Tuai Dukungan dan Apresiasi, Band Brain Wash dan Komunitas Punk Kota Batu Bagikan Takjil Gratis - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 9 Mar 2026 04:01 WIB ·

Tuai Dukungan dan Apresiasi, Band Brain Wash dan Komunitas Punk Kota Batu Bagikan Takjil Gratis


 Vocalis band punk Brain Wash, Kurowo saat tengah membagikan takjil gratis kepada para pengendara yang melintas. (ist) Perbesar

Vocalis band punk Brain Wash, Kurowo saat tengah membagikan takjil gratis kepada para pengendara yang melintas. (ist)

BACAMALANG.COM – Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum istimewa untuk menebar kebaikan dan berbagi kebahagiaan kepada sesama. Di bulan penuh berkah ini, berbagai kalangan mulai dari instansi pemerintah, perusahaan, komunitas hingga masyarakat umum berlomba-lomba melakukan aksi sosial.

Hal menarik datang dari komunitas punk di Kota Batu. Melalui semangat kebersamaan dan kepedulian, band punk rock Brain Wash bersama komunitas punk setempat menggelar aksi sosial pembagian takjil gratis di kawasan Jalan Gajah Mada, tepatnya di sekitar Perempatan BCA, Kota Batu, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan yang dikemas dengan konsep musik ngabuburit ini mengusung tagline #punkberbagi dan #punkpeduli. Sejumlah band turut meramaikan acara tersebut, di antaranya Brain Wash, JenxTri Punk, Streithens, Bartender Disorder, Moral Marit, serta Power of Disability, sebuah band yang beranggotakan penyandang disabilitas. Penampilan mereka pun menarik perhatian para pengendara yang melintas.

Selain membagikan takjil kepada pengguna jalan, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian santunan kepada 10 penyandang disabilitas. Aksi sosial tersebut berlangsung lancar dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kota Batu.

Vokalis sekaligus gitaris Brain Wash, Kurowo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari rangkaian agenda sosial komunitas punk selama Ramadan.

“Alhamdulillah, kami hanya ingin berbagi kebahagiaan dan keberkahan Ramadan bersama komunitas punk di Kota Batu. Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk agenda kami selanjutnya,” ujar Kurowo kepada awak media.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan tersebut didanai dari hasil penjualan merchandise kaos band Brain Wash. Sebagian hasil penjualan digunakan untuk membeli takjil, sementara sebagian lainnya disalurkan untuk santunan kepada penyandang disabilitas. Bahkan, mereka juga membagikan 10 kaos band Brain Wash sebagai hadiah Lebaran bagi para penerima santunan.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas Batu Punk Division serta media partner di Malang Raya yang membantu publikasi acara.

“Selain itu, kami juga mendapat dukungan dari Wali Kota Batu, H. Nurochman, yang turut membeli merchandise kaos kami. Wakil Wali Kota Batu, H. Heli Suyanto, melalui Diskominfo juga hadir memberikan sambutan. Bahkan Dinas Sosial Kota Batu membantu dengan memberikan 10 karung beras untuk penyandang disabilitas sebagai bentuk dukungan dan apresiasi,” tambahnya.

Tidak hanya Brain Wash, sejumlah band punk di Kota Batu juga turut berkontribusi demi suksesnya kegiatan tersebut. Moral Marit menyumbang makanan untuk berbuka puasa bersama penyandang disabilitas, JenxTri Punk dan Streithens memberikan takjil serta kaos band, sementara Streithens juga membantu penyediaan alat musik. Adapun Bartender Disorder turut membantu menyediakan takjil dan mencetak banner acara.

Selain dukungan dari komunitas musik, kegiatan sosial ini juga mendapat support dari sejumlah pihak swasta, lawyer, serta kantor hukum di Malang Raya.

Aksi berbagi ini menjadi bukti bahwa semangat kepedulian dapat hadir dari berbagai kalangan, termasuk komunitas punk yang selama ini kerap dipandang berbeda oleh masyarakat. Melalui kegiatan ini, mereka menunjukkan bahwa nilai solidaritas, kebersamaan, dan kepedulian sosial tetap menjadi bagian penting dari komunitas mereka.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

“Ngleremno Ati” Akan Digelar, Ruang Bunyi dan Jagongan Seni ala Kelompok Bermain Mlebu Metu

5 Mei 2026 - 16:53 WIB

Kelompok Penyanyi Jalanan dari Berbagai Daerah Bersatu di Bulungan, Rayakan Ulang Tahun ke-44

3 Mei 2026 - 01:06 WIB

Malang Youth Day 2026: Pentas Seni Lintas Agama di HKY Kayutangan, Gaungkan Moderasi dan Peran Aktif Anak Muda

30 April 2026 - 11:10 WIB

Kompak dan Berdaya, Emak-Emak PKH Pakisaji Perkuat Kapasitas Lewat “Belajar Bareng, Seneng Bareng”

27 April 2026 - 17:42 WIB

“Kartini Aero Smash” Jadi Ajang Unjuk Gigi Atlet Perempuan Malang Raya

26 April 2026 - 21:51 WIB

SKARIGA Merjos Lari 112: 1.800 Siswa Gaungkan Gerakan Anti Plastik dan Semarakkan HUT Kota Malang

25 April 2026 - 21:11 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !