Pertempuran TRIP 31 Juli Sebagai Hari Besar Daerah dan Muatan Lokal Sejarah di Sekolah Kota Malang - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 1 Agu 2024 06:48 WIB ·

Pertempuran TRIP 31 Juli Sebagai Hari Besar Daerah dan Muatan Lokal Sejarah di Sekolah Kota Malang


 Dari kiri-Wakil Ketua Umum Paguyuban MASTRIP Jawa Timur Hendy Hendriono, Ketua Umum Paguyuban MASTRIP Jawa Timur Destry Damayanti, Pj. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat,  dan Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Aris Gunawan, M.Han saat jumpa pers terkait penetapan Pertempuran TRIP 31 Juli sebagai Hari Besar Daerah Kota Malang di aula  Museum Brawijaya Malang, Rabu (31/7/2024). (Nedi Putra AW) Perbesar

Dari kiri-Wakil Ketua Umum Paguyuban MASTRIP Jawa Timur Hendy Hendriono, Ketua Umum Paguyuban MASTRIP Jawa Timur Destry Damayanti, Pj. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, dan Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Aris Gunawan, M.Han saat jumpa pers terkait penetapan Pertempuran TRIP 31 Juli sebagai Hari Besar Daerah Kota Malang di aula Museum Brawijaya Malang, Rabu (31/7/2024). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Ketua Umum Paguyuban MASTRIP Jawa Timur Destry Damayanti mengajak kepada masyarakat dan generasi muda agar tetap mengisi kemerdekaan ini dengan terus melanjutkan semangat perjuangan pahlawan TRIP.

Salah satunya dengan mengupayakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk menetapkan tanggal 31 Juli sebagai Hari Besar Daerah Kota Malang.

“Pada 31 Juli 1947, di Jalan Salak Kota Malang, Jawa Timur ini terjadi pertempuran antara Tentara Pelajar Indonesia (TRIP) dengan pasukan Belanda. Akibatnya sebanyak 35 pejuang TRIP gugur yang dimakamkan di TMP TRIP di sini,” ungkap Destry dalam jumpa pers di aula Museum Brawijaya Malang, Rabu (31/7/2024).

Destry menuturkan, penetapan Hari Berani Pemuda Membela Tanah Airnya ini penting agar masyarakat, khususnya generasi muda untuk tetap mengingat jasa-jasa pahlawan di kotanya.

Oleh karena itu ia menyambut baik langkah Pemkot Malang yang akan memasukkan sejarah perjuangan TRIP ini ke dalam muatan lokal sejarah di tingkat SD dan SMP.

“Perjuangan para pelajar hingga banyak yang gugur tersebut merupakan bukti bahwa arek-arek Malang sejak dahulu sudah punya keberanian dan semangat juang tinggi, sehingga sudah sepatutnya kita bersyukur, mengapresiasi dan mengisi perjuangan mereka,” tegas Destry Damayanti yang juga Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ini.

Destry menegaskan, bahwa upaya ini merupakan tanggung jawab sebagai putra-putri MASTRIP agar perjuangan ini terus berlanjut.

“Apalagi saat ini sudah ada generasi ketiga yang sudah masuk ke dalam kepengurusan kami,” tandasnya.

Rangkaian kegiatan MASTRIP ini sudah dimulai sejak 20 Juli dengan mendatangkan siswa TK, SD dan SMP serta pemberdayaan UMKM lewat bazar dan menggelar sarasehan di Museum Brawijaya pada 29 Juli 2024.

Sementara pada 31 Juli diselenggarakan sejumlah agenda mulai renungan suci yang diikuti beberapa komunitas dan ditutup dengan ziarah dan tabur bunga dipimpin Dandim 0833 Kota Malang.

Wakil Ketua Umum Paguyuban MASTRIP Jawa Timur Hendy Hendriono menambahkan, bahwa tanggal 31 Juli memang patut ditetapkan sebagai Hari Besar Daerah Kota Malang.

“Hari Besar tersebut merangkai seluruh sejarah kebesaran bangsa sejak zaman Singosari hingga perang kemerdekaan untuk membangun masa depan Malang,” urainya.

Pj. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan, bahwa Pemkot Malang sangat mengapresiasi perjuangan MASTRIP ini.

Dikatakan Wahyu, dari sarasehan yang digelar, ia sudah memerintahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang untuk segera mengambil sejarah perjuangan para pahlawan TRIP ini sebagai muatan lokal sejarah pada semester depan untuk siwa SD dan SMP.

“Kami juga mengundang guru sejarah dalam sarasehan tersebut, dengan harapan muatan lokal ini nantinya dapat melebar hingga ke jenjang SMA maupun perguruan tinggi,” ungkapnya.

Wahyu menuturkan, Kota Malang sudah mengajukan dua pahlawan yang berasal dari Malang, yakni Mas Isman dari MASTRIP dan Mayor TNI Hamid Rusdi.

Sementara untuk penetapan Hari Besar Daerah terkait pertempuran MASTRIP di Kota Malang pada 31 Juli akan dibicarakan dahulu dengan wakil rakyat di DPRD.

“Tapi saya optimis akan lolos,” tukas Wahyu.

Orang nomor satu di Pemkot Malang ini juga berharap para generasi muda kota Malang dapat meneruskan jiwa patriotisme dari para pahlawan.

Ia kembali menekankan pentingnya sejarah pertempuran TRIP ini sebagai target muatan lokal untuk siswa sekolah.

Apalagi, tambahnya, dengan akses medsos yang terbuka ini anak-anak sejak usia SD harus ditanamkan bahwa kemerdekaan ini diperoleh dengan semangat perjuangan tinggi, bukan hadiah dari Belanda.

“Nanti akan ada koordinasi dari Pemkot dan TNI agar masuk kurikulum mata pelajaran sejarah,” ucap Wahyu.

Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Aris Gunawan, M.Han menyambut baik wacana ini, bahkan dirinya juga ikut bangga sebagai arek Malang.

“Mewakili Pangdam V Brawijaya, saya bisa membantu bahan-bahan dan data yang diperlukan, sehingga nanti informasinya lengkap bagi generasi muda,” ujarnya.

Dandim juga menjelaskan masih ada tanda atau ‘tetenger’ sejarah perjuangan para pahlawan di Kota Malang selain sejumlah monumen yang sudah ada.

“Seperti di SD Madyopuro 3 sebenarnya ada sumur maut, yang sebagian sudah menjadi menjadi bangunan sekolah. Mungkin ke depan bisa dijadikan tanda atau monumen sejarah perjuangan bangsa,” ucapnya mengakhiri.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 237 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Maling Gasak Motor di PS Nankatsu Bedali Lawang

17 Mei 2026 - 14:19 WIB

Penemuan Mayat di Kali Gadungan Wajak Masih Diselidiki Polisi

17 Mei 2026 - 14:15 WIB

Bayi Laki-laki Ditemukan di Gerobak Dekat Makam Sanggrahan Bululawang, Polisi Buru Pelaku

17 Mei 2026 - 14:12 WIB

Dua Pelaku Gendam Beraksi di Turen, Penjaga Pertashop Tertipu hingga Uang Jutaan Rupiah Raib

16 Mei 2026 - 09:42 WIB

Tiga Remaja Bermotor di Bululawang Bobol Tiga Kedai dalam Semalam

16 Mei 2026 - 09:38 WIB

Usai Antar Pesanan, Driver Ojol Dibegal Tiga Pria Bersenjata di Kota Batu, Motor Raib

16 Mei 2026 - 09:33 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !