Munas Aremania Digelar, Pegowes 'Justice for Kanjuruhan' Harap Bisa Dampingi Korban Tragedi Kanjuruhan Cari Keadilan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 27 Mei 2024 20:20 WIB ·

Munas Aremania Digelar, Pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Harap Bisa Dampingi Korban Tragedi Kanjuruhan Cari Keadilan


 Narendra Wicaksono foto di patung singa depan Stasiun Kereta Api Kotabaru Malang, Januari 2024 lalu.(IG Narendra) Perbesar

Narendra Wicaksono foto di patung singa depan Stasiun Kereta Api Kotabaru Malang, Januari 2024 lalu.(IG Narendra)

BACAMALANG.COM – Musyawarah Nasional (Munas) Aremania Satu di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (1-2/6/2024) nanti menjadi momentum kembali bersatunya suporter bola di Malang, khususnya bagi pendukung Arema.

Acara tersebut merupakan yang pertama kali, karena belum pernah terjadi sebelumnya.

Tak bisa dipungkiri, dualisme Arema membuat Aremania terpecah, belum lagi ditambah dengan kasus Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 silam.

Dukungan bagi Aremania untuk kembali bersatu mengalir dari sejumlah pihak, tak terkecuali dari beberapa suporter dari klub lain di Indonesia. Banyak pihak yang berharap Aremania bisa kembali seperti dulu lagi.

Terkait hal ini pegowes ‘Justice for Kanjuruhan’ Narendra Wicaksono, turut memberikan tanggapan dan pandangan.

“Sebagai media untuk mempersatukan elemen suporter sepak bola Malang itu sangat diperlukan,” tegas Narendra kepada BacaMalang.com, Senin (27/5/2024).

Ia menilai, Munas Aremania bisa menjadi wahana untuk memajukan persepakbolaan Arema

“Seharusnya iya, mengingat posisi suporter adalah sangat vital (pemain ke-12),” tutur pemuda tangguh asal Klaten ini.

Ia mengungkapkan harapan terkait Munas Aremania bisa memberikan ruang, membersamai serta mendampingi keluarga korban mencari keadilan.

Ia juga memaparkan respon setelah melihat reel video pemaparan visi misi calon presidium.

“Saya pesimis setelah melihat video pemaparan visi misi di mana dalam 7 menit pemaparan dari 11 orang pemapar hanya 1 orang yang bicara soal Tragedi Kanjuruhan. Itupun diucapkan bukan sebagai induk kalimat. Saya berharap itu bukan pertanda buruk bagi para penyintas yang sekarang masih terus berjuang,” urainya mengakhiri.

Seperti diketahui, dalam berita sebelumnya, Narendra Wicaksono telah memulai perjalanan bersepeda dari Klaten menuju Makkah, sambil menuntut keadilan bagi korban Tragedi Kanjuruhan. Kini, perjalanannya telah membawanya sampai ke Thailand.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 217 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dua Pelaku Gendam Beraksi di Turen, Penjaga Pertashop Tertipu hingga Uang Jutaan Rupiah Raib

16 Mei 2026 - 09:42 WIB

Tiga Remaja Bermotor di Bululawang Bobol Tiga Kedai dalam Semalam

16 Mei 2026 - 09:38 WIB

Usai Antar Pesanan, Driver Ojol Dibegal Tiga Pria Bersenjata di Kota Batu, Motor Raib

16 Mei 2026 - 09:33 WIB

Soroti Dugaan Jual Beli Lapak PKL di Kota Batu, Praktisi Hukum Desak Pemkot Segera Hadir

16 Mei 2026 - 07:35 WIB

Jelang Iduladha 1447 H, Petugas Teknis Peternakan Kecamatan dan Dokter Hewan Diberi Pembekalan

16 Mei 2026 - 07:24 WIB

Pengendara Motor Meninggal Usai Hantam Truk Tangki di Singosari

16 Mei 2026 - 07:06 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !