Tidak Bersalah dan Alami Trauma Berat, Akademisi UB Sampaikan Pentingnya Perlindungan Anak-anak FS - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 20 Agu 2022 20:31 WIB ·

Tidak Bersalah dan Alami Trauma Berat, Akademisi UB Sampaikan Pentingnya Perlindungan Anak-anak FS


 Tidak Bersalah dan Alami Trauma Berat, Akademisi UB Sampaikan Pentingnya Perlindungan Anak-anak FS Perbesar

BACAMALANG.COM – Dinilai tidak bersalah, dan mengalami dampak psikologis yang teramat hebat, Akademisi Universitas Brawijaya (UB), Maulina Pia Wulandari P.hD, menyampaikan pentingnya perlindungan untuk anak-anak Fredy Sambo (FS) tersangka pembunuhan Brigadir J.

“Anak – anak FS juga menjadi korban yang wajib dilindungi!. Kemarin, Polri mengumumkan bahwa Putri Candrawathi (PC, istri tersangka pembunuhan Brigadir J yaitu Ferdi Sambo (FS), resmi menjadi tersangka yang dikenai pasal Pembunuhan Berencana (KUHP Pasal 340) yang dilapisi dengan pasal-pasal lainnya. Lengkap sudah pasangan suami istri ini menjadi tersangka dengan tuduhan yang luar biasa beratnya. Sontak dalam pikiran saya, bagaimana dengan nasib ketiga anaknya?,” tegas Maulina Pia Wulandari, Ph.D, Sabtu (20/8/2022).

Dikatakannya dapat dibayangkan ketiga anak-anak pasangan FS dan PC pasti mengalami guncangan yang sangat hebat atas tindakan kedua orang tuanya yang telah menjadi sorotan, cercaan, dan cibiran semua warga Indonesia dan netizen sejagad maya.

Dijelaskannya dalam hitungan detik, kehidupan anak-anak ini berubah drastis. Tertempel di dahi mereka mulai sejak ayahnya menjadi tersangka hingga tadi malam bahwa mereka adalah anak-anak pasangan pembunuh berdarah dingin.

Maulina Pia Wulandari. (ist)

Diungkapkannya, anak-anak ini adalah anak-anak yang melek internet dan pasti semuanya pegang gadget, jadi tidaklah mungkin mereka tahu apa yang sedang terjadi pada kedua orang tuanya.

Mereka bingung, panik, ketakutan, sedih, malu dan bercampur aduk semua perasaan yang membuat mereka malu dan tidak kuat menghadapi cobaan yang dahsyat ini.

Mereka pasti mengalami depresi karena tidak bisa ke sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa beraktifitas seperti biasa, kebebasannya terenggut seketika orang tua mereka dicap sebagai tersangka.

“Saya yakin mereka berada dalam perlindungan keluarga dekat FS dan PC. Namun demikian, saya merasa bahwa ketiga anak FS dan PS juga harus mendapatkan perlindungan dan bantuan baik dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komnas HAM, Komnas Perlindungan Anak Indonesia, dan Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak. Mereka merupakan ekses dari krisis yang terjadi di tubuh Polri yang tidak bisa dihindari,” ungkapnya.

Dijelaskannya mereka adalah korban perbuatan orang tuanya yang juga punya hak untuk melanjutkan kehidupannya. Mereka berhak mendapatkan pendampingan secara psikologis, berhak mendapatkan perlindungan dari ancaman dan tekanan publik, dan berhak melanjutkan sekolah.

Mereka tidak bersalah dan tidak boleh dipersalahkan. Mereka harus dihormati dan dilindungi hak asasinya sebagai seorang anak, seorang manusia. Mereka butuh support sistem yang kondusif agar mereka mampu menghadapi cobaan ini dan melanjutkan kehidupan mereka.

“Memang kalau nurutin netizen nyinyir yang bilang kalau FS punya uang 900 Milyar, maka eksodus ke luar negeri adalah mungkin jalan terbaik bagi mereka. Tapi apakah semudah itu?,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan anak-anak ini akan menanggung konsekuensi perbuatan orang tua hingga mereka beranak-pinak.

“Anak-anak ini akan menanggung konsekuensi perbuatan orang tua hingga mereka beranak-pinak. Persis seperti anak-anak eks tapol PKI, atau penjahat kelas kakap lainnya di negeri ini. Mereka akan mengalami kesulitan karena tekanan sosial, perundungan, pembatasan sosial yang sebenarnya mereka tidak boleh diperlakukan seperti itu. Sehingga kita sebagai masyarakat yang menyaksikan kejadian ini, paling tidak berikanlah sedikit empati kepada tiga anak-anak FS dan PC yang entah bagaimana masa depannya,” paparnya.

Ia mengatakan dari kejadian ini bisa diambil hikmah agar orang tua bisa berhati – hati dalam bertindak dan mengambil keputusan.

“Hikmah kejadian FS dan PC bagi kita sebagai orang tua adalah untuk berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan. Karena ada anak-anak dan keluarga besar yang menjadi dampaknya dan harus ikut menanggung tanggung jawab atas ulah kedua orang tuanya. Pikirkan matang jika kita sebagai orang tua jika hendak berperilaku didasari rasa ketamakan, keserakahan, dan kesombongan karena ini semua akan menyakiti dan merusak kehidupan anak-anak dan semua anggota keluarga,” pungkasnya. (had)

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dua Pelaku Gendam Beraksi di Turen, Penjaga Pertashop Tertipu hingga Uang Jutaan Rupiah Raib

16 Mei 2026 - 09:42 WIB

Tiga Remaja Bermotor di Bululawang Bobol Tiga Kedai dalam Semalam

16 Mei 2026 - 09:38 WIB

Usai Antar Pesanan, Driver Ojol Dibegal Tiga Pria Bersenjata di Kota Batu, Motor Raib

16 Mei 2026 - 09:33 WIB

Soroti Dugaan Jual Beli Lapak PKL di Kota Batu, Praktisi Hukum Desak Pemkot Segera Hadir

16 Mei 2026 - 07:35 WIB

Jelang Iduladha 1447 H, Petugas Teknis Peternakan Kecamatan dan Dokter Hewan Diberi Pembekalan

16 Mei 2026 - 07:24 WIB

Pengendara Motor Meninggal Usai Hantam Truk Tangki di Singosari

16 Mei 2026 - 07:06 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !