BACAMALANG.COM – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang memilih mengambil langkah bijak dengan melakukan penyelesaian secara kekeluargaan atas unggahan yang mengandung narasi ujaran kebencian di media sosial Facebook oleh akun Randy Juniardi.
Pada akun Facebook-nya, pemilik nama asli Randi Juniardi Hafrin tersebut mengunggah foto banner Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri disertai narasi ‘Iyo soale tangane teles Mak lampir‘. Unggahan tersebut pun menjadi perhatian warganet.

Unggahan yang viral tersebut juga terdeteksi oleh Tim Siber DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang. Tidak tinggal diam, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang kemudian melakukan klarifikasi terhadap pengunggah ujaran kebencian di Facebook itu.
Pada Jumat (10/11/2023), Randi dipertemukan dengan pengurus partai berlambang banteng moncong putih di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Jalan Merjosari Ngadilangkung Kepanjen. Pada kesempatan itu ketahui bahwa Randi telah menghapus unggahannya tersebut setelah viral di Facebook.
Usai dilakukan klarifikasi, Randi mengaku bahwa ia mengunggah narasi tersebut secara sadar tanpa disuruh oleh orang lain. Randi pun menyesali perbuatannya tersebut dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dengan dibuktikan melalui surat pernyataan bermaterai serta video permohonan maaf kepada Megawati Soekarnoputri.
“Itu ketidaktahuan saya pak. Tidak ada yang menyuruh. Itu waktu saya mau kirim sandal ke Kepanjen terus ada banner itu, saya foto lalu saya posting. Saya terpengaruh FYP-FYP di TikTok. Saya seperti terbawa arus. Jujur menyesal dan sudah tahu akibatnya. Saya tidak akan mengulangi lagi, kalau kita mau main sosmed tidak baik akan berdampak ke kita sendiri,” kata pemuda 19 tahun itu.
Terpisah, ayah kandung Randi, Hadi Prayitno, mengaku tidak mengetahui unggahan anaknya tersebut hingga viral di Facebook. Hadi kemudian meminta Randi agar selanjutnya bisa bijak dalam menggunakan media sosial.
“Saya tidak tahu anak saya posting itu, saya waktu itu masih kerja. Yang jelas ke dapan saya minta dia untuk ber-sosmed yang baik saja, ini selanjutnya akan saya kontrol,” ujar Hadi.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Abdul Qodir menyampaikan, persoalan tersebut dapat menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat, khususnya anak muda, agar lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial. Terlebih memasuki tahun politik seperti saat ini.
“Kita tidak berpikir sampai ke ranah hukum. Kami memilih menyikapi persoalan ini secara bijaksana. Makanya kita gali dulu, apa yang melatarbelakangi dia sampai membuat postingan seperti itu. Bagaimana ke depan, anak-anak muda ini dalam ber-medsos itu kita harus bijak. Agar supaya kegaduhan-kegaduhan yang berimbas pada disintegrasi jangan sampai dilakukan,” tegas pria yang akrab disapa Cak Adeng ini.
Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki




















































