Promo Lewat Vlog, YouTuber Cantik Ini Optimis Pariwisata Tumbuh Pasca Pandemi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 10 Agu 2020 16:17 WIB ·

Promo Lewat Vlog, YouTuber Cantik Ini Optimis Pariwisata Tumbuh Pasca Pandemi


 Promo Lewat Vlog, YouTuber Cantik Ini Optimis Pariwisata Tumbuh Pasca Pandemi Perbesar

BACAMALANG.COM – Terpaan pandemi Covid 19 merontokkan berbagai bidang bisnis dan menjadikan ekonomi terpuruk.

Namun di tengah kondisi tersebut masih ada sosok yang masih semangat dan optimis dalam mempromosikan pariwisata dengan cara nge-vlog dan memberikan panduan kepada wisatawan.

“Industri pariwisata bisa tumbuh positif karena sampai sekarang dari cerita teman-teman banyak yang sudah greget buat wisata dan traveling lagi, ketika pandemi ini sudah bisa diatasi dan semua bisa kembali normal. Aku yakin pariwisata akan tumbuh positif lagi bahkan lebih dari sebelumnya,” tandas YouTuber Lany Novia yang biasa dipanggil Novia ini.

Novia mengatakan, lokasi wisata yang paling mengesankan selama nge-vlog adalah Australia dan Kepulauan Komodo.

Ia mengungkapkan, dirinya merasa berkesan karena tempatnya sangat berbeda dengan Indonesia, dan beda budaya.

“Karena aku suka belajar budaya lain, segalanya disana beda dengan di Indonesia. Sama-sama indah dan bagus pemandangannya tapi beda. Karena masing-masing punya ciri khas.
Kepulauan Komodo suka banget karena disana juga beda banget dengan di Jawa, lautnya bersih, pemandangannya indah banget. Apalagi waktu sailing menaiki perahu besar gitu. Dari Gili Trawangan ke pulau kuomodo 4 hari 3 malam terapung di
tengah laut dan hidup di kapal laut. Bisa lihat lumba-lumba berenang di sekitar kapal, menyelam di tengah laut, dan mengunjungi pulau-pulau kecil,” tutur Novia.

Novia mengungkapkan, dampak pandemi pada pariwisata saat PSBB kemarin sangat memprihatinkan.

“Karena sebelumnya pariwisata lagi naik daun banget, semua orang lagi suka traveling dan wisata, jadinya ada kejadian pandemi ini industri pariwisata terpukul banget bahkan banyak yang rugi. Aku juga punya bisnis kecil-kecilan pariwisata juga ikut terdampak juga. Pandemi imbasnya sangat besar ke dunia pariwisata, dulu yang seakan bisnisnya menjanjikan seperti tiket pesawat, hotel, dan lainnya, sekarang malah sebaliknya. Miris sih melihatnya karena seperti Indonesia mungkin juga sudah promosi besar-besaran pariwisatanya. Ada pandemi gini pasti juga banyak efeknya,” imbuh Novia.

Novia menjelaskan, gambaran new normal saat ini di beberapa destinasi wisata sudah menerapkan protokol kesehatan.

“Sebagian besar atau bahkan semua sudah mematuhi protokol kesehatan new normal. Akan tetapi kadang yang berkunjung terlalu banyak, juga mengkhawatirkan,” ujar Novia.

Ia mengungkapkan, berdasar pengalaman selama ini wisman terkendala bahasa saat berada di Indonesia.

“Iya, sangat terkendala, karena banyak orang Indonesia yang tidak bisa bahasa Inggris. Gak jarang aku ketemu wisatawan asing dan bantuin mereka translate buat ngomong ke orang Indonesia. Bahkan pelaku industri pariwisata juga banyak yang belum bisa bahasa Inggris,” tutur perempuan alumnus Universitas Malang ini.

Novia menuturkan, dirinya memiliki bisnis traveling dan jasa wisata kecil-kecilan dengan teman.

“Tapi gak semua aku bisnis- in, seringnya malah aku sering bantu orang for free, karena dari dalam lubuk hati aku emang tulus pengen bantu mereka dan mempermudah traveling mereka. Seperti misalnya wisatawan asing, malahan aku benar-benar berusaha tunjukin semua yang bagus tentang Indonesia, jangan sampai mereka jauh-jauh mau lihat Indonesia, tapi setelah disini malah kecewa dengan orang-orangnya atau dengan hal-hal kecil lainnya,” urai Novia.

Novia mengatakan, dirinya belum pernah dapat duit dari konten YouTube.

“Karena baru mulai juga, lagian kalau dapat duit itu cuma sebagai bonus, karena tujuan utamanya bukan untuk itu,” papar Novia.

Ia mempunyai harapan terkait pariwisata Malang dan Indonesia semoga lebih berkembang lagi dengan baik, lebih meningkatkan daya saing dengan menunjukkan culture asli Malang atau Indonesia, menunjukkan keramahan orang Indonesia, pokoknya jangan sampai mengecewakan orang yang jauh-jaiuh datang menghabiskan banyak uang hanya untuk melihat Malang atau Indonesia pada umumnya. yang terpenting keramahannya harus selalu dijaga.

“Wisata kuliner yang asyik yaitu yang makanannya enak tapi juga tempatnya juga nyaman. Salah satu tempat favoritku seperti aku tunjukin di vlog terbaruku https://youtu.be/2BC_Q0iRvnk. Tempat itu sudah jadi tempat makan favoritku sudah lama banget,” pungkas Novia. (had/zuk).

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Antusiasme Tinggi, ARELA Official Lawang Perkuat Barisan Relawan Muda

30 Maret 2026 - 06:14 WIB

Lebaran Ketupat Kian Hidup, Peran Emak-Emak dan Gadis Tak Tergantikan

28 Maret 2026 - 05:29 WIB

Film Sains Fiksi Pelangi di Mars Resmi Tayang, Angkat Isu Krisis Air Global dengan Teknologi XR

18 Maret 2026 - 21:55 WIB

Turnamen Bulutangkis Internasional HOO HAA CUP 2026 Targetkan 3.000 Peserta

17 Maret 2026 - 23:03 WIB

Bagi-Bagi Takjil dan Makanan Sahur, Diesel Quick Malang Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan

15 Maret 2026 - 22:33 WIB

Inovasi Literasi SDN Temas 02: Geldebujang dan Pelangi Ilmu Tingkatkan Kemampuan Membaca Siswa

10 Maret 2026 - 12:19 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !