BACAMALANG.COM – Suasana semarak membanjiri sepanjang Jalan Mohamad Hatta, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Rabu (16/7/2025), saat Pemerintah Desa Pendem menggelar Pawai Karnaval Desa 2025. Mengusung tema “Potensi Keberagaman Budaya dan Kearifan Lokal”, gelaran ini sukses memadukan unsur budaya, pertanian, dan seni dalam satu rangkaian acara yang memikat ribuan warga.
Acara yang digelar dua tahun sekali ini diikuti 50 RT dari empat dusun: Pendem, Ledok, Caru, dan Sekar Putih. Masing-masing peserta tampil memukau dengan busana adat, replika budaya lokal, hingga hasil bumi yang dikemas secara kreatif. Uniknya, hasil pertanian yang dibawa peserta tidak hanya dipamerkan, tetapi juga diperebutkan oleh masyarakat sebagai bagian dari tradisi “cabutan”, yang menyimbolkan kemakmuran dan kebersamaan.
Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Efendi, menyampaikan bahwa pawai ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ajang unjuk potensi desa yang meliputi budaya, hasil pertanian, hingga kolaborasi antarwarga.
“Pawai ini merupakan puncak dari rangkaian selamatan Desa Pendem. Tahun ini, kami juga menggelar pagelaran wayang kulit dengan lakon Lahirnya Wisanggeni, yang menjadi simbol harapan akan lahirnya pemimpin-pemimpin baru yang bijak dan kuat,” ungkap Efendi.
Kemeriahan karnaval makin terasa dengan kehadiran pasukan drum band dari kesatuan Poltekad Arhanud yang menurunkan 70 personel, serta iringan musik dari berbagai sound system yang disambut antusias oleh masyarakat.
Camat Junrejo, Parman, SP., yang hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi semangat warga Desa Pendem dalam melestarikan budaya lokal. Ia menyoroti kreativitas peserta yang berhasil menyulap bahan daur ulang menjadi kostum dan ornamen budaya bernilai seni tinggi.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, tapi juga edukasi dan promosi potensi unggulan desa. Kami dari Kecamatan Junrejo akan terus mendukung agar kegiatan semacam ini bisa menjadi daya tarik wisata, baik lokal maupun mancanegara,” tutur Parman.
Tradisi selamatan desa yang berpadu dengan seni, pertanian, dan kearifan lokal ini diyakini oleh warga sebagai bentuk rasa syukur dan doa agar masyarakat senantiasa dalam keadaan selamat dan sejahtera.
Dengan kesuksesan gelaran tahun ini, Pemerintah Desa Pendem berharap pawai karnaval ke depan bisa menjadi agenda budaya tahunan yang semakin menarik dan mendunia.
Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































