Gandeng Habib Ja’far, Mi Burung Dara Sasar Generasi Muda - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 11 Apr 2026 12:24 WIB ·

Gandeng Habib Ja’far, Mi Burung Dara Sasar Generasi Muda


 Chief Operating Officer PT Suprama, Tjun Sulestio dan brand ambassador Mi Burung Dara, Habib Ja’far di Hotel Aria Gajayana Malang, Jumat (10/4/2026). (Nedi Putra AW) Perbesar

Chief Operating Officer PT Suprama, Tjun Sulestio dan brand ambassador Mi Burung Dara, Habib Ja’far di Hotel Aria Gajayana Malang, Jumat (10/4/2026). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM — Mi Burung Dara, merek mi kering asal Sidoarjo yang diproduksi oleh PT Suprama sejak 1972, terus memperluas jangkauan pasarnya. Setelah sebelumnya dikenal luas lewat brand ambassador Inul Daratista, kini Mi Burung Dara menggandeng Husein bin Ja’far Al Hadar yang juga dikenal sebagai Habib Ja’far untuk menyasar generasi muda. Pada Ramadan 1447 H, Mi Burung Dara merilis iklan versi festive bertajuk Tiga SoDara 2026 yang menampilkan Inul Daratista, Habib Ja’far, serta Chef Agus Sasirangan.

Kehadiran Habib Ja’far menjadi daya tarik tersendiri. Pendakwah bersarah Madura ini dikenal dengan gaya dakwah yang santai, moderat, dan dekat dengan generasi milenial serta Gen Z. Ia mengungkapkan, keterlibatannya bermula dari pertemuan sederhana dalam sebuah acara silaturahmi non formal.
“Awal pertemuan saya dengan pihak Mi Burung Dara ini dari silaturahmi biasa, bukan yang pragmatis. Saya merasa nyaman karena positioning saya dihargai, dan proyek ini sejalan dengan nilai-nilai universal seperti cinta kasih dan toleransi,” ujarnya usai memberi tausiyah dalam Halal Bihalal bersama keluarga besar Mi Burung Dara di Hotel Aria Gajayana Malang, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, sejak awal komunikasi yang dibangun tidak semata soal bisnis, melainkan nilai yang diusung bersama, baik itu nilai-nilai universal, cinta kasih maupun toleransi. Ia pun mengaku tak menyangka dapat bekerja sama dengan brand besar yang memiliki jangkauan luas.

“Apalagi Mi Burung Dara nanti akan menjadi bagian dari Pekan Raya Jakarta tahun ini,” tambahnya.

Salah satu pendiri dan penggerak Jeda Nulis ini juga menilai bahwa Mi Burung Dara relevan sebagai bagian pilihan hampers lintas perayaan, tidak terbatas pada hari besar keagamaan tertentu. Baginya, tantangan utama sebagai brand ambassador adalah membangun engagement dengan generasi muda.

“Gen Z, milenial, bahkan Gen Alpha itu fokus pada kualitas, bukan sekadar kuantitas. Di era serba digital, strategi harus cepat dan relevan. Produk ini sudah memenuhi value seperti halal, lezat, sehat, dan variatif. Tugas saya tinggal memperkuat engagement,” jelas Founder Klinik Mental Gratis Rumah Cahaya ini.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) PT Suprama, Tjun Sulestio, menyebut keterlibatan Habib Ja’far terjadi secara natural.

“Sama seperti Mbak Inul dulu, semua terasa seperti kebetulan yang tepat. Saya percaya kita dipertemukan dengan orang-orang yang memang sesuai,” katanya.

Ia menilai Habib Ja’far mampu menjangkau segmen anak muda yang kini menjadi target penting PT Suprama sebagai perusahaan produsen Mi Burung Dara.
“Untuk menjangkau segmen tersebut, kami membutuhkan publikasi yang kuat melalui para brand ambassador, baik Inul Daratista, Habib Ja’far, maupun Chef Agus Sasirangan,” ujarnya.

Selama ini Mi Burung Dara sudah dikenal kalangan ibu rumah tangga untuk aneka produk olahan mie rumahan. Namun sekarang, mereka juga terus berinovasi dengan menghadirkan varian mi instan berbumbu yang praktis, tersedia dalam pilihan goreng dan kuah. Selain itu, produk mereka juga menyasar segmen profesional seperti hotel, restoran, katering, dan kafe (horeca).

Namun demikian, Tjun mengakui kondisi pasar belakangan ini cukup menantang. Kenaikan harga bahan baku, khususnya plastik yang mencapai hingga 100 persen, serta potensi kenaikan harga BBM menjadi faktor yang memengaruhi strategi perusahaan.

“Inilah dilema bagi produsen. Kami tidak ingin mengorbankan kualitas, tetapi di sisi lain harga harus tetap dijaga,” tegasnya.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Viral di Medsos, Kenz’s Hill Cafe & Resto Batu Suguhkan Panorama 360 Derajat, Sunrise hingga Citylight Point

24 Mei 2026 - 05:34 WIB

Bisa Bikin Milkshake Sendiri, Edukasi Coklat Seru di Batu Love Garden

29 April 2026 - 16:49 WIB

Tak Lagi Sekadar Jalur Bromo, Poncokusumo Siap Jadi Destinasi Wisata Mandiri

28 April 2026 - 09:41 WIB

Boutique B21 Malang Luncurkan Sarapan Menu Nusantara All You Can Eat di Akhir Pekan

24 April 2026 - 06:37 WIB

Audiensi dengan Mikutopia, Disnaker Kota Batu: Serap 95 Persen Tenaga Lokal, Komitmen Dukung PAD

13 April 2026 - 20:02 WIB

Live Musik Mikutopia Disambut Antusias, Wisatawan Ikut Berkolaborasi

12 April 2026 - 17:47 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !