BACAMALANG.COM – Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) dan Akademi Farmasi (Akfar) Putra Indonesia Malang (PIM) akan bertransformasi menjadi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) PIM. Hal ini diungkapkan Direktur Akfar PIM Bilal Subhan Agus Santoso di sela Grand Final Dies Natalis Akafarma dan Akfar PIM 2022 di Pasar Apung Museum Angkut Batu, Sabtu (23/7/2022).
Bilal mengatakan, proses peralihan ini sudah diupayakan secara matang sejak tahun 2018 dan sudah disetujui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur.
“Setelah diajukan ke pusat, maka ada syarat menjadi politeknik, salah satunya harus memiliki lebih dua program studi (prodi), sehingga kami menambah satu lagi dengan prodi Gizi,” timpalnya.
Dikatakan Bilal, pemilihan prodi Gizi ini mengacu pada masih banyaknya kebutuhan akan ahli madya gizi di Indonesia, baik itu di puskesmas, klinik, bahkan bisnis katering.
“Kami mencoba menangkap peluang tersebut, yang tentunya akan menambah jumlah peserta didik beserta sarana dan prasarana pendukungnya,” paparnya.
Pihaknya sementara masih memakai kampus yang berlokasi di Jalan Barito Kota Malang tersebut.
“Namun tidak menutup kemungkinan ke depan kami akan menempati tempat yang lebih luas dan lengkap,” tandasnya.

Bilal berharap hasil visitasi bulan Juni 2022 lalu segera tertuang dalam Surat Keputusan Pembentukan Politeknik Kesehatan PIM, setidaknya di bulan Agustus nanti.
Peringatan Dies Natalis Akafarma ke-26 dan Akfar yang ke-25 tahun PIM ini dimeriahkan dengan serangkaian acara. Bertajuk Pharmacy Festival (Pharmafest) 2022 yang mengusung tema ‘Innovative Act For A Better Life’, ada sejumlah kompetisi yang dilombakan, seperti Lomba Karya Tulis Ilmiah, Lomba Poster, Lomba Fotografi, Webinar Series hingga Temu Alumni yang sudah dimulai sejak April 2022 lalu.
Ketua panitia acara Ayu Rista Maya Yusuf mengatakan, berbeda dengan tahun sebelumnya yakni tentang pengolahan makanan, tema yang diangkat kali ini adalah terkait pemanfaatan dan pengolahan limbah baik itu makanan hingga plastik.
“Seperti di kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diikuti siswa tingkat SMA dan Poster. Sementara untuk lomba lainnya lebih menyasar kepada generasi Z seperti reels challenge, fotografi maupun quote of the day dengan tema kesehatan,” ujar wanita yang juiga menjabat sebagai Kepala Administrasi Umum dan Keuangan PIM ini.
Grand Final tersebut juga dimeriahkan pertunjukan seni tari dan suara, serta fashion show para model dengan Batik bercorak tempe khas Desa Beji, Kota Batu. (ned)




















































