BACAMALANG.COM – Ketegangan memuncak di Perumahan Lawu Regency, Kelurahan Sukun, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, saat ratusan warga mendatangi rumah seorang oknum anggota polisi yang diduga telah lama meresahkan lingkungan sekitar, belum lama ini.
Agus, warga Kepanjen, menyampaikan bahwa keresahan warga telah mencapai puncaknya akibat sikap arogan oknum tersebut.
“Orangnya arogan, warga sekitar tidak nyaman. Sudah lama kami geram dengan tingkah lakunya. Ibarat bom waktu, sekarang sudah meledak,” ujar Agus kepada Baca Malang, Jumat 26 September 2025.
Aksi malam itu tak hanya melibatkan warga Kelurahan Sukun, tetapi juga pemuda dari desa-desa tetangga yang datang sebagai bentuk solidaritas. Mereka berkumpul sejak malam hari, menyuarakan tuntutan agar oknum segera ditindak. Massa sempat meneriakkan desakan agar aparat bertindak tegas.
Warga menilai, sebagai aparat penegak hukum, oknum tersebut seharusnya menjaga ketertiban masyarakat, bukan justru bersikap arogan dan menciptakan ketidaknyamanan. Meski enggan menyebut nama secara langsung karena alasan keamanan, warga mengaku seluruh penghuni komplek mengetahui sosok yang dimaksud. Oknum tersebut diketahui menguasai salah satu garasi di komplek dan memiliki dua mobil, yakni Honda Jazz dan Suzuki Ertiga.
Perilaku mengganggu yang dilakukan oknum tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia disebut pernah membuang bangkai dari lantai dua rumahnya, menembakkan airsoft gun hingga menyebabkan kaca rumah warga pecah, serta melemparkan batu batako ke tiga rumah warga.
Malam itu, warga juga menandatangani petisi sebagai bentuk protes, disertai pelaporan resmi kepada pihak berwenang. Aparat kepolisian pun turun tangan. Wakapolres Malang bersama Kapolsek Kepanjen, Kapolsek Gondanglegi, Kabag Ops Polres Malang, anggota Propam, serta sejumlah personel Polres Malang berjaga di lokasi hingga larut malam.
Upaya mediasi dilakukan dengan mengetuk pintu gerbang rumah oknum tersebut, namun tidak mendapat respons dari dalam. Hingga pukul 00.00 WIB, massa masih bertahan tanpa jawaban.
Wakapolres Malang akhirnya duduk bersama warga untuk meredakan situasi. Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan kekhawatiran mereka, terutama karena kurang memahami hukum pidana dan takut jika pelaporan justru berbalik kepada warga. Pihak kepolisian menyatakan kehadirannya untuk melakukan pengamanan, menggali latar belakang persoalan, serta meningkatkan patroli demi menjamin rasa aman bagi warga.
Warga berharap ada tindakan tegas dan kepastian hukum agar ketenangan lingkungan dapat kembali terjaga.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































