BACAMALANG.COM — Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syadzili resmi mendirikan Institut Agama Islam (IAI) Asy-Syadzili di Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kehadiran kampus ini menjadi angin segar bagi para santri dan lulusan SMA/SMK di wilayah tersebut yang selama ini kesulitan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.
Rektor sekaligus Ketua Yayasan Asy-Syadzili, Drs. Abdul Mujib Syadzili, M.Si., menyampaikan bahwa pendirian IAI Asy-Syadzili dilatarbelakangi oleh besarnya potensi pendidikan menengah di lingkungan yayasan, namun minim akses ke pendidikan tinggi.
> “Kami memiliki tiga lembaga pendidikan menengah, yaitu SMA IT, SMK IT Asy-Syadzili, dan SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo. Jumlah siswanya cukup besar dan bisa menjadi basis kuat calon mahasiswa baru,” ujar Gus Mujib, Senin (1/10/2025).
Gus Mujib menegaskan bahwa seluruh persiapan telah rampung, mulai dari SDM, tenaga dosen, hingga manajemen kampus. Gedung Graha Manarul Qur’an berlantai enam dan rooftop lantai tujuh akan difungsikan sebagai pusat kegiatan akademik.
IAI Asy-Syadzili akan membuka lima program studi di bawah tiga fakultas, sesuai arahan Kementerian Agama RI:
– Fakultas Tarbiyah: PGMI, PAI, Manajemen Pendidikan Islam
– Fakultas Usuluddin: Ilmu Al-Qur’an dan Hadist (IAT)
– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam: Ekonomi Syariah
Awalnya hanya direncanakan tiga prodi, namun Kemenag RI mendorong pembukaan lima agar statusnya bisa menjadi institut, bukan sekadar akademi.
Proses perizinan ke Kementerian Agama RI telah dilakukan dan mendapat respons positif. Izin resmi diperkirakan akan keluar tahun ini.
> “Kami sudah siapkan semua, termasuk ruang kuliah, perpustakaan, ruang rektorat, dan fasilitas dosen,” tambah Gus Mujib.
Yayasan Asy-Syadzili berharap IAI ini menjadi jembatan bagi para santri untuk meraih gelar sarjana, bahkan hingga jenjang S2, agar mereka kembali ke masyarakat dengan kompetensi yang mumpuni.
> “Kami ingin lulusan pondok dan sekolah menengah bisa lanjut ke pendidikan tinggi dan memiliki kualifikasi sarjana,” tutupnya.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga


























































