BACAMALANG.COM – Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (Amarah Brawijaya) mengeluarkan pernyataan sikap untuk menolak nota kesepahaman Presidium Aremania tentang laga Persebaya vs Arema FC di Kanjuruhan.
Nota kesepahaman ini dinilai hanya berusaha mengamankan jalannya laga, bukan menilai kelayakan laga. Dalam surat bernomor 024/PRES-ARM/IV/2026, Panitia Pelaksana, Manajer Arema FC, Presidium Arema Utas, Kapolres Batu, Kapolres Malang, Kapolresta Malang, Walikota Batu, Bupati Malang, dan Walikota Malang turut diundang ke dalam acara untuk memberikan sambutan.
Amarah Brawijaya menilai bahwa nota kesepahaman tersebut tidak berusaha untuk menilai seberapa layak laga itu digelar, melainkan hanya berusaha untuk mengamankan jalannya laga.
“Kesepahaman yang ditandatangani di atas ketidakadilan bukan kesepahaman. Ia adalah kesepakatan untuk melupakan,” tulis Amarah Brawijaya di IG lpmkavling10, belum lama ini.
Dua puluh tiga hari menjelang laga berlangsung, Amarah Brawijaya juga secara tegas menolak pertandingan Arema FC melawan Persebaya diselenggarakan di Stadion Kanjuruhan. Mereka mengingatkan bahwa kapitalisme bekerja dengan menormalisasi tragedi, bukan dengan membantahnya.
Amarah Brawijaya juga menyatakan bahwa kapitalisme sepak bola tidak peduli siapa yang mati, selama stadion bisa kembali menghasilkan uang.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































