Diskusi KAHMI Forum, Pers Indonesia: Perjuangan Kebangsaan dan Penegakan Jurnalisme Berkeadilan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 16 Agu 2022 10:49 WIB ·

Diskusi KAHMI Forum, Pers Indonesia: Perjuangan Kebangsaan dan Penegakan Jurnalisme Berkeadilan


 Diskusi KAHMI Forum, Pers Indonesia: Perjuangan Kebangsaan dan Penegakan Jurnalisme Berkeadilan Perbesar

BACAMALANG.COM – Majelis Daerah (MD) KAHMI Kota Malang melalui KAHMI Forum, menggelar diskusi mengambil tema hangat Pers Indonesia: Perjuangan Kebangsaan dan Penegakan Jurnalisme Berkeadilan, belum lama ini.

Diskusi dimulai pukul 13.00 WIB dan dibuka oleh Koordinator KAHMI Forum Harianto dan sambutan oleh Koordinator Presidium MD KAHMI Kota Malang, Lutfi J. Kurniawan.

Harianto dalam membuka acara menyampaikan bahwa KAHMI Forum merupakan forum diskusi rutin yang dilaksanakan 2 kali setiap bulan yakni, tanggal 1 dan 15. KAHMI Forum yang sudah berjalan selama 4 kali ini, diharapkan dapat menjadi sarana diskusi para akademisi, pakar, tokoh masyarakat dan praktisi di Malang Raya.

Sementara itu Koordinator MD KAHMI Kota Malang, Lutfi dalam sambutannya mengatakan KAHMI sebagai organisasi civil society sudah seharusnya menjadi sarana gagasan yang tujuannya dapat mempengaruhi kebijakan dalam rangka mengawal pembangunan daerah di segala bidang.

Diskusi selanjutnya dipandu oleh Wartawan TEMPO sekaligus Pimred Terakota Eko Widianto.

Pada diskusi ini mengundang sejumlah tokoh pers di Jawa Timur dan Kota Malang, tokoh ormas di Kota Malang dan akademisi, serta dihadiri pula oleh Kadis Kominfo Kota Malang Nur Widianto.

Adapun undangan pembicara yang hadir antara lain Lutfil Hakim Ketua PWI Jawa Timur, Arief Rahman Ketua AMSI Jawa Timur, Tiawan Ketua IJTI Malang, Tauhid Wijaya Direktur Radar Malang, Cahyono Ketua PWI Kota Malang dan M. Zainuddin Ketua AJI Kota Malang.

Sementara itu ormas yang hadir antara lain M. Nuruddin atau Gus Din Ketua IKAPMI Kota Malang, Zainuddin Sekretaris Majelis PDM Kota Malang dan tokoh-tokoh KAHMI yang ada di Malang.

Diskusi yang berjalan kurang lebih 2 jam setengah ini, membahas tentang tantangan pers dimasa kini. Menurut Gus Din, perlu ada kritik terhadap kondisi pers saat ini. Karya jurnalistik saat ini dianggap hanya mementingkan sisi “Bombastis” untuk mengejar perhatian publik.

Senada dengan itu, Arief Ketua AMSI Jawa Timur, media online kerap memunculkan judul “kontroversial” untuk menarik perhatian publik, bahkan tidak jarang judul dan isi kemudian tidak nyambung. Hal ini, sangat disayangkan karena bisa dikatakan menyesatkan publik.

Sementara itu Widianto Kadis Kominfo Kota Malang, memandang bahwa di era pesatnya teknologi digital dan industri seperti saat ini, perjuangan pers untuk menghidupi diri sendiri memang membutuhkan energi yang besar, sehingga dapat mempengaruhi kualitas berita. Lebih lanjut Widianto sebagai institusi pemerintahan mencoba adaptif dalam membangun kemitraan dengan insan pers.

Pada kesempatan yang sama Irham Thoriq selaku CEO Tugumalang.id mengungkapkan bahwa, konten berita “receh” lebih profitable daripada berita “serius” yang mengikuti kaidah jurnalistik.

Hal tersebut tentu sangat ironis dikala peran pers dibutuhkan untuk turut mencerdaskan kehidupan berbangsa, namun harus berbenturan dengan realitas industrialisasi dan digitalisasi saat ini.

Senada dengan itu, M. Zainuddin Ketua AJI Bahkan melihat saat ini pagar api yang ada dalam dunia pers sudah tidak ada lagi.

Lutfil Hakim yang merupakan pembicara terakhir melihat pers saat ini sebagai kontrol sosial, kualitasnya menurun.

Hal ini disebabkan kualitas jurnalis yang belum teruji yang dimiliki media massa. Sebagai tanggung jawab moral insan pers, saat ini media massa dituntut menjaga kualitas kecerdasan dan integritas jurnalisnya.

Tantangan besar yang dihadapi pers seperti diatas tentu sangat memprihatinkan. Namun tetap saja, sebagai pilar ke-4 demokrasi kita semua masih patut berharap masa depan pers Indonesia akan semakin baik dalam mengiringi kemajuan masyarakat Indonesia. (*/had)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Dua Pelaku Gendam Beraksi di Turen, Penjaga Pertashop Tertipu hingga Uang Jutaan Rupiah Raib

16 Mei 2026 - 09:42 WIB

Tiga Remaja Bermotor di Bululawang Bobol Tiga Kedai dalam Semalam

16 Mei 2026 - 09:38 WIB

Usai Antar Pesanan, Driver Ojol Dibegal Tiga Pria Bersenjata di Kota Batu, Motor Raib

16 Mei 2026 - 09:33 WIB

Soroti Dugaan Jual Beli Lapak PKL di Kota Batu, Praktisi Hukum Desak Pemkot Segera Hadir

16 Mei 2026 - 07:35 WIB

Jelang Iduladha 1447 H, Petugas Teknis Peternakan Kecamatan dan Dokter Hewan Diberi Pembekalan

16 Mei 2026 - 07:24 WIB

Pengendara Motor Meninggal Usai Hantam Truk Tangki di Singosari

16 Mei 2026 - 07:06 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !