Pakar Universitas Muhammadiyah Malang: Kunci Kemandirian Energi Indonesia, dari SDA hingga Nuklir - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 4 Apr 2026 20:36 WIB ·

Pakar Universitas Muhammadiyah Malang: Kunci Kemandirian Energi Indonesia, dari SDA hingga Nuklir


 Ilustrasi krisis energi BBM di Indonesia. (ist) Perbesar

Ilustrasi krisis energi BBM di Indonesia. (ist)

BACAMALANG.COM – Kemandirian energi dinilai menjadi kunci utama bagi Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis energi global. Hal ini disampaikan oleh dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus mantan Duta Besar Indonesia untuk Kolombia, Dr. (H.E) Priyo Iswanto, M.H.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam serta jumlah penduduk usia produktif yang tinggi. Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan pengelolaan yang tepat agar mampu menghadapi dinamika global.

“Kemandirian energi adalah kunci agar kita tidak terus-menerus terdampak gejolak global. Indonesia memiliki potensi besar, tetapi tanpa pengelolaan yang tepat, potensi tersebut tidak akan cukup untuk menahan dampak krisis yang semakin kompleks,” ujarnya belum lama ini.

Dampak Geopolitik Global

Priyo menyoroti memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memicu penutupan Selat Hormuz—jalur vital distribusi energi dunia.

Menurutnya, gangguan di jalur tersebut akan berdampak langsung pada lonjakan harga minyak global dan memberikan tekanan besar terhadap banyak negara, termasuk Indonesia.

“Penutupan Selat Hormuz akan berdampak pada lonjakan harga minyak dunia. Dalam kondisi seperti ini, ruang gerak diplomasi menjadi terbatas karena persoalan utamanya adalah berkurangnya pasokan energi,” jelasnya.

Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sekaligus mantan Duta Besar Indonesia untuk Kolombia, Dr. (H.E) Priyo Iswanto, M.H.,

Tekanan pada APBN dan Konsumsi Energi

Kenaikan harga minyak, lanjutnya, akan berdampak signifikan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama pada sektor subsidi energi.

Untuk itu, Priyo mendorong pengendalian konsumsi bahan bakar minyak (BBM), khususnya pada sektor non-vital, serta perlunya keterlibatan masyarakat dalam upaya penghematan energi.

“Diplomasi saja tidak cukup ketika harga minyak melonjak tinggi. Pemerintah harus bersiap menghadapi tekanan besar terhadap APBN,” tegasnya.

Diversifikasi Energi dan Transisi Berkelanjutan

Priyo menilai, situasi krisis ini justru menjadi momentum untuk mempercepat diversifikasi energi, terutama menuju energi terbarukan. Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam mengembangkan energi alternatif berbasis sumber daya domestik.

Ia menegaskan bahwa ketahanan energi merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan industri dan perekonomian nasional.

“Kita tidak bisa terus bergantung pada energi fosil karena selain terbatas, juga rentan terhadap gejolak global seperti saat ini,” katanya.

Opsi Energi Nuklir

Selain energi terbarukan, Priyo juga mendorong pemerintah untuk mulai mempertimbangkan energi nuklir sebagai solusi jangka panjang, sebagaimana telah diterapkan di berbagai negara maju.

“Dengan langkah tersebut, Indonesia tidak hanya mampu bertahan dari krisis, tetapi juga memperkuat fondasi menuju kemandirian energi untuk menopang industri di masa depan,” ucapnya mengakhiri.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

JMSI Jatim Siap Gelar Pelantikan Pengurus dan FGD Media

2 Juni 2026 - 19:12 WIB

Sukses Reboisasi Pujon Hill, UMM Hidupkan Kembali Mata Air dan Pasok Air Bersih untuk Empat Dusun

2 Juni 2026 - 18:54 WIB

Renungan Peringatan 1 Juni, Pancasila Adalah Rumah Bersama

1 Juni 2026 - 12:44 WIB

Hari Lahir Pancasila: Meneguhkan Gotong – Royong di Tengah Arus Individualisme

1 Juni 2026 - 12:38 WIB

Bukti Daya Saing Global, Mahasiswa UNISMA Jadi Delegasi Konferensi Internasional Asia Tenggara

1 Juni 2026 - 05:24 WIB

SPPG di Kampus Tuai Kritik, Akademisi UB: Bukan Tugas Perguruan Tinggi

31 Mei 2026 - 19:04 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !