BACAMALANG.COM – Pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di kampus Universitas Wisnu Wardhana (Unidha) Malang, telah berjalan dengan baik.
Menurut keterangan Kabag Bira Akademik Unidha Firina Lukitaningtias, S.Si., M.M, menjelaskan, tahun ini satu dosen dan dua mahasiswa yang magang di perusahaan.
“Tahun ini kita berhasil meloloskan dosen DPL berkaborasi dengan mitra perusahaan BPJS ketenagakerjaan, yakni ibu Febri krisdanri dari Fakultas Hukum, dimana
beliau memberikan kontribusi pada perusahaan dan juga berkolaborasi dengan mentor, dan perusahaan nantinya bisa untuk memberikan tambahan matakuliah,” jawabnya.
Sedangkan kedua mahasiswa yang lolos magang yakni Vindi Lala dan Sidoda mengikuti studi independent di Ruang Guru dan PT Neosia training center.
“Vindi Lala dan Sidoda yang lolos mengikuti studi independent di Ruang Guru dan PT Neosia training center yang bergerak di bidang kontraktor, mitra perusahaan yang ber skala nasional dan internasional, hal ini menjadi kembanggaan kampus, pasalnya dari ribuan peserta dua mahasiswa Unidha bisa lolos dan terpilih program”, jelasnya saat memberikan keterangan kepada awak media di Kampus Unidha, Jumat (29/7/2022)
Sementara itu, dari sekian program MBKM, civitas akademika Unidha, senantiasa menjadi bagian dari program tersebut. Sedikitnya ada sekitar 45 mahasiswa yang telah lolos dalam program tersebut.
“Dari jumlah sekitar 45 mahasiwa, ada yang bersifat mandiri, dengan dibiayai pihak kampus. Selain itu, juga ada yang dibaiyai oleh negara lewat kementerian pendidikan,” terang Dr. Ni Wayan Suarniati, S.Pd., S.H., M.Pd, selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik, di kampus Unidha, Jumat (29/07/22).
Beberapa pelaksanaan MBKM di Unidha dan yang sudah berjalan, seperti pertukaran mahasiswa, mahasiswa mengajar, magang dan riset.
Oleh sebab itu, lanjut Ni Wayan perlu dilakukan monitoring dan evaluasi dalam penyelenggaraan MKBM oleh penjaminan mutu Universitas.
” Hal itu dimaksudkan, agar dalam pelaksanaanya, MBKM bisa terjamin dan berkelanjutan,” Ianjutnya.
Sementara itu, ketua tim PK – KM
Tim PK-KM, Dr. Anton Prayitno menjelaskan, sampai saat ini, Unidha telah bekerjasama dengan Perguruan Tinggi lain, baik Negeri maupun Swasta. Bahkan, termasuk lembaga pemerintahan atau swasta dan perusahaan yang bergerak di bidang industri dan kontraktor
“Saat ini, Unidha mendapatkan PKKM untuk pengembangan kemitraan. Hal itu sebagai salah satu pengaplikasian program MBKM. Mengingat, tidak semua dibiayai oleh negara. Jadi yang mandiri, pihak kampus yang menanggung biayanya,” pungkasnya.
Diharapkan dari pengalaman ini bisa memberikan kekayaan ilmu di luar kampus, khususnya bagi mahasiswa program MBKM.
(Him)




















































