Ramadan 2026 Dongkrak UMKM, Strategi Kemasan dan Diskon Jadi Kunci Penjualan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 20 Mar 2026 14:47 WIB ·

Ramadan 2026 Dongkrak UMKM, Strategi Kemasan dan Diskon Jadi Kunci Penjualan


 Cokelat Karakter, diminati karena unik untuk sajian berbuka maupun Lebaran. (Rudy for Baca Malang) Perbesar

Cokelat Karakter, diminati karena unik untuk sajian berbuka maupun Lebaran. (Rudy for Baca Malang)

BACAMALANG.COM – Ramadan 2026 kembali menjadi momentum penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Malang Raya. Sejalan dengan tren nasional yang mencatat kenaikan omzet rata-rata 15–20 persen, sejumlah UMKM lokal turut merasakan dampaknya, meski tidak semua produk mengalami lonjakan penjualan.

Didit Rudy, pemilik usaha Cokelat Karakter di Kecamatan Lawang, mengungkapkan penjualan hariannya mencapai rata-rata 15–20 pcs cokelat mika, 5–10 pcs cokelat stik, dan 15–20 pcs permen jeli. Menurutnya, performa penjualan tahun ini relatif stabil dibandingkan tahun lalu.

“Meski bukan produk utama seperti snack atau biskuit, Cokelat Karakter tetap diminati karena keunikannya untuk sajian berbuka maupun Lebaran. Ke depan, saya berencana menambah jumlah toko mitra agar pemasaran lebih luas,” ujarnya.

Di sisi lain, Wijianik, pemilik usaha Akbar Jaya di Jalan Klayatan 1, Kota Malang, mengalami dinamika penjualan yang berbeda. Produk makaroni pedas mengalami penurunan, namun permintaan Sosis Solo dan risol justru meningkat.

“Kami membuat kemasan khusus edisi Lebaran dalam bentuk toples agar lebih menarik. Konsumen banyak memilih Sosis Solo dan risol sebagai pelengkap hidangan Lebaran. Harga sulit dinaikkan karena menyesuaikan daya beli masyarakat menengah ke bawah, tetapi kami tetap memberikan diskon untuk pembelian dalam jumlah besar,” jelasnya.

Ramadan terbukti menjadi momentum krusial bagi UMKM, khususnya di sektor kuliner yang mencatat peningkatan signifikan. Strategi kemasan edisi Lebaran serta pemberian diskon menjadi faktor pendorong utama dalam menarik minat konsumen.

Dengan tren nasional yang menunjukkan kenaikan omzet hingga 15–20 persen, pelaku UMKM di Malang Raya dituntut untuk terus beradaptasi, memperkuat strategi digital, memperluas jaringan mitra, serta menjaga kualitas produk agar peluang Ramadan dapat dimaksimalkan secara optimal.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

BRI Malang Martadinata Tegaskan Lelang Agunan Sudah Sesuai Prosedur dan Aturan Hukum

6 Mei 2026 - 10:43 WIB

Diduga Tak Transparan, Sisa Uang Hasil Lelang Nasabah Tak Dikembalikan, Advokat: Bisa Masuk Penggelapan dalam Jabatan

5 Mei 2026 - 19:56 WIB

Kopwan SBW Tembus Pasar Malaysia, Keripik Pisang Malang Jadi Primadona Buyer Kuala Lumpur

1 Mei 2026 - 14:45 WIB

Potensi Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi di Jawa Timur Capai Rp7,5 Miliar, Pertamina Patra Niaga Apresiasi Komitmen Penegakan Hukum Polda Jatim

1 Mei 2026 - 10:52 WIB

Operasional KA di Stasiun Malang Tetap Normal, Lonjakan Penumpang Long Weekend May Day Mulai Terjadi

1 Mei 2026 - 09:41 WIB

Minimalisir Dampak Insiden di Bekasi Timur, KAI Daop 8 Lakukan Penyesuaian Pola Operasi di Stasiun Malang

29 April 2026 - 20:19 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !