Dari Pagar Jadi Cuan, Warga di Lawang Raup Ratusan Ribu dari Kebun Hidroponik Mini - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 20 Jun 2025 10:46 WIB ·

Dari Pagar Jadi Cuan, Warga di Lawang Raup Ratusan Ribu dari Kebun Hidroponik Mini


 Bu Meli sukses meraup ratusan ribu rupiah dari bertanam sayur hidroponik di pagar rumah di Kalirejo Lawang Kabupaten Malang. (Meli for Baca Malang) Perbesar

Bu Meli sukses meraup ratusan ribu rupiah dari bertanam sayur hidroponik di pagar rumah di Kalirejo Lawang Kabupaten Malang. (Meli for Baca Malang)

BACAMALANG.COM – Inovasi pertanian urban semakin menggeliat di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Salah satunya datang dari Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Seorang ibu rumah tangga bernama Meilini Herna, atau akrab disapa Bu Meli, sukses menyulap pagar rumahnya menjadi ladang hidroponik yang menghasilkan pendapatan ratusan ribu rupiah setiap bulan.

Dengan memanfaatkan sistem hidroponik sederhana, Bu Meli menanam berbagai jenis sayuran segar di pagar dan lantai dua rumahnya. Hasil panen dijual ke warga sekitar dan karyawan perusahaan di dekat rumahnya. Lewat grup WhatsApp, ia rutin mengumumkan waktu panen dan langsung mendapat respon pembelian. Dalam sebulan, pendapatannya mencapai Rp300.000 hingga Rp450.000.

“Awalnya hanya untuk konsumsi keluarga. Tapi karena banyak yang tertarik, saya mulai menjual. Menanam di pagar ternyata sangat memungkinkan,” ujar Bu Meli saat diwawancarai.

Fenomena seperti yang dilakukan Bu Meli selaras dengan tren pertumbuhan pertanian hidroponik di Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa sektor hortikultura, termasuk hidroponik, mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, pasar hidroponik secara global diperkirakan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 7,4% dari 2020 hingga 2029.

Proses hidroponik yang diterapkan Bu Meli tergolong efisien dan ramah lingkungan. Bibit sayur disemai di media rockwool, kemudian dipindahkan ke instalasi hidroponik setelah berumur 10–12 hari. Dalam waktu sekitar satu bulan, sayuran bisa dipanen dan dijual dalam kemasan 200 gram, lengkap dengan sistem pembayaran nontunai via transfer bank.

Kisah Bu Meli menjadi contoh inspiratif bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk memulai usaha. Dengan kreativitas, pagar rumah pun bisa menjadi ladang penghasilan tambahan.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 212 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Bayar Pajak Lebih Dekat, Program Sambang Kelurahan Bapenda Kota Malang Diserbu Warga

18 Mei 2026 - 10:01 WIB

Umroh Ramah Lansia & Anak-anak, Cocok untuk Keluarga! Rayyan Ajyad Hadir di Pameran Haji dan Umroh di MOG Malang

18 Mei 2026 - 07:59 WIB

DP Rp500 Ribu Langsung Umroh, TaqwaTrip Hadirkan Konsep “Traveling, Praying, Healing” di MOG

17 Mei 2026 - 16:29 WIB

Kurang 3 Hari Lagi, Expo Haji dan Umroh 2026 Siap Digelar di MOG Malang, Belasan Travel Tebar Diskon Menarik

16 Mei 2026 - 13:19 WIB

Bayar Rp5 Juta Bisa Langsung Berangkat Umroh, Zatabbaru Tour & Travel Hadirkan Promo Spesial Pameran

15 Mei 2026 - 19:44 WIB

Bayar Rp5 Juta Bisa Langsung Berangkat Umroh, Zatabbaru Tour & Travel Hadirkan Promo Spesial Pameran

15 Mei 2026 - 19:10 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !