BACAMALANG.COM – Setelah ditahbiskan menjadi imam oleh Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan, O. Carm di Gereja Katedral Malang pada Kamis (7/5/2026), RD Bonifacio Gendhis Permiro menerima penugasan perdana di Paroki Langsep Malang. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat pelayanan umat, khususnya mengajak generasi muda kembali aktif di gereja.
Uskup Keuskupan Malang, Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan, O. Carm, menyampaikan harapannya agar RD Gendhis menjadi imam yang setia dan mampu menjadi gembala umat seperti Yesus Kristus.
“Semoga mereka bisa memenuhi kebutuhan zaman ini,” ungkapnya.
RD Bonifacio Gendhis Permiro mengaku sangat bersyukur atas perjalanan panggilannya menjadi imam. Ia mengaku sempat tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang pastor karena harus melalui proses panjang dan penuh pergulatan.
“Ini bukan keberhasilan saya, tetapi kasih Allah yang tak terbatas,” ujarnya.
Dalam penugasan perdananya di Paroki Langsep, Romo Gendhis mengaku ingin lebih fokus mendampingi anak muda dan mahasiswa karena mereka merupakan masa depan Gereja.
“Ke depan pelayanan saya di Paroki Langsep ini mungkin lebih fokus kepada anak-anak muda dan mahasiswa karena mereka adalah masa depan Gereja,” katanya.
Ayah RD Gendhis, Rikarius Warsa Padana, turut mengungkapkan rasa syukur atas tahbisan putranya. Ia berharap sang anak dapat melayani umat dengan sederhana dan setia.
“Sebenarnya saya tidak pantas atas karya ini, tetapi semuanya adalah karya Allah,” ungkapnya.
Ketua Dewan Pastoral Paroki Langsep, Yohanes Sugiopranoto, mengatakan kehadiran Romo Gendhis menjadi kebahagiaan tersendiri bagi umat. Menurutnya, perpaduan antara pastor senior dan pastor muda akan membawa semangat baru bagi pelayanan di Paroki Langsep yang saat ini dipimpin RP. Petrus Maria Handoko, CM.
“Apalagi Romo Gendhis dekat dengan anak-anak muda, misdinar, dan OMK. Ini sangat pas untuk mengajak anak muda kembali ke gereja di era sekarang,” tegasnya.
Ia berharap kehadiran Romo Gendhis mampu mendampingi kaum muda menghadapi tantangan iman di era digital yang semakin kompleks.
Sementara itu, Ketua Bidang Pewartaan Paroki Langsep, Benidictus Purbanto, menilai Romo Gendhis sebagai sosok imam muda yang unik dan dekat dengan kalangan muda.
“Beliau sangat disukai anak-anak muda. Sosoknya nyentrik, fenomenal, menyukai seni, teater, dan suka nongkrong sambil ngopi hingga larut malam,” ujarnya.
Suasana khidmat dan penuh kemegahan rohani terasa dalam Perayaan Ekaristi Minggu Paskah VII yang sekaligus menjadi Misa Perdana RD Gendhis di Paroki Langsep. Perayaan tersebut diiringi paduan suara Lingkungan Agustinus Paroki Langsep.
Usai misa, acara syukuran digelar di Aula Amore dengan nuansa budaya Jawa yang kental. Alunan gending Kebo Giro menyambut kedatangan Romo Gendhis yang tampil mengenakan busana adat Jawa lengkap bersama Pastor Kepala Paroki, Romo Han, yang juga mengenakan pakaian adat serupa.
Suasana semakin hangat ketika Romo Gendhis membagikan kisah perjalanan panggilannya. Dengan gaya santai, jujur, dan penuh humor, ia menceritakan jatuh bangun selama menjalani pendidikan seminari.
Ia mengaku pernah mengalami krisis panggilan dan sempat ingin meninggalkan seminari. Namun berkat rahmat Tuhan, ia memilih tetap bertahan hingga akhirnya menerima Sakramen Imamat.
Kisah tersebut menjadi kesaksian iman yang menguatkan banyak umat yang hadir.
Selamat dan proficiat kepada RD Bonifacio Gendhis Permiro atas tugas perutusan barunya sebagai Romo Rekan di Paroki Santo Vincentius a Paulo Malang.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































