Amarah Brawijaya Tolak Nota Kesepahaman Laga Persebaya vs Arema FC di Kanjuruhan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 6 Apr 2026 06:01 WIB ·

Amarah Brawijaya Tolak Nota Kesepahaman Laga Persebaya vs Arema FC di Kanjuruhan


 Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (Amarah Brawijaya) mengeluarkan pernyataan sikap untuk menolak nota kesepahaman Presidium Aremania tentang laga Persebaya vs Arema FC di Kanjuruhan. (IG lpmkavling10) Perbesar

Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (Amarah Brawijaya) mengeluarkan pernyataan sikap untuk menolak nota kesepahaman Presidium Aremania tentang laga Persebaya vs Arema FC di Kanjuruhan. (IG lpmkavling10)

BACAMALANG.COM – Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (Amarah Brawijaya) mengeluarkan pernyataan sikap untuk menolak nota kesepahaman Presidium Aremania tentang laga Persebaya vs Arema FC di Kanjuruhan.

Nota kesepahaman ini dinilai hanya berusaha mengamankan jalannya laga, bukan menilai kelayakan laga. Dalam surat bernomor 024/PRES-ARM/IV/2026, Panitia Pelaksana, Manajer Arema FC, Presidium Arema Utas, Kapolres Batu, Kapolres Malang, Kapolresta Malang, Walikota Batu, Bupati Malang, dan Walikota Malang turut diundang ke dalam acara untuk memberikan sambutan.

Amarah Brawijaya menilai bahwa nota kesepahaman tersebut tidak berusaha untuk menilai seberapa layak laga itu digelar, melainkan hanya berusaha untuk mengamankan jalannya laga.

“Kesepahaman yang ditandatangani di atas ketidakadilan bukan kesepahaman. Ia adalah kesepakatan untuk melupakan,” tulis Amarah Brawijaya di IG lpmkavling10, belum lama ini.

Dua puluh tiga hari menjelang laga berlangsung, Amarah Brawijaya juga secara tegas menolak pertandingan Arema FC melawan Persebaya diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan. Mereka mengingatkan bahwa kapitalisme bekerja dengan menormalisasi tragedi, bukan dengan membantahnya.

Amarah Brawijaya juga menyatakan bahwa kapitalisme sepak bola tidak peduli siapa yang mati, selama stadion bisa kembali menghasilkan uang.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Heboh! Pencari Rongsokan Ditemukan Tewas di Sungai Putat Lor Gondanglegi

5 April 2026 - 16:07 WIB

Komplotan Maling Motor Digerebek Warga Dengkol, Satu Perempuan Tertangkap dan Satu Pelaku Pria Lolos

5 April 2026 - 15:41 WIB

Luka Belum Sembuh, Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Tolak Laga Arema vs Persebaya

5 April 2026 - 06:48 WIB

Universitas Brawijaya Matangkan Persiapan UTBK 2026, Gelar Uji Coba Serentak

4 April 2026 - 20:15 WIB

Warga Sumberagung Ngantang Gempar, Seorang Nenek Ditemukan Tewas di Rumahnya

4 April 2026 - 19:57 WIB

Motor Pelanggan Toko Digasak Maling di Bululawang, Polisi Buru Pelaku

4 April 2026 - 19:31 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !