“Ngleremno Ati” Akan Digelar, Ruang Bunyi dan Jagongan Seni ala Kelompok Bermain Mlebu Metu - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 5 Mei 2026 16:53 WIB ·

“Ngleremno Ati” Akan Digelar, Ruang Bunyi dan Jagongan Seni ala Kelompok Bermain Mlebu Metu


 Mlebu Metu. (ist) Perbesar

Mlebu Metu. (ist)

BACAMALANG.COM – Kelompok bermain seni “Mlebu Metu” kembali menghadirkan pertunjukan performance art bertajuk “Ngleremno Ati”, sebuah ruang pertemuan bunyi, gerak, dan rasa yang lahir dari proses eksplorasi seni lintas medium. Kelompok yang berdiri di Kota Malang sejak 2021 ini dikenal lewat konsep berkesenian yang cair, bebas, dan mengalir tanpa batasan pakem.

Salah satu penggagas sekaligus vokalis dan gitaris Mlebu Metu, Wak Jo, menjelaskan bahwa Mlebu Metu merupakan ruang persinggahan antara coretan, bunyi, dan gerak yang tidak harus selalu bersinambungan. “Biarlah rasa itu mengalir apa adanya saat ruang bermain itu terbuka,” ujar Wak Jo.

Dalam perjalanan berkesenian, Mlebu Metu telah merilis dua album musik eksplorasi. Album pertama bertajuk “JEDA…” berangkat dari kumpulan coretan yang dimusikalisasi menjadi harmoni bunyi. Sementara album kedua, “Semeleh…”, lebih banyak bercerita tentang perjalanan menikmati hidup dengan sederhana dan apa adanya.

Kelompok ini diperkuat oleh Agus Fauzi pada biola eksploratif, Bambang Sukun pada gitar eksplorasi, serta Wak Jo pada vokal dan gitar.

Tak sekadar tampil di panggung formal, Mlebu Metu justru lebih sering berinteraksi dengan kantong-kantong seni dan budaya melalui perjumpaan musikal, dialog, hingga jagongan budaya yang dinamis dan harmonis.

Sejumlah ruang yang pernah menjadi titik persinggahan mereka di antaranya Omah Gasek, Warung Kopi Remboeg Pawon, Kaduwa, Sugaros Soul, Roemah Mlebu Metu, Cafe Mesem Tumpang, DKM, Semeru Gallery, Pondok Pesantren Karang Genting, MCC, hingga ruang-ruang pertemuan kampung dan kampus.

Melalui pertunjukan “Ngleremno Ati”, Mlebu Metu juga menggandeng sejumlah seniman dan budayawan Kota Malang sebagai bentuk kolaborasi lintas ekspresi seni. Pertunjukan ini menjadi bagian dari eksistensi perjalanan berkesenian yang telah dijalani para penggagasnya selama lebih dari 30 tahun di Kota Malang.

Kegiatan tersebut akan digelar pada Jumat (8/5/2026) di Amphiteater Critasena, Senaputra, Kota Malang, mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai.

Dengan konsep yang sederhana namun penuh makna, Mlebu Metu mencoba menghadirkan seni sebagai ruang jeda, ruang bertemu, sekaligus ruang untuk “ngleremno ati” atau menenangkan hati di tengah hiruk-pikuk kehidupan.

Pewarta/Editor: Hadi Triswanto

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kelompok Penyanyi Jalanan dari Berbagai Daerah Bersatu di Bulungan, Rayakan Ulang Tahun ke-44

3 Mei 2026 - 01:06 WIB

Malang Youth Day 2026: Pentas Seni Lintas Agama di HKY Kayutangan, Gaungkan Moderasi dan Peran Aktif Anak Muda

30 April 2026 - 11:10 WIB

Kompak dan Berdaya, Emak-Emak PKH Pakisaji Perkuat Kapasitas Lewat “Belajar Bareng, Seneng Bareng”

27 April 2026 - 17:42 WIB

“Kartini Aero Smash” Jadi Ajang Unjuk Gigi Atlet Perempuan Malang Raya

26 April 2026 - 21:51 WIB

SKARIGA Merjos Lari 112: 1.800 Siswa Gaungkan Gerakan Anti Plastik dan Semarakkan HUT Kota Malang

25 April 2026 - 21:11 WIB

Bersih Dukuh Karangkates 2026: Tradisi Leluhur yang Satukan Warga dan Lestarikan Budaya

24 April 2026 - 18:36 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !