BACAMALANG.COM – Ramadan kembali membawa berkah bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Malang. Dua brand lokal, Kriya Bumi Wastra/Ecoprint Ratna dan Rieke Francisca, menunjukkan geliat usaha yang tidak hanya menopang ekonomi keluarga, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Ratna, pemilik Kriya Bumi Wastra, menuturkan bahwa penjualan kain ecoprint meningkat tajam menjelang Lebaran. “Desain unik dan tidak sama dengan yang lain membuat produk kami menjadi pilihan populer di bulan Ramadan,” ujarnya. Untuk memenuhi lonjakan permintaan, ia menambah jam produksi hingga malam hari serta menawarkan promo khusus pembelian dalam jumlah besar.
Produk ecoprint berbahan serat alam ini tidak hanya nyaman digunakan, tetapi juga ramah lingkungan karena menggunakan pewarna alami. Harga kain berkisar antara Rp350.000 hingga Rp750.000. Ratna juga memberikan promo potongan harga untuk pembelian tiga kain sekaligus, serta bonus syal ecoprint bagi pembelian di atas Rp900.000. Selain itu, tersedia layanan retur dan desain ulang jika hasil tidak sesuai harapan.
Sementara itu, brand Rieke Francisca mengandalkan konsep desain custom sesuai keinginan pelanggan. Meski penjualan tahun ini tidak seramai tahun lalu, produknya tetap diminati berkat sentuhan handmade yang menjadi ciri khas. Untuk menjaga kualitas dan kapasitas produksi, Rieke menambah tenaga kerja serta memperkuat pemasaran digital melalui Instagram, Facebook, dan WhatsApp Story.
“Dalam sehari, penjualan bisa mencapai 4–5 item dengan jangkauan konsumen dari Jakarta, Surabaya, hingga Malang. Sistem pembayaran juga fleksibel, bisa penuh atau dengan uang muka terlebih dahulu,” jelasnya. Selain baju custom, Rieke juga menghadirkan produk ready to wear dengan berbagai tema menarik.
Berdasarkan laporan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kontribusi sektor ekraf terhadap PDB nasional mencapai Rp1.500 triliun pada 2025, meningkat lebih dari dua kali lipat dalam satu dekade terakhir. Sektor ini juga menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja atau 18,7% dari total tenaga kerja nasional. Nilai ekspor produk kreatif pun meningkat signifikan, dari US$15 miliar pada 2023 menjadi lebih dari US$25 miliar pada 2024.
Pelaku usaha di Malang berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, terutama dalam bentuk pendampingan, akses permodalan, dan dukungan promosi. Hal ini dinilai penting agar usaha kecil berbasis komunitas mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Dengan tren pertumbuhan ekraf nasional yang terus menguat, prospek usaha lokal seperti ecoprint dan fashion custom di Malang dinilai sangat menjanjikan. Inovasi produk, penguatan pemasaran digital, serta dukungan kebijakan pemerintah menjadi kunci agar ekraf kerakyatan terus berkontribusi pada ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kreativitas global.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga






















































