BACAMALANG.COM – Musyawarah Nasional (Munas) Aremania Satu di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (1-2/6/2024) nanti menjadi momentum kembali bersatunya suporter bola di Malang, khususnya bagi pendukung Arema.
Acara tersebut merupakan yang pertama kali, karena belum pernah terjadi sebelumnya.
Tak bisa dipungkiri, dualisme Arema membuat Aremania terpecah, belum lagi ditambah dengan kasus Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 silam.
Dukungan bagi Aremania untuk kembali bersatu mengalir dari sejumlah pihak, tak terkecuali dari beberapa suporter dari klub lain di Indonesia. Banyak pihak yang berharap Aremania bisa kembali seperti dulu lagi.
Terkait hal ini pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Narendra Wicaksono, turut memberikan tanggapan dan pandangan.
“Sebagai media untuk mempersatukan elemen suporter sepak bola Malang itu sangat diperlukan,” tegas Narendra kepada BacaMalang.com, Senin (27/5/2024).
Ia menilai, Munas Aremania bisa menjadi wahana untuk memajukan persepakbolaan Arema
“Seharusnya iya, mengingat posisi suporter adalah sangat vital (pemain ke-12),” tutur pemuda tangguh asal Klaten ini.
Ia mengungkapkan harapan terkait Munas Aremania bisa memberikan ruang, membersamai serta mendampingi keluarga korban mencari keadilan.
Ia juga memaparkan respon setelah melihat reel video pemaparan visi misi calon presidium.
“Saya pesimis setelah melihat video pemaparan visi misi di mana dalam 7 menit pemaparan dari 11 orang pemapar hanya 1 orang yang bicara soal Tragedi Kanjuruhan. Itupun diucapkan bukan sebagai induk kalimat. Saya berharap itu bukan pertanda buruk bagi para penyintas yang sekarang masih terus berjuang,” urainya mengakhiri.
Seperti diketahui, dalam berita sebelumnya, Narendra Wicaksono telah memulai perjalanan bersepeda dari Klaten menuju Makkah, sambil menuntut keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan. Kini, perjalanannya telah membawanya sampai ke Thailand.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki




















































