Melalui dukungan program, sarana produksi, serta penguatan kelembagaan, Fraksi PDI Perjuangan berupaya memastikan bahwa pembangunan ekonomi Kabupaten Malang tidak meninggalkan rakyat kecil di belakang. Refleksi satu tahun pengabdian menjadi pengingat bahwa politik bagi PDI Perjuangan bukan sekadar kekuasaan, melainkan alat perjuangan. Setiap kebijakan, setiap Perda, setiap anggaran yang diperjuangkan harus bermuara pada satu tujuan utama: mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dimulai dari Kabupaten Malang.
Pada bidang sosial kemasyarakatan, Fraksi tak luput terjun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat. Sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang, seperti banjir di Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan angin puting beliung di Desa Sumbersekar Kecamatan Dau, menjadi sedikit contoh dari banyaknya aksi nyata Fraksi.
Tidak hanya itu saja, perjuangan Fraksi untuk memulihkan hak masyarakat di tiga desa terdampak pencemaran udara TPA Supit Urang, yakni Dusun Jurangwugu, Jaten Desa jedong, Pandanlandung dann Dalisodo juga patut diacungi jempol. Perjuangan Fraksi membuahkan hasil, masyarakat mendapatkan akses pengobatan gratis hingga hibah unit Mobil Siaga.
Kemudian adanya peristiwa keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kepanjen beberapa waktu lalu turut mematik reaksi keras Fraksi PDI Perjuangan. Hal itu membuktikan bahwa PDI Perjuangan berkomitmen mengawal salah satu program unggulan Presiden Prabowo itu agar berjalan dengan baik.
Pada beberapa kesempatan, Fraksi PDI Perjuangan masih terus melakukan pengawasan terhadap jalannya birokrasi. Mereka tidak segan untuk melayangkan kritik apabila ada kebijakan yang dirasa tidak berpihak kepada masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, capaian Fraksi PDI Perjuangan juga ditunjukkan dengan keterlibatan pada Panitia Khusus (Pansus) secara aktif. Beberapa kali Pansus dibentuk, anggota Fraksi PDI Perjuangan bahkan berkesempatan memimpin.
Redaksi pun mencatat, masih banyak capaian-capaian yang diraih Fraksi banteng selama satu tahun terakhir. Refleksi bukan jadi akhir dari kerja Fraksi, melainkan penguat tekad untuk terus setia pada ajaran Bung Karno dan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri: politik harus membumi, berpihak, dan berwatak kerakyatan. Seperti yang selalu dipesankan Megawati, ‘PDI Perjuangan harus selalu berada di tengah rakyat, bekerja untuk rakyat, dan tidak pernah meninggalkan rakyat’.
Refleksi satu tahun menjadi pengingat bagi Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang bahwa perjuangan belum selesai. Masih banyak pekerjaan rumah, masih banyak jeritan rakyat yang harus dijawab dengan kerja nyata. Masih terdapat tantangan, ketimpangan, dan persoalan rakyat yang menuntut keberanian serta keteguhan sikap politik. Namun dengan disiplin ideologis, semangat gotong royong, dan kesetiaan pada garis perjuangan partai, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang harus berkomitmen untuk selalu menjadikan lembaga legislatif sebagai sebagai rumah aspirasi rakyat.
Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Rahmat Mashudi Prayoga






















































