Pariwisata, Industri yang Terdampak Pertama Pandemi Covid-19 - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

OPINI · 9 Mar 2021 12:35 WIB ·

Pariwisata, Industri yang Terdampak Pertama Pandemi Covid-19


 Pariwisata, Industri yang Terdampak Pertama Pandemi Covid-19 Perbesar

Oleh: Bagus Rochadi

BACAMALANG – Industri Pariwisata adalah yang terdampak pertama paling lama Covid-19, dan diperkirakan pulih paling lama.

Industri pariwisata tentunya berkaitan dengan industri kreatif dan kuliner yang melibatkan banyak pihak. Tentunya industri pariwisata adalah salah satu harapan untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian.

Baru saja kami insan pariwisata sejenak mulai bernafas lega terkait kelonggaran aturan PSBB. Akan tetapi, kami dikejutkan oleh sebuah berita duka tentang dua mahasiswa yang meninggal dunia usai mengikuti diklat penerimaan anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pencak silat Pagar Nusa di kawasan Coban Rais, Kota Batu pada Sabtu (6/3/2021) kemarin.

Cukup sering saya berjalan-jalan hingga ke air terjun Coban Rais, entah sendirian atau sedang mengawal tamu. Saya memastikan akses menuju air terjun Coban Rais cukup aman. Hanya perlu berhati-hati, karena di musim penghujan seperti ini tentunya jalanan lebih licin daripada biasanya. Bahkan, kawasan wisata di sekitar Coban Rais pun adalah kawasan wisata ramah anak.

Hingga pagi ini, saya masih kesulitan untuk mengetahui penyebab jelas kedua mahasiswa tersebut meninggal. Dari beberapa media, saya hanya membaca apabila mahasiswa tersebut “terjatuh”.

Terjatuh seperti apa? tidak dijelaskan lebih mendetail. Saya berharap diklat mahasiswa seperti ini tidak mengulang kejadian Fikri selaku mahasiswa ITN yang harus kehilangan nyawa, karena disiksa oleh seniornya saat mengikuti Ospek yang dikemas dalam Kemah Bakti Desa di Pantai Goa Cina, Dusun Rowotratih, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten, Malang, pada Oktober 2013 silam.

Saya juga cukup menyesalkan, karena kegiatan diklat UKM Pencak Silat Pagar Nusa tersebut belum meminta izin kepada pihak kampus. Apalagi memberitahukan kegiatan mereka kepada masyarakat sekitar, Satgas Covid, PERHUTANI, pengelola wisata Coban Rais maupun pihak Kepolisian.

Harusnya adik-adik mahasiswa ini dapat mengedepankan logika, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dampaknya bukan hanya pada organisasi mereka dan keluarga, melainkan juga kepada masyarakat sekitar, terutama yang berusaha pulih melalui sektor industri pariwisata.

Batu, 9 Maret 2021

Catatan Redaksi: Bagus Rochadi, CEO Indonesian Super Guide.

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Permisif terhadap Perubahan yang Merusak

23 Maret 2026 - 12:00 WIB

Alun-Alun Kepanjen, Ujian Administrasi Sekda, dan Pertanyaan Sunyi tentang Bank Jatim Sebagai Bank Persepsi

24 Februari 2026 - 17:01 WIB

Warkop Grajen Kepanjen, Tebarkan Kebahagiaan sembari Ngopi, dan Ngaji tentang Kehidupan

15 Februari 2026 - 20:58 WIB

Bahan Obrolan Hari Pers Nasional 2026: Kala Algoritma Memilihkan Berita

9 Februari 2026 - 14:14 WIB

Warkop Grajen: Ruang Dialog dan Spiritualitas di Tengah Masyarakat Kepanjen

21 Januari 2026 - 11:59 WIB

Menimbang Dampak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 Bagi Guru, Siswa, dan Sekolah

19 Januari 2026 - 12:58 WIB

Trending di OPINI

©Hak Cipta Dilindungi !