Karnaval Budaya Sumberejo Meriahkan Selamatan Desa ke-115: Tradisi, Kolaborasi, dan Ekonomi Bangkit Bersama - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 21 Jun 2025 16:18 WIB ·

Karnaval Budaya Sumberejo Meriahkan Selamatan Desa ke-115: Tradisi, Kolaborasi, dan Ekonomi Bangkit Bersama


 Kades Sumberejo, Drs. Riyanto (kiri), bersama Camat Batu, Sasongko Fitra Adhitama dan Wali Kota Batu, Nurochman saat tengah menyaksikan Karnaval Budaya di panggung kehormatan. (Yan) Perbesar

Kades Sumberejo, Drs. Riyanto (kiri), bersama Camat Batu, Sasongko Fitra Adhitama dan Wali Kota Batu, Nurochman saat tengah menyaksikan Karnaval Budaya di panggung kehormatan. (Yan)

BACAMALANG.COM – Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu, menggeliat dalam semarak budaya lewat gelaran Sumberejo Spectaculer Carnival yang sukses digelar Sabtu (21/6/2025). Karnaval budaya ini menjadi puncak perayaan Selamatan Desa Sumberejo ke-115 dengan mengusung tema “Nyawiji Anggayuh Lestari” yang berarti “bersatu meraih kelestarian.”

Kepala Desa Sumberejo, Drs. Riyanto, menyebutkan bahwa acara dimulai pukul 11.00 WIB dengan penampilan 15 kelompok seni lokal dan karnaval dari 10 RW yang menampilkan Reog, pencak silat, bantengan, hingga tari-tarian tradisional.

“Partisipasi warga luar biasa. Kita juga libatkan aparat keamanan dan Linmas untuk kelancaran acara. Ini bagian dari upaya kami melestarikan budaya sekaligus memperkuat kebersamaan warga,” ujar Riyanto.

Kemeriahan tidak berhenti di siang hari. Selepas Maghrib, hiburan rakyat dan pertunjukan musik dari sound system lokal turut menghibur warga hingga malam hari.

Tak hanya menjadi ajang budaya, karnaval ini juga menjadi penggerak ekonomi desa. Istri Kepala Desa, Mulyatini, menegaskan bahwa acara ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk unjuk gigi.

“Kami ingin dampaknya menyentuh budaya, ekonomi, dan sosial. Ini bukan sekadar pesta rakyat, tapi momentum pemberdayaan,” ujarnya.

Di sisi lain, nilai spiritual tetap dijaga. Kegiatan selamatan desa turut diisi doa lintas agama dan ritual adat Jawa, sebagai bentuk syukur dan harapan untuk keberkahan desa.

Sesepuh desa, Mbah Jum, memaknai selamatan ini sebagai refleksi bersama atas hubungan antara manusia, alam, dan pembangunan.

“Ini warisan sosial, bukan sekadar tradisi. Nilainya abadi bagi generasi penerus,” tuturnya.

Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 144 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Uri-uri Budaya Jawa, Parade Tari dan Kuda Lumping Semarakkan Festival Gendang Purnama Ganesha di Karangkates

19 Mei 2026 - 16:16 WIB

Lestarikan Budaya, Digelar Lomba Tari Gendang Purnama Ganesha 8 di Karangkates

15 Mei 2026 - 17:16 WIB

Elektro Day SMK PGRI 3 Malang, Cara Seru Belajar Tanpa Suasana Membosankan

15 Mei 2026 - 12:20 WIB

Dijuluki “Putri Galau”, Princess Fitria Siap Gebrak Industri Musik Lewat Single Pop Melayu Baru

14 Mei 2026 - 18:34 WIB

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende, Warga NTT Malang Raya Bahas Inkulturasi Iman Katolik di Tengah Kehidupan Modern

14 Mei 2026 - 08:23 WIB

Prodi Teknologi Pendidikan FIP UNESA Gelar Pelatihan Susun Instrumen Evaluasi Berbasis AI Bagi Guru SMA Barunawati Surabaya

10 Mei 2026 - 16:46 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !