Warga Ketindan Gelar Kirab Hasil Bumi, Wujud Syukur dan Simbol Ketahanan Pangan Lokal - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 21 Jul 2025 09:49 WIB ·

Warga Ketindan Gelar Kirab Hasil Bumi, Wujud Syukur dan Simbol Ketahanan Pangan Lokal


 Kirab Hasil Bumi Selamatan, menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Ketindan, Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. (Arela for Baca Malang) Perbesar

Kirab Hasil Bumi Selamatan, menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Ketindan, Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. (Arela for Baca Malang)

BACAMALANG.COM – Ribuan warga Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, tumpah ruah mengikuti Kirab Hasil Bumi dalam rangka Selamatan Desa “Ketindan Semarak 2025” akhir pekan ini. Tradisi tahunan ini bukan sekadar perayaan budaya, namun juga menjadi simbol ketahanan pangan lokal dan wujud syukur atas limpahan hasil bumi.

Dalam kirab tersebut, berbagai hasil pertanian seperti sayur-mayur, buah-buahan, umbi-umbian, hingga hasil kebun lain diarak oleh warga dari masing-masing RT dan RW. Pawai yang berlangsung meriah ini memperlihatkan keragaman dan kekayaan sumber daya alam desa sekaligus menonjolkan kekompakan masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan sukses. Semoga membawa kemanfaatan luas,” ujar Bastian Nova Pratama, salah satu dewan juri Kirab, kepada BacaMalang, Minggu (20/7/2025).

Tradisi kirab hasil bumi ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong, kekeluargaan, dan kecintaan warga terhadap tanah kelahiran mereka. Masyarakat berharap, selain sebagai pelestarian budaya, acara ini juga mendorong desa menjadi lebih makmur dan sejahtera.

“Tradisi ini harus terus dijaga. Selain mengenalkan potensi desa, kirab juga menjadi pengingat akan pentingnya ketahanan pangan dan kebersamaan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

Dengan semangat rukun dan harapan akan desa yang “gemah ripah loh jinawi”, kirab ini menjadi refleksi atas nilai-nilai lokal yang tak lekang oleh zaman.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor & Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dugaan Korupsi Pasar Induk Among Tani Masuki Babak Baru, Sejumlah Nama Pejabat Mulai Disebut

19 Mei 2026 - 22:04 WIB

Modus Pura-Pura Belanja, Pemuda Tulungagung Curi 3 HP di Kepanjen dan Ditangkap Polisi

19 Mei 2026 - 16:11 WIB

Keluarga Korban Kanjuruhan Ungkap Intimidasi dan Teror Saat Perjuangkan Keadilan

19 Mei 2026 - 15:32 WIB

SMP PGRI 1 Bululawang Beri Sepeda untuk Siswa Kurang Mampu, Demi Cegah Putus Sekolah

19 Mei 2026 - 14:03 WIB

Damkarmat Kota Batu Latih Penanggulangan Kebakaran di Mikutopia, Wisatawan Merasa Aman

19 Mei 2026 - 13:15 WIB

Sidang Pembunuhan “Wanita Michat” di PN Malang, JPU Hadirkan Tiga Saksi

19 Mei 2026 - 12:47 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !