Dufan Baru di Kota Batu, Destinasi Wisata yang Siap Menarik Wisatawan Libur Nataru 2025 - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

KULWIS · 26 Des 2024 21:41 WIB ·

Dufan Baru di Kota Batu, Destinasi Wisata yang Siap Menarik Wisatawan Libur Nataru 2025


 Konseptor Dufan, Sujono Djonet, saat sesi foto dengan background Bar Durian Eiffel. (Yan) Perbesar

Konseptor Dufan, Sujono Djonet, saat sesi foto dengan background Bar Durian Eiffel. (Yan)

BACAMALANG.COM – Menyambut libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Kota Batu memperkenalkan destinasi wisata baru bernama Durian Fantasi (Dufan). Berlokasi di Jalan Abdul Gani Atas, No.1, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Dufan menawarkan konsep Theme Park Agro yang unik dan memorable, didukung oleh hawa sejuk pegunungan Panderman.

Destinasi ini menggabungkan edukasi, hiburan, dan pelestarian lingkungan dalam satu tempat. Konseptor Dufan, Sujono Djonet, menjelaskan bahwa pembangunan Dufan dirancang tanpa merusak tanaman dan ekosistem alam yang ada.

“Kami menggunakan lahan yang sudah terdapat pohon durian dan mempertahankan keasrian tanaman durian asli sambil memperkaya nilai wisata dengan teknologi pencahayaan dan seni visualisasi,” ujar Djonet pada Kamis (26/12/2024).

Dufan beroperasi mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WIB, dengan jam buka lebih awal pada akhir pekan. Pengunjung dapat menikmati suasana malam yang artistik dan panorama alam Kota Batu yang memukau.

Djonet, yang juga anggota DPRD Kota Batu, menambahkan bahwa Dufan adalah model pembangunan wisata yang mengedepankan potensi lokal tanpa menghilangkan keasliannya. Dengan konsep yang inovatif dan beragam atraksi, Dufan diyakini akan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan selama libur Nataru 2025.

Para wisatawan saat tengah berkunjung ke Dufan, dengan menikmati menu berbahan dasar buah durian. (Yan)

Dufan Sebagai Sarana Edukasi bagi Wisatawan

Pria beride brilian ini juga mengungkapkan, jika para wisatawan yang berkunjung ke Dufan selain bisa menikmati keindahan alam pegunungan, sekaligus juga bisa mempelajari berbagai jenis durian dan tanaman lainnya.

“Karena ini merupakan wisata agro malam pertama di Kota Batu, dimana para wisatawan yang berkunjung dapat merasakan keindahan suasana malam hari sambil belajar mengenal jenis-jenis durian seperti montong, bawor, dan varietas lainnya,” ungkap Djonet.

Menurutnya, selain sebagai sarana edukasi tentang buah durian, para wisatawan yang berkunjung tentunya juga dapat belajar tentang tata cara bagaimana untuk membudidaya buah durian.

“Ya, seperti dengan ketinggian, kandungan nutrisi, serta mengenal varietas khas Malang Barat seperti durian Ngantang, dan Pait, serta beberapa jenis durian lain. Kami ingin masyarakat lebih mengenal potensi durian lokal, yang sebenarnya memiliki kualitas yang tidak kalah dengan durian dari daerah lain dan durian impor” paparnya.

Diakuinya, jika pihaknya juga mendukung Kota Batu sebagai kota berbasis agropolitan, dengan berbagai potensi hasil pertanian yang ada seperti buah jeruk, alpukat, apel dan juga tentunya durian.

“Karena di Kota Batu sendiri juga banyak lahan pertanian dan buah-buahan yang tentunya semua itu bernilai ekonomis, sehingga dapat memberdayakan warga masyarakat sekitar dan para petani di Kota Batu,” urai Djonet.

Saat disinggung terkait dengan apa saja fasilitas yang ada di Dufan, Djonet yang juga Konseptor Lampion Garden di Batu Night Spectacular (BNS) ini lebih lanjut menerangkan, bahwa di Dufan juga terdapat kafe serta beberapa fasilitas lainnya untuk memanjakan wisatawan.

“Dufan menghadirkan kafe yang menyajikan aneka menu-menu yang berbahan dasar dari buah durian. Itu diantaranya seperti jus, es krim, hingga camilan khas durian. Tentunya dengan beragam fasilitas yang ada ini seperti free wifi, toilet, musala dan area parkir para wisatawan yang berkunjung dapat menikmati berbagai macam kuliner sembari menikmati view alam pegunungan,” tandasnya.

Tak hanya itu saja, masih kata Sujono Djonet, dengan keindahan ruang terbuka hijau yang berada di tengah kota, Dufan juga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau di tengah permukiman Kota Batu.

“Disini terdapat sekitar 75 pohon, dan juga lahan seluas 5.000 meter persegi, karena Dufan menjadi bukti bahwa ruang hijau dan pembangunan wisata dapat berjalan beriringan tanpa mengorbankan lingkungan. Ini merupakan wisata agro di tengah kota, yang tetap mempertahankan fungsi ruang terbuka hijau sekaligus mendukung keberlangsungan lingkungan, tanpa merusak ekosistem alam,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap, bahwa melalui destinasi baru Dufan, diharapkan menjadi destinasi wisata unggulan yang menginspirasi para wisatawan untuk lebih mencintai pertanian dan kelestarian alam serta lingkungan.

“Pertanian bisa sama menariknya dengan wisata lainnya. Karena dengan pendekatan inovatif, kami ingin mengubah pandangan masyarakat bahwa pertanian itu tidak membosankan, tetapi justru menyenangkan, bahkan menghasilkan bernilai ekonomis tinggi bila dikelola dengan baik, seperti dijadikan desnitasi wisata di Kota Batu,” ucapnya.

Dengan keunikan konsep dan potensi besar yang ditawarkan, pihaknya optimis dan meyakini bila Dufan bakal menjadi ikon baru pariwisata yang ada Kota Batu, dengan memadukan keindahan alam, pelestarian lingkungan, dan ekosistem alam serta edukasi agrikultur.

“Sehingga kami yakin, bahwasanya Dufan dapat menjadi referensi dan jujugan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu,” jelasnya.

Para wisatawan saat tengah berkunjung ke Dufan. (Yan)

Harga Tiket Masuk ke Durian Fantasi

Berkaitan dengan harga tiket masuk (HTM) ke Dufan, masih kata Sujono Djonet, bagi pengunjung tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, karena dengan menawarkan fasilitas yang ada itu sudah tergolong murah.

“Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Dufan, cukup hanya membayar tiket masuk Rp 15 ribu saja, dengan cashback berupa voucher makan senilai Rp 5 ribu. Selain itu, harga buah durian di sini sama dengan harga durian yang dijual di kaki lima, namun akan tetapi menawarkan suasana makan durian dengan rasa bintang lima. Untuk jenis buah durian yang ditawarkan disini juga ada durian kelas premium, seperti durian montong dan lain sebagainya,” paparnya.

Berdayakan Warga Masyarakat Sekitar

Di sisi lain, di wahana destinasi baru Dufan yang dimaksud, telah berhasil menyerap tenaga kerja bagi warga masyarakat Kelurahan Ngaglik.

“Alhamdulilah, hampir sebagian warga masyarakat disini kurang lebih ada 98 persen kerja disini, mereka juga asli warga sekitar. Semoga dengan adanya Dufan ini dapat turut mendongkrak perekonomian bagi masyarakat dan meningkatkan occupancy wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu,” pungkas Djonet.

Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 1,060 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Bisa Bikin Milkshake Sendiri, Edukasi Coklat Seru di Batu Love Garden

29 April 2026 - 16:49 WIB

Tak Lagi Sekadar Jalur Bromo, Poncokusumo Siap Jadi Destinasi Wisata Mandiri

28 April 2026 - 09:41 WIB

Boutique B21 Malang Luncurkan Sarapan Menu Nusantara All You Can Eat di Akhir Pekan

24 April 2026 - 06:37 WIB

Audiensi dengan Mikutopia, Disnaker Kota Batu: Serap 95 Persen Tenaga Lokal, Komitmen Dukung PAD

13 April 2026 - 20:02 WIB

Live Musik Mikutopia Disambut Antusias, Wisatawan Ikut Berkolaborasi

12 April 2026 - 17:47 WIB

Mikutopia Fasilitasi Musisi dan Disabilitas, Live Musik Jadi Ruang Ekspresi Baru

11 April 2026 - 17:37 WIB

Trending di KULWIS

©Hak Cipta Dilindungi !