BACAMALANG.COM – Kota Malang diharapkan bebas dari CRS atau Congenital Rubella Syndrome, yang merupakan kumpulan gejala akibat infeksi virus rubella selama kehamilan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan kota Malang Husnul Muarif saat Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dan Kegiatan Sosialisasi Advokasi Pelaksanaan Program Imunisasi di Hotel Santika Premiere Malang, Kamis (28/7/2022).
Husnul menuturkan, hal ini menjadi perhatian pemerintah Kota Malang, dalam hal ini Dinas Kesehatan dalam pelaksanaan imunisasi yang akan dimulai di bulan Agustus 2022 ini.
“Proyeksi kelompok sasaran di Kota Malang sebanyak 39.971 anak, dengan target minimal 95 persen, dan rentang umur 9-59 bulan, sehingga dari banyaknya sasaran ini akan melibatkan banyak organisasi dan kader kesehatan dan kepala wilayah di dalam memobilisasi sasaran sesuai jadwal yang akan dikeluarkan puskesmas setempat,” paparnya.
Husnul menambahkan tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pencapaian imunisasi dasar, dan meningkatkan kekebalan bayi.
“Namun seperti di awal tadi, yang utama adalah memutus transmisi penyakit rubella atau CRS tersebut,” tegasnya.
Husnul berharap semoga CSR tidak terjadi, khusunya di Kota Malang, mengingat pengaruhnya sangat besar pada ibu hamil.
“Selain itu bayi berisiko CRS akan sangat memberatkan anak itu sendiri, keluarga maupun masyarakat, karena selain bisa cacat mental, juga berpengaruh secara fisik, baik untuk mata dan telinga,” urainya.
Wali Kota Drs H Sutiaji agenda Imunisasi Kejar Polio DPT-HB- Hib yang terlewat, serta imunisasi tambah Campak-Rubella.
Ada polio, hepatitis, difteri, Sutiaji menekankan, bahwa edukasi terkait imunisasi adalah tugas semua pihak, meskipun penyediaan fasilitas kesehatan adalah tugas pemerintah.
“Terutama orang tua, dengan kolaborasi berbagai pihak agar anak sehat,” ujarnya.
Menurut Sutiaji, hal ini penting karena masih banyak orang yang takut anaknya diimunisasi.
“Padahal imunisasi ini gratis, aman dan berkualitas serta dapat melindungi anak dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (P3DI),” bebernya.
Dalam pelaksanaan BIAN ini Sutiaji memberi pengarahan seperti memastikan kesiapan vaksin, puskesmas, faskes dan nakesnya.
“Selain itu perkuat komunikasi, informasi dan edukasi agar tidak terjadi miskomunikasi, petakan area krusial, serta optimalkan pemantauan dan evaluasi,” urainya.
Seperti ditekankan Sutiaji, salah satunya di wilayah Kedungkandang, dengan pedekatan kepada tokoh-tokoh masyarakatnya.
Pada akhir acara, Walikota Sutiaji bersama TP PKK Kota Malang yang juga bertugas sebagai Bunda PAUD, Hj. Widayati Sutiaji ikut mendampingi 16 anak yang menerima imunisasi di lokasi kegiatan.
“Anak-anak ini semua pintar dan pemberani mengikuti imunisasi, biar nanti selalu sehat dan ceria” ujarnya memberi semangat. (ned)




















































