BACAMALANG.COM – Wilayah Jawa Timur dan sekitarnya mengalami aktivitas kegempaan cukup tinggi sepanjang Januari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 931 kejadian gempa bumi, dengan magnitudo terbesar mencapai M 5,58.
Berdasarkan data Stasiun Geofisika Malang, dari total 931 gempa tersebut, 787 kejadian merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara itu, 142 gempa tergolong menengah dan hanya dua gempa yang masuk kategori gempa dalam.
Adapun magnitudo terkecil yang tercatat adalah M 0,66. Aktivitas gempa paling tinggi terjadi pada 28 Januari 2026 dengan 145 kali guncangan, sedangkan jumlah paling sedikit terjadi pada 21 Januari dengan lima kejadian gempa.
Kepala Stasiun Geofisika Karangkates Malang, Ma’muri, menjelaskan bahwa tingginya aktivitas gempa dipicu oleh pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia, serta keberadaan sejumlah patahan lokal di wilayah Jawa Timur.
“Sebagian besar gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal dengan intensitas rendah. Masyarakat diimbau tetap tenang namun tetap waspada,” ujar Ma’muri.
BMKG juga menekankan pentingnya edukasi kebencanaan kepada masyarakat agar lebih siap menghadapi potensi gempa di masa mendatang. Hal tersebut meliputi pemahaman jalur evakuasi, penataan ruang aman di rumah, serta penerapan langkah mitigasi sederhana di lingkungan masing-masing.
Dengan tingginya aktivitas seismik di wilayah Jawa Timur, BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh isu atau kabar yang belum terverifikasi.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga


























































