Pelukis Muda Aliya Sakina Gelar Pameran Tunggal “Cerita Panji”, Tafsir Tradisi Topeng Malangan ala Gen Z - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 3 Agu 2025 23:34 WIB ·

Pelukis Muda Aliya Sakina Gelar Pameran Tunggal “Cerita Panji”, Tafsir Tradisi Topeng Malangan ala Gen Z


 Pelukis muda Aliya Sakina Murdoko, bersama kurator pameran Arik S. Wartono menyimak art perform Tari Topeng Malangan oleh Bambang Pangsud bersama putrinya dari Komunitas Pangsud dalam pembukaan pameran lukisan tunggal Perbesar

Pelukis muda Aliya Sakina Murdoko, bersama kurator pameran Arik S. Wartono menyimak art perform Tari Topeng Malangan oleh Bambang Pangsud bersama putrinya dari Komunitas Pangsud dalam pembukaan pameran lukisan tunggal "Cerita Panji: Menafsir Tradisi Topeng Malangan" di Malang Creative Center (MCC), Minggu (3/8/2025). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Pelukis muda berbakat asal Malang, Aliya Sakina Murdoko, kembali menggelar pameran lukisan tunggal di Malang Creative Center (MCC). Perempuan kelahiran 2010 ini mengangkat tema Cerita Panji: Menafsir Tradisi Topeng Malangan, yang dibuka pada Minggu (3/8/2025) dan akan berlangsung hingga Sabtu (16/8/2025).

Pameran ini menampilkan 14 karya lukis dan menjadi pameran seri kedua bagi Aliya. Sebelumnya, ia menggelar pameran bertajuk Panji Sacrifice pada awal 2024. Pembukaan pameran dimeriahkan oleh pertunjukan Tari Topeng Malangan oleh Bambang Pangsud bersama putrinya dari Komunitas Pangsud, serta penampilan musik dari kelompok Mlebu Metu.

“Kali ini saya mencoba mengeksplorasi Cerita Panji dari sisi Topeng Malangan,” ungkap Aliya di sela acara pembukaan.

Pengunjung menyimak lukisan-lukisan dalam pameran tunggal “Cerita Panji: Menafsir Tradisi Topeng Malangan” karya Aliya Sakina Murdoko di Malang Creative Center (MCC), Minggu (3/8/2025). (Nedi Putra AW)

Dalam proses kreatifnya, Aliya melakukan riset melalui referensi daring dan berdiskusi langsung dengan seorang seniman Topeng Malangan di Tumpang. Dua karya favoritnya adalah “Panji Petarung” dan “Pelarian Candrakirana”.

Karya “Panji Petarung” yang dibuat dengan teknik oil & acrylic on canvas menggambarkan sosok Panji Inu Kertapati, seorang kesatria yang berjuang demi cintanya kepada Candrakirana. Sedangkan “Pelarian Candrakirana” menampilkan kisah Galuh Candrakirana, putri kerajaan yang harus meninggalkan istana karena diusir oleh saudarinya yang iri hati.

“Candrakirana memang meninggalkan istananya, tapi tidak kehilangan harapan. Ia tetap berusaha untuk bertemu kembali dengan Panji Inu Kertapati,” ujar Aliya, siswa kelas X SMA National Leader School Malang.

Selain itu, terdapat lukisan berjudul “Semirang” yang menggambarkan Panji Semirang dengan dominasi warna merah. Sementara karya lainnya berjudul “Terhubung” menampilkan karakter-karakter dari kisah Panji dan Candrakirana.

Kurator pameran Arik S. Wartono (kanan), mendampingi Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Juli Handayani, SE, MM, dan Kabid Pemasaran Pariwisata dan Ekraf Disporapar Kota Malang, Laode KB Al Fitra meninjau pameran tunggal “Cerita Panji: Menafsir Tradisi Topeng Malangan” karya Aliya Sakina Murdoko di Malang Creative Center (MCC), Minggu (3/8/2025). (Nedi Putra AW)

Kurator pameran, Arik S. Wartono, menyampaikan bahwa Cerita Panji merupakan epos klasik yang telah hadir dalam berbagai bentuk seni tradisi Nusantara, termasuk Wayang dan Tari Topeng Malangan. Pameran ini merupakan tafsir bebas Aliya sebagai anak muda terhadap tradisi tersebut.

“Salah satu fokusnya adalah Panji Semirang. Saya melihat bahwa meski Aliya sebagai Gen Z belum tentu menguasai bahasa walikan khas Malang, namun semangat membolak-balik hal untuk tafsir baru itu terasa dalam karyanya,” jelas Arik, pembina Sanggar DAUN.

Arik juga menggandeng dua penulis seni, Saiful Hadjar dan Anang Prasetyo, dalam menyusun narasi pameran. Saiful menilai lukisan-lukisan Aliya merupakan hasil transformasi dari kisah rakyat seperti penyamaran Dewi Sekartaji yang dituangkan dalam gaya anak milenial.

“Ini bentuk kesinambungan budaya, mengawinkan tradisi dan modernitas lewat pendekatan kreatif generasi muda,” ujar Saiful, penulis asal Surabaya.

Sementara itu, Anang Prasetyo mengaku terkesan dengan nuansa hitam-merah dalam lukisan-lukisan Panji. “Aliya mencapai puncak spiritualitas dan visual dalam karyanya,” puji Anang.

Pameran ini turut dihadiri perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) serta Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.

“Kami sangat mengapresiasi talenta muda seperti Aliya yang telah meraih banyak prestasi. Kami akan mengundangnya dalam acara-acara Disporapar ke depan,” kata Laode KB Al Fitra, Kabid Pemasaran Pariwisata dan Ekraf Disporapar Kota Malang.

Dukungan juga disampaikan Kabid Kebudayaan Dikbud Kota Malang, Juli Handayani, SE., MM., yang mengatakan bahwa pihaknya siap memberikan rekomendasi bagi seniman seperti Aliya untuk program-program kebudayaan nasional, serta menyediakan fasilitas venue seperti Gedung Kesenian Gajayana dan Gedung DKM.

Pameran ini juga mendapat dukungan penuh dari SMA National Leader School Malang dan rekan-rekan Aliya, yang telah mulai melukis sejak usia 4 tahun.

Pewarta: Nedi Putra AW
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 132 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Uri-uri Budaya Jawa, Parade Tari dan Kuda Lumping Semarakkan Festival Gendang Purnama Ganesha di Karangkates

19 Mei 2026 - 16:16 WIB

Lestarikan Budaya, Digelar Lomba Tari Gendang Purnama Ganesha 8 di Karangkates

15 Mei 2026 - 17:16 WIB

Elektro Day SMK PGRI 3 Malang, Cara Seru Belajar Tanpa Suasana Membosankan

15 Mei 2026 - 12:20 WIB

Dijuluki “Putri Galau”, Princess Fitria Siap Gebrak Industri Musik Lewat Single Pop Melayu Baru

14 Mei 2026 - 18:34 WIB

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende, Warga NTT Malang Raya Bahas Inkulturasi Iman Katolik di Tengah Kehidupan Modern

14 Mei 2026 - 08:23 WIB

Prodi Teknologi Pendidikan FIP UNESA Gelar Pelatihan Susun Instrumen Evaluasi Berbasis AI Bagi Guru SMA Barunawati Surabaya

10 Mei 2026 - 16:46 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !