Gerak Cepat Tekan Stunting, Pemdes Beji Optimalkan Posyandu ILP dan Fokus Kesehatan Ibu Hamil - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 31 Mar 2026 12:55 WIB ·

Gerak Cepat Tekan Stunting, Pemdes Beji Optimalkan Posyandu ILP dan Fokus Kesehatan Ibu Hamil


 Kades Beji, Deni Cahyono bersama Kader Posyandu usai melayani warga masyarakat terutama ibu-ibu hamil. (Yan) Perbesar

Kades Beji, Deni Cahyono bersama Kader Posyandu usai melayani warga masyarakat terutama ibu-ibu hamil. (Yan)

BACAMALANG.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) dengan dukungan anggaran dari APBDes, yang difokuskan pada kesehatan ibu hamil, balita, hingga lansia.

Langkah tersebut diambil agar masyarakat Desa Beji terhindar dari stunting, sehingga bayi yang dilahirkan dapat tumbuh dan berkembang secara normal.

Kepala Desa Beji, Deni Cahyono, menjelaskan bahwa implementasi Posyandu ILP di wilayahnya mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, usia dewasa, hingga lansia.

“Supervisi dan pembinaan Posyandu ILP di Desa Beji dilakukan secara rutin, salah satunya oleh Dinas Kesehatan Kota Batu, guna memastikan kualitas layanan dasar tetap terjaga,” ujarnya kepada awak media, Selasa (1/4/2026).

Ia menambahkan, fokus pada kesehatan ibu hamil menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting. Posyandu memberikan layanan pemeriksaan khusus, seperti pengukuran tekanan darah, berat badan, lingkar lengan atas (LILA), hingga pemeriksaan kandungan untuk memantau tumbuh kembang janin.

“Pelaksanaan program ini didukung anggaran APBDes Dana Desa, termasuk untuk pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi kader kesehatan dan kader Posyandu, guna memperkuat intervensi gizi spesifik dan sensitif,” ungkapnya.

Selain itu, Pemdes Beji juga rutin menggelar Rembug Stunting yang melibatkan TP PKK dan tenaga kesehatan. Forum ini bertujuan memperkuat komitmen bersama dalam menurunkan angka stunting di tingkat desa.

“Langkah ini sejalan dengan prioritas nasional dalam menekan stunting melalui intervensi sejak masa kehamilan atau 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” jelas pria yang akrab disapa Sabeni.

Tidak hanya itu, Pemdes Beji juga memberikan makanan bergizi bagi ibu hamil, balita, dan lansia guna memenuhi kebutuhan nutrisi masyarakat.

Deni menekankan pentingnya pemenuhan protein hewani bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. Menurutnya, protein hewani mengandung zat gizi lengkap yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.

“Pangan hewani kaya protein dan vitamin yang berperan besar dalam mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemdes Beji berharap mampu meminimalisir angka stunting di wilayahnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala penyakit.

Sebagai tambahan, Pemdes Beji turut membagikan sejumlah tips pencegahan stunting, antara lain memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia enam bulan, rutin memantau tumbuh kembang anak di posyandu, mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), serta memberikan MPASI bergizi dan kaya protein hewani bagi bayi di atas enam bulan.

Berdasarkan data, angka stunting di Desa Beji mengalami penurunan signifikan. Dari 64 anak pada tahun 2024, kini tersisa sekitar 22 anak.

Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Akademisi UNIRA Malang Berikan Pandangan Soal Dinamika Backdrop Halalbihalal Tirta Kanjuruhan

31 Maret 2026 - 13:49 WIB

PDI Perjuangan Respon Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Siap Gotong Royong Bantu Keluarga Almarhum

31 Maret 2026 - 13:26 WIB

Butuh Rp 200 Juta, Disdik Jatim Targetkan Perbaikan Kelas SMKN 1 Ampelgading Selesai Sebulan

31 Maret 2026 - 11:29 WIB

Fokus Infrastruktur, RKPD Kota Malang 2027 Disusun Lebih Terarah dan Prioritas

31 Maret 2026 - 05:49 WIB

Warga Sumbersuko Lawang Gempar, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Rumah

30 Maret 2026 - 23:20 WIB

PKB Kabupaten Malang Tunggu Permintaan Maaf Tirta Kanjuruhan

30 Maret 2026 - 21:29 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !