Sekolah Srikandi Desa, Salma Safitri: Tak Ada Dukungan Dana dari Pemkot Batu - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 10 Mar 2021 20:21 WIB ·

Sekolah Srikandi Desa, Salma Safitri: Tak Ada Dukungan Dana dari Pemkot Batu


 Sekolah Srikandi Desa, Salma Safitri: Tak Ada Dukungan Dana dari Pemkot Batu Perbesar

BACAMALANG.COM – Memperingati Hari Perempuan Internasional (Internasional Women’s Day, 8 Maret ), Suara Perempuan Desa (SPD atau Rural Women Voices) melakukan Pembukaan (Launching) Sekolah Srikandi Desa (SSD), yang digelar di Pendopo Balai Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (10/3/2021) siang.

Kegiatan acara ini dihadiri oleh ASN dari Dinas Pendidikan, DP2AP2KB Pemkot Batu, Ketua dan Pengurus TP PKK Giripurno, Calon Peserta Sekolah Srikandi Desa, Alumni Sekolah Srikandi Desa, Pengurus SSD dan undangan lainnya yang berjumlah sekitar 25 orang.

Pada kegiatan acara itu, juga tetap selalu menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan juga menjaga jarak.

Salma Safitri, Penggagas Sekolah Srikandi Desa dan Pendiri Suara Perempuan Desa (SPD) menjelaskan, bahwa Sekolah Srikandi Desa merupakan pendidikan non-formal yang diberikan kepada ibu-ibu desa usia diatas 18 tahun.

“Untuk materinya terdiri dari pengetahuan praktis, pengetahuan strategis, keterampilan dan upaya pengembangan ekonomi melalui koperasi. Materi utama yang akan diberikan, pertemuannya seminggu sekali dalam satu bulan, dua sampai tiga kali pertemuan dua jam. Durasinya pada hari dan jam yang dipilih oleh peserta. Jadi, mereka akan rembukan untuk menentukan harinya,” terang Fifi sapaan akrabnya, saat diwawancarai awak media usai kegiatan.

Dirinya menambahkan, dengan berdirinya Sekolah Srikandi Desa, merupakan hasil dari swadaya para peserta, dan tidak ada bantuan maupun sokongan dana dari Pemerintah Kota Batu.

“Tidak ada dukungan dana, hanya dukungan moril saja. Artinya, mereka hanya datang dan mendukung dengan adanya Sekolah Srikandi Desa ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Mianah, Ketua Sekolah Srikandi Desa menyampaikan, bahwa konsep dari Sekolah Srikandi Desa, selain untuk perlunya pengetahuan bagi para peserta, juga bisa mengakses hak-haknya sebagai kaum hawa.

“Ya, contohnya seperti memberi hak perempuan pada Musrenbang Desa, mulai dari tingkat dusun. Sehingga, kebutuhan dan kepentingan bagi perempuan bisa diperjuangkan melalui Sekolah Srikandi Desa. Selain itu, disini juga ada keterampilan dan pengetahuan yang menjadi materi utama dari salah satu program dari Sekolah Srikandi Desa,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Desa Giripurno, Suntoro mengaku sangat mengapresiasi, dengan adanya Sekolah Srikandi Desa. Bahkan, dirinya juga mendukung semua program-program yang selama ini telah dijalankan.

“Saya mengapresiasi sekali, karena mengangkat dan memperjuangkan hak-hak bagi perempuan. Pada intinya, Pemdes Giripurno sangat mendukung dengan adanya Sekolah Srikandi Desa. Karena juga memberdayakan ibu-ibu, yang mana salah satunya dengan memasarkan semua produk-produk UMKM yang ada di dalam semua programnya,” tandasnya.

Sekadar diketahui, Pembukaan Sekolah Srikandi Desa itu juga langsung di lanjutkan NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan mengusung tema “Literasi Digital: Cerdas bermedsos: Saring sebelum Sharing, Sembarang Sharing, Tanggung Resiko Hukumnya”.

Selain itu, juga menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, diantaranya Zulkarnain, SH., MH, Kaprodi Ilmu Hukum Universitas Widyagama dan Eko Widianto, Koresponden Tempo, AJI Kota Malang. (Eko/zuk).

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

UMKM Kuliner Kepanjen Keluhkan Pajak 10%, Sebut Bebani Usaha Kecil

30 Juni 2026 - 11:52 WIB

Opsen PKB Kendaraan Listrik di Kota Malang Masih Nihil, Pemkot Tunggu Kebijakan Pemprov Jatim

29 Juni 2026 - 17:06 WIB

Dilema Pedagang Bakso Kepanjen: Harga Kanji Meroket, Omset Merosot hingga 40 Persen

29 Juni 2026 - 11:49 WIB

Harga Telur Terjun Bebas, Pedagang di Tumpang Bertahan Berkat Tabungan Saat Masa Panen Untung

28 Juni 2026 - 10:30 WIB

Libur Sekolah Dongkrak Penumpang Stasiun Malang 8 Persen, KAI Imbau Utamakan Keselamatan

27 Juni 2026 - 10:43 WIB

Pertamina Tambah Pasokan BBM Subsidi di Jatim, Distribusi Diprioritaskan untuk Urai Antrean SPBU

26 Juni 2026 - 18:19 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !