Studio Animasi Kota Malang Jadi Wakil Indonesia di Hongkong - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 26 Apr 2023 20:28 WIB ·

Studio Animasi Kota Malang Jadi Wakil Indonesia di Hongkong


 Ahmad Hafidz Azroi, founder ORRO saat mewakili Indonesia di HKILS 2023. (Istimewa) Perbesar

Ahmad Hafidz Azroi, founder ORRO saat mewakili Indonesia di HKILS 2023. (Istimewa)

BACAMALANG.COM – Industri kreatif animasi dan intellectual property (IP) dari Kota Malang semakin diakui kancah internasional. Salah satunya adalah ORRO Studio, yang terpilih menjadi salah satu wakil Indonesia dalam ajang bergengsi Hongkong International Licensing Show (HKILS) 2023, dalam even yang digelar di Hongkong International Convention Center, 19-21 April 2023 lalu. 

Salah satu founder ORRO Ahmad Hafidz Azroi menuturkan, studionya membawa karya Alto and Clu, sebuah Creative IP (Intellectual Property), dalam ajang market hub terbesar di Asia untuk industri lisensi, animasi, art dan desain tersebut.

“Kisahnya tentang petualangan 2 sahabat yaitu Alto dan Clu yang mendapatkan tugas untuk menebar air hujan ke seluruh penjuru bumi untuk memelihara kehidupan,” jelas Hafidz, Rabu (26/4/2023).

Proses membawa Alto and Clu sebagai salah satu wakil Indonesia melalui proses seleksi yang cukup panjang dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Namun semuanya tak sia-sia, karena akhirnya ORRO Studio bisa memperoleh berbagai wawasan baru dan bertemu calon partner untuk mengembangkan Alto and Clu di Hongkong. 

Momen spesial lainnya saat di HKLIS 2023 adalah ketika kontingen Indonesia didatangi Ex-Creative Director Disney Asia, Allen Au Yeung yang memberikan insight mendalamnya soal industri kreatif IP sebagai sebuah karya original yang dapat diklaim secara hak cipta yang nantinya dapat dihargai lewat lisensi dan royaltinya. 

Delegasi Indonesia bersama Ex Creative Director Disney Asia, Allen Au Yeung (duduk, tengah, berjas hitam dan berkacamata)(Istimewa)

Meski demikian, Hafidz dan kawan-kawannya di ORRO juga membawa misi penting agar generasi muda Indonesia semakin tertarik berkecimpung di dunia industri kreatif.

“Bagi kami, keikutsertaan ini sangat berharga dan selaras dengan misi memperluas inovasi industri animasi dengan mengajak anak-anak muda. Sehingga animasi tidak hanya dinilai sebatas kartun dan anak-anak semata,” tambahnya.

Partisipasinya di ajang HKILS bersama sejumlah IP ternama Indonesia lain seperti tahilalats dan sijuki menambah catatan positif studio animasi yang didirikan Hafidz bersama Sukaiman Putrantoro, Lilo Falih, Rico Sandyta, Izza Yunta pada 2 Februari 2020 lalu ini.

Sebelumnya ORRO tercatat telah berpengalaman mengerjakan proyek berskala industri untuk klien internasional asal Tiongkok, Mexico, Eropa, dan Amerika Serikat.

Selain itu juga tergabung dengan Animation Factory Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari untuk meningkatkan sinergi industri animasi nasional termasuk kolaborasi dalam melahirkan Alto dan Clu.

Wali Kota Sutiaji juga angkat bicara terkait rekam jejak positif ORRO, yang menambah deretan testimoni penting akan daya saing SDM industri kreatif di Kota Malang. 

“Malang ini sejak dulu gudangnya anak-anak kreatif. Rasanya senang sekali melihat studio animasi Malang go internasional. Maka apa yang kami lakukan bersama komunitas dengan MCC dan program lainnya kesemuanya untuk talenta ini. Kita berharap semakin dilirik dan didukung nasional.  Ekosistemnya, fasilitasi pembiayaannya, jejaring dan perlindungan HaKI nya juga,” ujar Sutiaji.

Senada denga Wali Kota, Hafidz menyuarakan harapan agar publik Indonesia semakin memahami pentingnya IP yang dinilainya sangat strategis bagi kemajuan industri kreatif.

“Indonesia tidak boleh bergantung pada Export Sumber Daya Alam saja, kami harap Indonesia lebih melek IP, karena IP adalah masa depan industri kreatif yang mampu menjadi aset yang bernilai ekonomi, dan harus diimbangi dengan SDM yang memadai untuk mengembangkan industri IP,” tandasnya.

Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 118 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Misa Perdana RD Gendhis Permiro, Romo Nyentrik yang Dekat dengan Anak Muda Resmi Bertugas di Paroki Langsep

17 Mei 2026 - 20:28 WIB

Wali Murid SDN Keluhkan Beban Iuran Sekolah, Kadindik Kota Batu: Berdasarkan Permendikbud Tidak Boleh ada Pungutan Apapun

17 Mei 2026 - 19:27 WIB

Maling Gasak Motor di PS Nankatsu Bedali Lawang

17 Mei 2026 - 14:19 WIB

Penemuan Mayat di Kali Gadungan Wajak Masih Diselidiki Polisi

17 Mei 2026 - 14:15 WIB

Bayi Laki-laki Ditemukan di Gerobak Dekat Makam Sanggrahan Bululawang, Polisi Buru Pelaku

17 Mei 2026 - 14:12 WIB

Dua Pelaku Gendam Beraksi di Turen, Penjaga Pertashop Tertipu hingga Uang Jutaan Rupiah Raib

16 Mei 2026 - 09:42 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !