BACAMALANG.COM – Di tengah derasnya arus budaya asing, upaya melestarikan budaya leluhur menjadi benteng penting dalam menjaga identitas bangsa. Melalui semangat uri-uri budaya warisan nenek moyang, generasi muda diajak mencintai tradisi, memperkuat karakter, serta menjaga nilai kebersamaan.
Hal itu tampak dalam Malam Puncak Festival Gendang Purnama Ganesha ke-8 Tahun 2026 yang digelar di Taman Budaya Ganesha, Desa Karangkates, Sabtu (16/5/2026). Acara berlangsung meriah dengan parade seni tari, pertunjukan Kuda Lumping Campursari, hingga Senam Bugar bersama warga.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang yang mengapresiasi festival tersebut sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus ruang memperkenalkan kearifan lokal kepada masyarakat luas.
Puncak acara dimeriahkan parade seni tari dan pertunjukan Kuda Lumping Campursari Badut Tunggal. Berbagai penampilan seni dari TK Al Ikhlas, TK Karya Prakarsa, SDN 03 dan 04, SMPN 1 dan 2 Sumberpucung, SLB PGRI Sumberpucung, SMK Islam Kalipare, SMK Berantas, sejumlah sanggar tari, hingga kelompok seni bela diri BADAI tampil bergantian memukau penonton.
Setiap gerakan tari dan alunan musik tradisional menjadi bukti nyata semangat generasi muda dalam merawat budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Memasuki malam hari, panggung utama dipenuhi antusiasme warga saat atraksi Kuda Lumping Campursari Badut Tunggal digelar pukul 20.00 hingga 23.00 WIB. Iringan musik tradisional dan energi khas budaya Jawa sukses memukau penonton dalam suasana aman dan kondusif.
Sementara pada sore hari, kegiatan Senam Bugar bersama Joko Tole pukul 15.00–17.00 WIB menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
“Kuda lumping menjadi hiburan rakyat sekaligus simbol kekayaan tradisi yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Ini menjadi pengingat bahwa budaya akan selalu memiliki tempat di hati masyarakat,” ujar Admin IG @kimkamei_karangkates.
Tak hanya menjadi ajang pelestarian seni dan budaya, kegiatan ini juga turut menggerakkan roda perekonomian warga melalui stan bazar UMKM. Para pelaku usaha lokal mendapat ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan pendapatan.
Dengan digelarnya malam puncak tersebut, seluruh rangkaian Festival Gendang Purnama Ganesha ke-8 resmi ditutup. Panitia pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Jawa sebagai identitas yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































