Tak Lagi Sekadar Jalur Bromo, Poncokusumo Siap Jadi Destinasi Wisata Mandiri - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 28 Apr 2026 09:41 WIB ·

Tak Lagi Sekadar Jalur Bromo, Poncokusumo Siap Jadi Destinasi Wisata Mandiri


 Berfoto bersama simbol keabadian, wsatawan mancanegara kerasan dan terkesan dengan suasana alam serta keramahan warga. (Humas Pemkab Malang) Perbesar

Berfoto bersama simbol keabadian, wsatawan mancanegara kerasan dan terkesan dengan suasana alam serta keramahan warga. (Humas Pemkab Malang)

BACAMALANG.COM – Kawasan Poncokusumo, Kabupaten Malang, mulai bertransformasi. Tak lagi sekadar jalur singgah menuju Gunung Bromo, wilayah di timur Malang ini diproyeksikan menjadi destinasi wisata mandiri berkelas melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha wisata.

Komitmen tersebut mengemuka dalam sarasehan yang digelar di Wringinanom, baru-baru ini. Kegiatan itu dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, serta Camat Poncokusumo. Mereka berdiskusi bersama paguyuban jeep, pengelola homestay, hingga pelaku UMKM untuk menyusun visi bersama: menjadikan Poncokusumo sebagai destinasi mandiri yang berdaya saing.

Ketua DPRD Kabupaten Malang menegaskan, potensi alam Poncokusumo sangat besar, namun perlu penguatan kolaborasi agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tengah tingginya arus wisatawan menuju Bromo Tengger Semeru (BTS). Ia mendorong agar wisatawan tidak sekadar melintas, melainkan tinggal lebih lama dan berbelanja di desa-desa wisata setempat.

Salah satu fokus utama pengembangan adalah pembenahan homestay. Standarisasi layanan, digitalisasi sistem pemesanan, serta aspek legalitas dan keamanan menjadi perhatian agar penginapan warga mampu bersaing di pasar global.

Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menegaskan kesiapan pihaknya dalam memberikan pendampingan intensif kepada pemilik homestay.

“Homestay bukan sekadar tempat menginap, tetapi menjadi wajah keramahan masyarakat Poncokusumo. Kita ingin wisatawan merasa seperti pulang ke rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Poncokusumo menyebut pihak kecamatan siap memperkuat koordinasi antar pelaku wisata, mulai dari operator jeep, pemandu wisata, hingga pengelola penginapan. Menurutnya, kekompakan menjadi kunci utama dalam pengembangan kawasan.

Dalam forum tersebut, disepakati tiga prioritas pengembangan Poncokusumo pada 2026, yakni integrasi paket wisata berbasis alam seperti petik buah, air terjun, dan offroad; peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan bahasa asing dan manajemen perhotelan; serta penguatan konsep green tourism untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Sarasehan ditutup dengan komitmen pembentukan forum komunikasi rutin. Dengan dukungan legislatif dan pemerintah daerah, Poncokusumo optimistis bertransformasi dari sekadar pintu masuk Bromo menjadi destinasi unggulan yang menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya.

Pesona Wisata Alam dan Budaya Poncokusumo

Berada di kaki barat Gunung Semeru pada ketinggian 700–1.500 mdpl, Desa Wisata Poncokusumo menawarkan udara sejuk khas pegunungan. Wisatawan dapat menikmati beragam aktivitas, mulai dari petik buah langsung di kebun, berburu sunrise dan sunset di perbukitan, hingga menjelajah hutan pinus dan sumber mata air alami.

Sejumlah destinasi unggulan di antaranya Ledok Ombo yang dikenal sebagai camping ground nyaman di bawah rindangnya pinus, serta JSS Poncokusumo yang menyuguhkan panorama matahari terbenam dari ketinggian 1.300 mdpl. Bagi pencinta petualangan, Banyu Biru menawarkan pengalaman eksplorasi alam dengan jalur yang masih alami.

Wisata edukasi juga menjadi daya tarik tersendiri melalui program petik jeruk dan budidaya jamur di Jamur Ayu, di mana pengunjung dapat langsung mengolah hasil panen. Sementara untuk wisata keluarga, Taman Kali Lesti menyediakan fasilitas kolam renang dan area bermain anak.

Tak hanya alam, kekayaan budaya lokal turut menjadi magnet wisata. Festival tahunan Poncokusumo Traditional Culture Feast menghadirkan tarian tradisional dan sajian kuliner sebagai bentuk rasa syukur masyarakat. Tradisi Nyadran dan kesenian Jaran Dor juga tetap lestari sebagai simbol kebersamaan warga.

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat telah menyiapkan berbagai paket wisata, mulai dari Adventure, Sambang Desa, hingga program “Pulang ke Desa”. Mengusung slogan “Datang Sebagai Tamu, Pulang Sebagai Saudara”, Poncokusumo kian mantap menegaskan diri sebagai destinasi wisata yang mengedepankan pengalaman autentik.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Boutique B21 Malang Luncurkan Sarapan Menu Nusantara All You Can Eat di Akhir Pekan

24 April 2026 - 06:37 WIB

Audiensi dengan Mikutopia, Disnaker Kota Batu: Serap 95 Persen Tenaga Lokal, Komitmen Dukung PAD

13 April 2026 - 20:02 WIB

Live Musik Mikutopia Disambut Antusias, Wisatawan Ikut Berkolaborasi

12 April 2026 - 17:47 WIB

Mikutopia Fasilitasi Musisi dan Disabilitas, Live Musik Jadi Ruang Ekspresi Baru

11 April 2026 - 17:37 WIB

Gandeng Habib Ja’far, Mi Burung Dara Sasar Generasi Muda

11 April 2026 - 12:24 WIB

Rayakan Musim Semi di Malang, Tokio O! Luncurkan Menu Baru Melalui Event “HANAMI IN TOKIO”

10 April 2026 - 13:07 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !