Dijuluki “Putri Galau”, Princess Fitria Siap Gebrak Industri Musik Lewat Single Pop Melayu Baru - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 14 Mei 2026 18:34 WIB ·

Dijuluki “Putri Galau”, Princess Fitria Siap Gebrak Industri Musik Lewat Single Pop Melayu Baru


 Penyanyi muda Indonesia, Princess Fitria, semakin mantap menapaki industri musik Tanah Air. (ist) Perbesar

Penyanyi muda Indonesia, Princess Fitria, semakin mantap menapaki industri musik Tanah Air. (ist)

BACAMALANG.COM – Penyanyi muda Indonesia, Princess Fitria, semakin mantap menapaki industri musik Tanah Air. Dikenal dengan julukan “Putri Galau” karena penghayatan emosionalnya saat membawakan lagu-lagu sedih, kini ia siap menghadirkan warna baru lewat genre pop Melayu.

Princess Fitria dijadwalkan merilis single terbaru berjudul Relakan Kepergianku pada 15 Mei 2026. Lagu tersebut menjadi langkah baru dalam perjalanan karier musiknya setelah sebelumnya identik dengan lagu-lagu ambyar bernuansa Jawa.

“Kalau nyanyi lagu galau saya sering sampai nangis sendiri. Kayak benar-benar masuk ke liriknya,” ujar Princess Fitria saat ditemui, Kamis (14/5/2026).

Julukan “Putri Galau” melekat karena ia dikenal mampu menyampaikan lagu penuh emosi hingga terbawa suasana saat tampil di atas panggung.

“Memang mungkin sudah jadi karakter saya. Kalau lagu sedih itu benar-benar saya maknai dari hati,” katanya.

Berawal dari Kisah Patah Hati

Perjalanan musik Princess Fitria dimulai sejak tahun 2021. Banyak lagu yang ia ciptakan lahir dari pengalaman pribadi, termasuk kisah cinta yang kandas karena tak mendapat restu.

Salah satu lagunya yang cukup dikenal publik adalah Sabar Sayang, yang mengangkat cerita tentang hubungan asmara yang terhalang perbedaan status sosial.

“Daripada cuma dipendam sendiri, akhirnya saya tuangkan lewat lagu,” ungkapnya.

Sejauh ini, Princess Fitria telah merilis sekitar 10 lagu bernuansa ambyar. Beberapa di antaranya yakni Sehidup Semati, Kanjuruhan Malang, hingga Bakso Malang Remix.

Tak hanya menghadirkan lagu bertema patah hati, ia juga konsisten memasukkan unsur lokal dan budaya daerah ke dalam karya-karyanya.

“Saya ingin mengangkat potensi daerah lewat lagu-lagu saya,” tuturnya.

Coba Tantangan Baru di Genre Pop Melayu

Keputusan beralih ke genre pop Melayu disebut menjadi tantangan sekaligus warna baru bagi Princess Fitria. Ia mengaku tertarik dengan karakter musik Melayu yang dinilai selaras dengan warna vokalnya.

“Saya memang suka lagu pop Melayu. Cengkoknya juga cocok sama saya,” katanya.

Manajer Princess Fitria, Roni Hamzah, menilai kehadiran sang penyanyi di genre tersebut berpotensi memberi nuansa segar di industri musik Indonesia.

“Untuk penyanyi perempuan di genre Melayu masih sedikit. Kami ingin menghadirkan warna baru di industri musik Indonesia,” ujar Roni.

Menurutnya, single Relakan Kepergianku menjadi awal transformasi musikal Princess Fitria menuju pasar musik yang lebih luas.

“Kami yakin karena Princess Fitria punya karakter suara sendiri dan ciri khas yang kuat,” tambahnya.

Tetap Usung Musik Galau

Meski mulai mengeksplorasi genre pop Melayu, Princess Fitria memastikan identitas musik galau tetap menjadi ruh utama dalam setiap karyanya.

“Pokoknya tetap bernuansa galau dan menyentuh hati,” ucapnya.

Single terbaru tersebut nantinya dapat dinikmati melalui kanal YouTube resmi serta berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, dan TikTok.

Dengan karakter vokal emosional serta eksplorasi musik yang terus berkembang, Princess Fitria optimistis mampu menjangkau lebih banyak penikmat musik di Indonesia.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende, Warga NTT Malang Raya Bahas Inkulturasi Iman Katolik di Tengah Kehidupan Modern

14 Mei 2026 - 08:23 WIB

Prodi Teknologi Pendidikan FIP UNESA Gelar Pelatihan Susun Instrumen Evaluasi Berbasis AI Bagi Guru SMA Barunawati Surabaya

10 Mei 2026 - 16:46 WIB

“Ngleremno Ati”, Saat Kelompok Bermain Mlebu Metu Ajak Malang Menepi dari Kegaduhan

9 Mei 2026 - 11:31 WIB

Tiga Dekade Sheila On 7: Single ‘Sederhana’ Jadi Hadiah Manis untuk Sheilagank

8 Mei 2026 - 10:15 WIB

Siswi SMAN 3 Malang Raih Gold Medal ISIF 2024, Ciptakan Salep Alami untuk Penyembuhan Luka Diabetes

7 Mei 2026 - 08:28 WIB

“Ngleremno Ati” Akan Digelar, Ruang Bunyi dan Jagongan Seni ala Kelompok Bermain Mlebu Metu

5 Mei 2026 - 16:53 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !