Jelang Pilkada Kabupaten Malang, Kampanye Hitam Sasar Lathifah Shohib - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 15 Nov 2020 21:54 WIB ·

Jelang Pilkada Kabupaten Malang, Kampanye Hitam Sasar Lathifah Shohib


 Jelang Pilkada Kabupaten Malang, Kampanye Hitam Sasar Lathifah Shohib Perbesar

BACAMALANG.COM – Atas adanya kampanye hitam menyasar pasangan calon Lathifah – Didik Budi Mulyono (LaDub) relawan Gerbang Madani memberikan sorotan tajam.

“Kalau kampanye negatif saling adu program atau gagasan gak ada masalah, tapi yang kami sayangkan adalah beliau (Lathifah) diserang secara personal yang tidak ada kaitannya dengan kemampuan dalam memimpin Kabupaten Malang,” tegas Sekertaris Gerbang Madani, Nuhkrama Hadianto, Minggu (15/11).

Menyerang Personal

Seperti diketahui, Relawan Gerbang Madani menyayangkan aksi serangan kampanye hitam yang ditujukan kepada LaDub.

Nuhkrama Hadianto mengungkapkan, serangan kampanye hitam kepada Bu Nyai, sapaan akrab Lathifah Shohib, lebih diarahkan kepada personal, bukan terkait dengan kiprah atau program yang diusung.

Nuhkrama mencontohkan, beberapa serangan kampanye hitam yang ditujukan kepada Bu Nyai antara lain yakni sentimen pemimpin perempuan yang dikatakan tidak layak.

Sudah Usang

Terkait hal ini, Nuhkrama menegaskan jika isu sentimen perempuan sudah usang karena beberapa pemimpin atau kepala daerah adalah perempuan, bahkan di Jawa Timur ada 10 kepala daerah perempuan termasuk Gubernur Khofifah.

“Gubernur Jatim, Wali Kota Surabaya, Wali Kota Batu juga adalah sosok perempuan hebat dan mereka berprestasi. Bahkan tidak ada satupun pemimpin perempuan di Jawa Timur yang tersandung korupsi,” ucapnya.

Isu negatif lainnya yang sangat disayangkan juga adalah status Bu Nyai yang tidak memiliki suami atau janda. Isu ini menurut Nuhkrama sangat tidak beradab, mengingat Bu Nyai adalah tokoh dari NU yang sangat disegani oleh warga Nahdiyin.

“Jadi membawa isu pribadi dalam pilkada kami nilai sebagai suatu cara kampanye negatif yang sangat norak dan jauh dari nilai-nilai kebudayaan,” urai Nuhkrama Hadianto memungkasi wawancara. (had/zuk)

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pelapor Dugaan Penipuan Lapak PKL Alun-Alun Batu Bertambah, Kini Jadi Empat Orang

29 September 2026 - 21:10 WIB

HUT Propam Polri ke-24, Polres Malang Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga hingga Pengemudi Ojol

29 September 2026 - 19:43 WIB

Ketua GRIB JAYA Malang Dorong Nazali Lempo Masuk Pertimbangan Figur Jaksa Agung

29 September 2026 - 19:21 WIB

Warga Pertanyakan Status Lahan Fasum di Jalan Bromo, Data Kelurahan dan SHM Berbeda

29 September 2026 - 19:18 WIB

Hendak Transaksi Motor Curian, Terduga Pelaku Curanmor di Dau Diciduk Polisi

29 September 2026 - 19:10 WIB

Titik S. Ariyanto Pimpin PUTRI Jawa Timur, Perkuat Kolaborasi Industri Taman Rekreasi

29 September 2026 - 16:53 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !