BACAMALANG.COM – Presiden RI Joko Widodo pada Sidang Tahunan MPR RI (16/8/2019) menyampaikan rencana pemindahan ibu kota didasari oleh terpusatnya kegiatan perekonomian di Jakarta dan Jawa yang mengakibatkan kesenjangan ekonomi Jawa dan luar Jawa.
Selain itu, terdapat hasil kajian yang menyimpulkan bahwa Jakarta sudah tidak lagi dapat mengemban peran sebagai Ibu Kota Negara hal ini karena pesatnya pertambahan penduduk yang tidak terkendali, penurunan kondisi dan fungsi lingkungan, dan tingkat kenyamanan hidup yang semakin menurun.
Pemindahan diharapkan dapat mewujudkan Indonesia memiliki Ibu Kota Negara yang aman, modern, berkelanjutan, dan berketahanan serta menjadi acuan bagi pembangunan dan penataan wilayah lainnya di Indonesia. Untuk mewujudkan upaya tersebut, maka telah ditetapkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara pada tanggal 15 Februari 2022.
Direncanakan presiden bakal meletakkan batu pertama (ground breaking) Istana Negara pada bulan Agustus ini.
Adanya rencana pemindahan ibu kota ke IKN mendapatkan dukungan salah satunya dari Founder Komunitas Jelajah Kampung Kota Batu M Anwar.
“Ya saya sangat setuju ya terlebih memang pada dasarnya Nusantara itu jejak peradabannya itu kan kita mengenal Kutai Kertanegara yang ada di sekitar IKN hari ini,” tegas M. Anwar.
Dikatakannya maka ini seperti mengulang untuk kejayaan Nusantara Karena apa, kalau dirinya lebih mendukung nama negara ini memang nama Nusantara. Dan sekarang penempatannya disitu tepat banget Kutai Kertanegara semacam diulang dan diberi nama Ibu Kota Nusantara.
Jadi secara otomatis sebenarnya secara kultural memang nama negara ini Nusantara Penamaan Ibu Kota Nusantara sudah paling pas.
Ia menjelaskan pendapatnya ini diluar soal pemerataan dan segala macam. Tapi memang penting pada pembagian peran wilayah. Misalnya kalau di Amerika ada Washington dan New York gitu. Dan di Indonesia memang seharusnya tidak hanya Jawa tapi di luar Jawa. itu juga perlu untuk mendapatkan perhatian itu.
“Salah satunya perhatian tersebut dengan Ibu Kota dan kalau kita lihat peta global geopolitik, dan hydro politik juga, posisi di IKN hari ini adalah posisi dari jalur sutra laut, begitu di peta perdagangan global atau peta politik global,” pungkasnya. (had)





















































