BACAMALANG.COM – Salah satu novel yang cukup banyak dibicarakan di kalangan pecinta literasi saat ini adalah “Tak Kenal Maka Ta’aruf” karya Mim Yudiarto. Novel ini bahkan siap diangkat ke layar lebar.
Penulisnya, Mim Yudiarto yang hadir di Malang menuturkan, prosesnya saat ini sudah dalam tahap casting.
“Sebenarnya kalau dari novel kemudian rencana mau diadaptasi ke film itu sejak bulan November tahun lalu itu, dan sekarang sudah sampai tahap casting dan skenarionya juga sudah oke terus semuanya sudah full sudah lengkap tinggal memastikan beberapa pemain yang akan jadi pemeran dalam novel adaptasi itu,” ungkapnya usai workshop entrepreneurship bertajuk “Sarjana Sastra Mau Jadi Apa?” di lantai 5 Gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Selasa (7/5/2024).
Mim menjelaskan, proses syuting dilaksanakan dengan lokasi utama di kampus IPB Bogor dan lokasi kedua di Tebuireng Jombang.
“Insyaallah November nanti sudah tayang dan Malang akan dipilih sebagai salah satu tempat premiere, karena antusiasme yang luar biasa. Ini ketiga kalinya saya roadshow di Malang,” bebernya.
Pria asal Banyuwangi ini memaparkan, kampus IPB sengaja dipilih sebagai lokasi syuting karena dirinya tahu persis sebagai alumnus.
“Dari situ saya bisa menuangkan dalam bentuk novel itu seperti gambaran di dalam kepala saya, kemudian saya juga punya banyangan jelas seperti apa si Fariz sebagai tokoh utama dari Fakultas Teknologi Kelautan, termasuk pemeran utama wanita itu Zoya yang anaknya kiai dari Jombang itu di Fakultas Kedokteran,” urainya.
Pemilihan Malang sebagai tempat penayangan pertama juga terkait peran penting dosen Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim, Whida Rositama M.Hum dalam penulisan skenarionya.
“Ini adalah penulisan skenario pertama saya untuk layar lebar, karena sebelumnya ada beberapa yang sudah saya tulis untuk film indie,” ungkapnya saat mendampingi Mim Yudiarto.
Wanita yang akrab disapa Miss Whida ini mengaku, semuanya berawal dari takdir pertemuannya dengan penulis yang baru saja menelurkan novel Mahar Dari Langit ini di Malang beberapa waktu lalu.
“Saat ini skenarionya sudah selesai pada draft ke-4 dan akan digarap yang ke-5, karena penyesuaian dari sudut pandang produser dan sutradara juga selalu ada tantangannya. Tidak ada yang lebih berat daripada menyatukan visi dan misi dari kepala yang berbeda,” aku Whida.
Sementara Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Galuh Nur Rohmah, M.Pd, M.Ed menambahkan, pihaknya merasa bangga dengan keterlibatan salah satu dosen di fakultasnya dalam proses pembuatan film ini.
“Selain memperkuat kurikulum di mata kuliah perfilman, juga menjadi rekognisi atas kemampuan dosen Humaniora di UIN Maulana Malik Ibrahim ini,” tandasnya.
Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki




















































