BACAMALANG.COM – Untuk daerah Jawa Timur pada Juni 2022 BMKG Stasiun Geofisika Malang mencatat ada 204 (dua ratus empat kejadian
gempa bumi).
“Selama Juni 2022 untuk daerah Jawa Timur pada Juni 2022 BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Malang mencatat ada 204 (dua ratus empat kejadian gempa bumi),” tegas Kepala BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Malang, Ma’muri, baru-baru ini.
Ada tiga gempa bumi berkekuatan terbesar. Yaitu terjadi pada (14/6/2022) berkekuatan 4,2 magnitudo terjadi di 253 km Barat Daya Pacitan. Kedua pada (14/6/2022) terjadi di 239 km Barat Daya Pacitan. Dan ketiga pada (12/6/2022) berkekuatan 5,7 magnitudo di 6 km Tenggara Pacitan.
Berdasarkan kedalaman pusat gempa bumi, 171 (seratus tujuh puluh satu) kejadian gempa bumi merupakan gempa bumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km (h ≤ 60 km), 32 (tiga puluh dua) kejadian gempa bumi menengah dengan kedalaman (60 km ≤ h < 300 km), 1 (satu) kejadian gempa bumi dalam dengan kedalaman ≥ 300 km, dan 1 (satu) kejadian gempa bumi yang dirasakan. Magnitudo terbesar yang tercatat adalah M 5.7 dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah M 1.3.
Dari peta distribusi epicenter gempa bumi periode Juni 2022, terlihat 176 (seratus tujuh puluh enam) kejadian gempa bumi terjadi di laut tersebar di Selatan pulau Jawa dan 28 (dua puluh delapan) kejadian gempa bumi terjadi di darat.
Epicenter gempa bumi yang terjadi di laut yang tersebar di selatan Pulau Jawa sebagai akibat dari subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.
Sedangkan gempa bumi dangkal yang terjadi di darat, epicenter yang berwarna merah sebagai akibat dari pergerakan patahan lokal di daerah tersebut, gempa bumi menengah
dengan epicenter berwarna kuning yang merupakan gempa bumi sebagai aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia, dan gempa bumi dalam dengan epicenter berwarna hijau. Pada periode ini terekam 1 (satu) kejadian gempa bumi dirasakan.
“Kesimpulan laporan kegempaan Juni yaitu magnitudo terbesar M 5.7 dan terkecil yaitu M 1.3. Pada periode ini terdapat 171 kejadian gempa bumi dangkal, 32 menengah,
1 gempa bumi dalam, dan terekam 1 kejadian gempa bumi dirasakan. Kejadian terbanyak tanggal 06 Juni 2022 (15 kejadian gempa bumi), disebabkan aktivitas pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal,” pungkasnya.(*/had)




















































