Mampir ke SMAN 4 Kota Malang, Wardiman Djojonegoro Beri Motivasi Siswa dan Paparkan Sejarah Pangeran Diponegoro - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 4 Agu 2023 20:49 WIB ·

Mampir ke SMAN 4 Kota Malang, Wardiman Djojonegoro Beri Motivasi Siswa dan Paparkan Sejarah Pangeran Diponegoro


 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993-1998 Prof. Wardiman Djojonegoro (tengah, berjas hitam) bersama siswa dan guru SMAN 4 Kota Malang, Jumat (4/8/2023). (Nedi Putra AW) Perbesar

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993-1998 Prof. Wardiman Djojonegoro (tengah, berjas hitam) bersama siswa dan guru SMAN 4 Kota Malang, Jumat (4/8/2023). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Para siswa SMAN 4 Kota mendapat kelas istimewa dengan kehadiran Prof. Wardiman Djojonegoro. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993-1998 tersebut berkesempatan ‘mengajar’ dalam kegiatan “Jumpa Tokoh” yang dihelat di sekolah setempat, Jumat (4/8/2023).

Wardiman, yang saat ini sudah berusia 89 tahun, mengawali dengan memberi motivasi kepada para siswa.

“Jangan kalah sama saya, oleh karena itu dari sekarang kalian harus punya tujuan hidup yang lebih spesifik. Jangan bercita-cita misalnya jadi orang yang berguna bagi negara, jangan seperti itu. Tentukan langsung, jadi ahli internet, mau buka warung internet atau warung tegal sekalipun,” paparnya.

Mantan mendikbud yang terkenal dengan penerapan link and match ini menegaskan, bahwa setelah menentukan tujuan, sebelumnya buatlah planning atau perencanaan dan pelaksanaan untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Ia juga memotivasi siswa agar menyukai pelajaran sejarah. Dikatakan Wardiman, mata pelajaran (mapel) sejarah bukanlah momok bagi siswa.

“Sejarah mungkin mapel menakutkan nomer 10, di atasnya masih ada Matematika maupun Fisika,” ungkap pria kelahiran tahun 1934 di Pamekasan Madura ini.

Prof. Wardiman Djojonegoro saat membahas sejarah Pangeran Diponegoro di SMAN 4 Kota Malang, Jumat (4/8/2023). (Nedi Putra AW)

Ia menuturkan, bahwa pada masa sekolah dulu, Pancasila adalah mapel yang menarik, sehingga banyak yang melamar menjadi guru Pancasila. Sementara ia sendiri menyukai sejarah sejak SMP, yang ditandai dengan nilai-nilainya yang bagus.

“Bagi saya, sejarah itu menarik, karena ada rangkaian gerakan dari manusia sebelum kita ada,” ungkap Ketua Umum Yayasan Puteri Indonesia ini.

Dalam acara yang dihadiri siswa dan guru tersebut, Wardiman memaparkan sejarah Pangeran Diponegoro dari buku “Sejarah Ringkas Pangeran Diponegoro dan Perang Jawa 1825-1830” yang ditulisnya.

“Buku itu merupakan ringkasan dari buku karya sejarawan Peter Carey yang aslinya sangat tebal, saya buat agar orang lebih mudah membacanya,” ucapnya sambil membagikan empat bukunya tersebut kepada guru sekolah.

Dalam paparan selama hampir satu jam tersebut, Wardiman ‘meluruskan’ sejarah Pangeran Diponegoro dengan mengungkapkan, bahwa banyak penulis Belanda yang menyajikan informasi yang tidak benar, seperti menganggap bahwa Pangeran Diponegoro berperang karena tidak diberi takhta sebagai sultan. 

Pegiat budaya Panji ini juga menekankan peran penting bapak dan ibu guru, agar dapat membuat sejarah khususnya, menjadi bahan ajaran menarik, sehingga siswa berminat dan menyukai mata pelajaran itu.

“Saya tegaskan bahwa 70 persen perannya ada pada bapak dan ibu guru,” tukas Dewan Penasehat PGRI Pusat ini.

Kepala SMAN 4 Kota Malang, Hari Wahjono merasa senang dengan kegiatan “Jumpa Tokoh” di sekolahnya. Apalagi yang hadir adalah Mendikbud di era 1993-1998 yang sangat tepat sebagai sarana bagi para siswa maupun guru di SMAN 4 untuk meningkatkan pembelajaran.

Hari mengatakan, kedatangan Eyang Wardiman, ia menyebutnya demikian, adalah hal luar biasa baginya.

“Saya dulu menerima penghargaan sebagai guru berprestasi langsung oleh beliau hampir dua puluh tahun silam,” ungkapnya.

Terkait paparan Wardiman, Hari menuturkan bahwa pihaknya lewat guru sejarah, akan mencoba bagaimana mengimplementasikan sejarah terutama dari buku para pelaku sejarah agar tidak salah dalam memberikan pemahaman pada anak-anak tentang pentingnya sejarah.

“Kami akan upgrade diri untuk meningkatkan kompetensi guru sejarah, baik itu lewat studi banding, workshop sejarah maupun mendatangkan pakar-pakar dari buku induknya, karena akan berdampak besar jika sejarah salah dalam pemahamannya,” tandas Hari.

Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 142 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

DPRD Kabupaten Malang Dorong Perlindungan Balita Korban Pencabulan Dosen

7 April 2026 - 06:12 WIB

Pembatasan Medsos Anak, Cegah Mereka Jadi Pelaku Kejahatan di Malang

6 April 2026 - 19:46 WIB

KAI Daop 8 Layani 191 Ribu Penumpang di Malang Raya Selama Lebaran

6 April 2026 - 19:42 WIB

Dugaan Korupsi Pasar Among Tani Menguat, Lima ASN Pemkot Batu Diperiksa Kejari

6 April 2026 - 19:32 WIB

Pemkot Malang Kebut Imunisasi Campak, Wali Kota Turun Langsung Pastikan Target Tercapai

6 April 2026 - 17:56 WIB

Amarah Brawijaya Tolak Nota Kesepahaman Laga Persebaya vs Arema FC di Kanjuruhan

6 April 2026 - 06:01 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !