Luka Belum Sembuh, Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Tolak Laga Arema vs Persebaya - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 5 Apr 2026 06:48 WIB ·

Luka Belum Sembuh, Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Tolak Laga Arema vs Persebaya


 Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan melakukan aksi damai dan doa bersama di depan Gate 13 Stadion Kanjuruhan, membawa poster menyuarakan penolakan, rencana pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada Selasa (28/4/2026). (YKTK for Baca Malang) Perbesar

Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan melakukan aksi damai dan doa bersama di depan Gate 13 Stadion Kanjuruhan, membawa poster menyuarakan penolakan, rencana pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada Selasa (28/4/2026). (YKTK for Baca Malang)

BACAMALANG.COM — Rencana pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan pada Selasa (28/4/2026) kembali menuai penolakan. Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan menegaskan bahwa luka dan trauma mendalam akibat peristiwa 1 Oktober 2022 yang merenggut 135 jiwa belum sepenuhnya pulih.

Aksi damai dan doa bersama digelar di depan Gate 13 Stadion Kanjuruhan. Para peserta membawa poster berisi penolakan, salah satunya bertuliskan, “Di mana hati nurani kalian, menghadirkan Persebaya datang lagi ke Kanjuruhan, trauma kami belum hilang.”

Ketua Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK), Devi Atok, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk sikap tegas terhadap rencana pertandingan tersebut. “Aksi yang kami lakukan itu bertujuan untuk menyatakan sikap tegas menolak rencana laga Arema melawan Persebaya mendatang,” ujarnya.

Suasana haru dan ketegangan emosional menyelimuti kawasan stadion. Kehadiran tim rival dinilai berpotensi membuka kembali luka lama yang belum sepenuhnya mengering bagi para keluarga korban.

Dalam kegiatan doa bersama tersebut, Devi Atok hadir bersama pengurus YKTK lainnya, seperti Nuri Hidayat, Djuwariyah, Cholifatur Noor, M. Toyib, dan Puji Asmawati. Dukungan moral juga datang dari aktivis mahasiswa Universitas Brawijaya, Mohammad Rafi Azzamy.

Selain aksi damai, YKTK turut menyerahkan surat penolakan resmi kepada Polres Malang. Surat tersebut memuat tiga poin utama, yakni trauma mendalam yang masih membayangi keluarga korban, kurangnya empati dari panitia pelaksana jika laga tetap digelar di lokasi tragedi, serta risiko tinggi yang berpotensi memicu ketegangan dan situasi tidak kondusif.

YKTK meminta pihak berwenang untuk meninjau kembali keputusan perizinan pertandingan demi menjaga kondusivitas dan menghormati perasaan para penyintas. Hingga berita ini diturunkan, pertandingan pekan kedua BRI Super League tersebut masih dijadwalkan berlangsung pada 28 April 2026 di Stadion Kanjuruhan. Belum ada tanggapan resmi dari Polres Malang terkait penolakan tersebut.

Pewarta/Editor: Hadi Triswanto

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

DPRD Kabupaten Malang Dorong Perlindungan Balita Korban Pencabulan Dosen

7 April 2026 - 06:12 WIB

Pembatasan Medsos Anak, Cegah Mereka Jadi Pelaku Kejahatan di Malang

6 April 2026 - 19:46 WIB

KAI Daop 8 Layani 191 Ribu Penumpang di Malang Raya Selama Lebaran

6 April 2026 - 19:42 WIB

Dugaan Korupsi Pasar Among Tani Menguat, Lima ASN Pemkot Batu Diperiksa Kejari

6 April 2026 - 19:32 WIB

Pemkot Malang Kebut Imunisasi Campak, Wali Kota Turun Langsung Pastikan Target Tercapai

6 April 2026 - 17:56 WIB

Amarah Brawijaya Tolak Nota Kesepahaman Laga Persebaya vs Arema FC di Kanjuruhan

6 April 2026 - 06:01 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !