BACAMALANG.COM – Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB), untuk pertama kalinya melaksanakan Expo Pekan Kreatifitas Mahasiwa (PKM – Box), setelah beberapa tahun vakum karena pendemi, expo berlangsung di gedung FTP, UB, Senin (22/8/2022).
Dalam expo tersebut, ditampilkan inovasi dan kreasi produk pertanian dari para mahasiswa FTP. Tujuannya adalah untuk mengenalkan kepada mahasiswa baru, sekaligus research kewirausahaan.
Wakil Dekan 3 FTP, Prof Yusuf menjelaskan expo ini untuk pertama kali dilaksanakan pasca pandemi.
“Sebelum pandemi FTP selalu mengadakan expo tahunan untuk mamerkan produk-produk inovasi mahasiswa, namun sejak pandemi kita vacum. Nah, tahun ini merupakan kesempatan expo luring yang pertama kali di UB untuk menampilkan produk inovasi dari masing-masing mahasiswa FTP,” jelas Wadek 3 di lokasi expo.
Masih kata Prof Yusuf beberapa tim mendapatkan pendanaan program kegiatan mahasiswa (PKM) dan juga hibah riset grup mahasiswa.
“Ada beberapa tim yg mendapatkan pendanaan PKM, FTP terbanyak di UB. Selain itu juga ada tim hiba riset grup mahasiswa, FTP ini satu-satunya fakultas yang memberikan hibah resit grup untuk mahasiswa, dan kita satu-satunya di Indonesia. Karena outputnya harus berupa produk, maka produk yang bisa di pamerkan,” urainya.
Yusuf menambahkan, expo produk inovasi ini, sekaligus untuk menyambut maba sebagai atmosfir – atmosfir riset, atmosfir inovasi dan atmosfir kewirausahaan.
“Adapun pendanaan Program Kegiatan Mahasiswa (PKM) didanai dari Kemendikbudristek Dikti, sedangkan kalau riset grup mahasiswa didanai dari FTP sendiri, untuk saat ini ada 16 tim yang mengikuti expo dan talkshow PKM dari 40 tim. Tahun ada penurunan di level nasional biasanya yang dibiayai itu ada 4 ribu tim tapi untuk tahun ini hanya seribu tim, untuk FTP tidak Masalah dan stabil, dana yang diberikan berkisar antara Rp 10 – 12 juta.
FTP menjadi tulang punggung UB, karena selalu menyumbang emas pada pekan ilimiah nasional (PIN),” Imbuhnya.
Sementara, Risaldi salah satu tim peserta expo, menjelaskan, kulit pisang susu bisa di olah menjadi cairan yang bermanfaat untuk menghilangkan fenol atau senyawa beracun.
“Kami pajang pisang susu, namun, yang
kami manfaat kan adalah kulit pisang raja. Melalui kulit pisang raja, inovasi kami untuk mengurai senyawa beracun atau fenol tebal dari limbah kayu ato plastik yang berbahaya. Berbahaya untuk perairan dan manusia, enzim PPO inilah yang mampu menghilangkan fenol,” terang Risaldi
Risaldi melanjutkan, enzim PPO diambil dari ekstrak kulit pisang.
“Dari penelitian terdahulu enzim PPO diambil dari ekstrak kulit pisang raja, sudah ada kandungan enzim nya, oleh sebab itu
enzim harus dilindungi terlebih dahulu,” tandasnya.
Dari expo ini, diharapkan bisa menjadi spirit dan motivasi bagi mahasiswa FTP.
Sementara itu para maba, ditunjukkan bahwa fakultas ini tempatnya prestasi dan inovasi. Terbukti, selalu menjadi juara 1, baik untuk prestasi nasional maupun internasional. (Him)





















































