BACAMALANG.COM – Membuat sebuah lagu menjadi pengalaman baru yang tak terlupakan bagi Reni Nur Farida, SPdi Mpd. Bersama seniman Malang Cak Gik Arbanat, Kepala SD Aisyiyah Dinoyo ini menyusun komposisi “Mars SD Aisyiyah Dinoyo” yang resmi dilaunching bersamaan dengan perayaan Milad ke-18 tahun sekolah setempat, Sabtu, (30/7/2022).
“Saya membuat liriknya, dimana inspirasinya berasal dari kesan dari pengalaman kami tumbuh bersama sekolah ini,” ungkapnya saat ditemui BacaMalang.com di sela kegiatan.

Menurut Reni, kesan itu tidak bisa disampaikan, namun bisa dirasakan dan sangat emosianal, mengingat dirinya termasuk yang merintis sekolah yang berlokasi di kawasan perkampungan padat Ketawangggede tersebut pada tahun 2004 silam.
“Kebetulan saya adalah guru pertama, dengan hanya 6 siswa hingga sekarang alhamdulillah sudah berkembang menjadi 200 siswa dari kelas 1 hingga 6,” bebernya.
Ibu tiga anak ini menuturkan, para siswa yang belajar pada awalnya justru lebih banyak dari luar kota Malang seperti Wagir, Jabung hingga Karangploso. Saat itu sekitar 60 persen merupakan siswanya merupakan anak panti asuhan.
“Seiring perjalanan waktu jumlah anak dari panti asuhan semakin berkurang, hingga hari ini jumlahnya kurang dari 10 anak saja,” timpal wanita yang menjadi kepala sekolah sejak tahun 2020 ini.
Oleh karena itu Reni merasakan perjuangan tersebut menjadi inspirasi yang sangat sesuai untuk lirik mars sekolahnya.
“Sengaja saya susun sesederhana mungkin agar mudah dihafalkan anak-anak, dan terbukti mereka sangat baik membawakannya hanya dengan beberapa kali latihan saja,” ujarnya.
Reni sangat bangga dan bersyukur, karena akhirnya sekolah ini punya ciri khas sendiri. Apalagi lagu tersebut dibawakan di hadapan para pengurus Yayasan dan para orang tua siswa yang hadir. Bahkan dari pengurus yayasan mengusulkan agar dijadikan mars SD di lingkungan Muhammadiyah yang ada di Malang.
“Saya justru berharap sekolah-sekolah lain juga bisa seperti kami, yakni mengembangkan ciri khasnya sendiri sesuai dengan keunikan dan kondisinya masing-masing sekolah,” tukasnya.
Guru mata pelajaran agama ini berharap mars ini menjadi penyemangat belajar mengajar bagi anak-anak maupun tenaga pendidik di sekolahnya.
“Karena selain kesan mendalam, yang terpenting dari mars tersebut adalah harapan-harapan yang terkandung di dalamnya,” pungkas dia.
Sementara Cak Gik Arbanat mengaku tetap akan membantu proses kreatif dari pembuatan mars ini.
“Khususnya pembuatan rekaman lagunya yang diproses lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia berharap sekolah-sekolah lain dapat terinpirasi untuk lebih mengembangkan kesenian, khususnya seni musik.
“Saya siap membantu dan berkolaborasi dengan sekolah manapun jika memang mereka memerlukan,” tutupnya. (ned)




















































