BACAMALANG.COM – Penyakit Pullorum atau berak kapur masih menjadi ancaman serius bagi peternakan unggas karena menular dari induk ke anak ayam melalui telur dan menurunkan produktivitas. Melalui screening dini, peternakan dapat memotong rantai penularan, meningkatkan biosekuriti, serta menjaga kesehatan dan produktivitas populasi unggas agar aman dikonsumsi dan memenuhi syarat lalu lintas ternak.
Guna mewujudkan hal tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang mendampingi Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan UPT Laboratorium Kesehatan Hewan Malang menggelar uji pullorum. Kegiatan dilaksanakan di ruang pertemuan PT. Wonokoyo Jaya Corporindo, Karangploso, Senin (18/5/2026). Sebanyak 110 sampel unggas diuji sesuai permintaan perusahaan.
Uji Pullorum merupakan metode pengujian serologis cepat untuk mendeteksi antibodi terhadap bakteri Salmonella pullorum pada ayam petelur. Bakteri ini menjadi penyebab penyakit Pullorum atau berak kapur yang sering menyerang unggas.
“Pengujian ini bertujuan untuk deteksi dini pembawa bakteri atau carrier, mencegah penularan vertikal dari induk ke DOC, serta menjadi syarat sertifikasi kesehatan hewan dalam pengurusan dokumen lalu lintas ternak dan produk hewan,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, Lusia Endah Sukesi.
Melalui kegiatan ini diharapkan risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan. Peternakan juga didorong meningkatkan biosekuriti sehingga tercipta populasi unggas yang sehat, aman, dan produktif.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































