Permintaan Kambing Dominan, Harga Hewan Kurban di Kabupaten Malang Naik 15 Persen - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EKOBIZ · 23 Mei 2026 14:44 WIB ·

Permintaan Kambing Dominan, Harga Hewan Kurban di Kabupaten Malang Naik 15 Persen


 Kambing yang dijual di lapak Arief Samsudi. (Arief for Baca Malang) Perbesar

Kambing yang dijual di lapak Arief Samsudi. (Arief for Baca Malang)

BACAMALANG.COM – Menjelang H-5 Iduladha 2026, aktivitas penjualan hewan kurban di wilayah Kecamatan Ngajum dan Kepanjen, Kabupaten Malang mulai ramai. Meski belum mengalami lonjakan signifikan, omzet pedagang tercatat meningkat dibanding hari biasa.

Salah satu pedagang hewan kurban, Arief Samsudi, mengaku telah berjualan sejak 2020 di kawasan Ngajum dan Kepanjen. Menurutnya, peningkatan omzet saat ini berkisar 20 hingga 30 persen.

“Menjelang H-5 Hari Raya Iduladha masih belum ada kenaikan penjualan yang signifikan, tapi omzet masih lebih bagus dibanding hari-hari biasa dengan rata-rata kenaikan sekitar 20–30 persen,” ujar Arief kepada bacamalang.com, Sabtu (23/5/2026).

Arief menjelaskan, harga hewan kurban tahun ini mengalami kenaikan sekitar 15 persen dibanding hari biasa. Kenaikan dipengaruhi kondisi fisik hewan, seperti tingkat kegemukan, tinggi badan, hingga kesehatan.

Untuk sapi, harga berkisar Rp20 juta hingga Rp30 juta. Sementara kambing dijual mulai Rp3 juta sampai Rp5 juta, tergantung kondisi dan kualitas hewan.

Menurutnya, kambing menjadi hewan kurban yang paling banyak diminati masyarakat tahun ini karena harganya lebih terjangkau dibanding sapi.

Meski demikian, Arief menilai permintaan hewan kurban pada Iduladha tahun ini cenderung menurun dibanding tahun sebelumnya. Kendati begitu, ia memastikan stok hewan kurban di lapaknya masih aman hingga mendekati hari raya.

Seluruh pasokan hewan kurban yang dijual berasal dari wilayah sekitar Ngajum dan Kepanjen tanpa mengambil stok dari luar daerah.

Untuk menarik minat pembeli, Arief menyediakan layanan tambahan berupa perawatan hewan hingga H-1 Iduladha serta layanan pengantaran ke lokasi tujuan.

Terkait kesehatan hewan, ia memastikan seluruh hewan kurban telah melalui pemeriksaan bekerja sama dengan Dinas Peternakan agar tetap sehat dan memenuhi syarat kurban.

“Pembeli paling dominan tetap perorangan. Kalau kelompok atau instansi biasanya sudah pesan lebih awal,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan tantangan utama pedagang tahun ini adalah risiko stok tidak habis apabila pasar sepi. Jika hal tersebut terjadi, harga hewan diperkirakan akan turun setelah Hari Raya Iduladha.

Arief mengimbau masyarakat untuk memilih hewan kurban yang sehat dan memenuhi syarat. Ia juga mengajak masyarakat menjalankan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan sekaligus berbagi kepada sesama.

Pewarta : Hadi Triswanto
Editor : Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Bukan Sekadar Umrah, Jamaah Ungkap Pengalaman Berkesan Bersama Alia Tour

23 Mei 2026 - 12:13 WIB

Umroh Bintang 5 Mulai Rp42,9 Juta! Ibadah Nyaman 12 Hari Bersama Ar-Raihan Travelindo

23 Mei 2026 - 11:00 WIB

Perjalanan Suci dengan Pendampingan Hangat untuk Lansia

23 Mei 2026 - 10:17 WIB

THU Sjava Bikin Menabung Haji & Umroh Lebih Mudah Tanpa Beban Lewat Aplikasi TAJIRO

23 Mei 2026 - 09:25 WIB

Zatabbaru Tour & Travel Tawarkan Umroh Nyaman, Direct Surabaya–Madinah dan DP Mulai Rp5 Juta

23 Mei 2026 - 08:22 WIB

Kepanjen Jadi Ibukota Bawa Berkah, Penginapan Syariah Kian Diminati Pekerja Luar Kota

23 Mei 2026 - 06:53 WIB

Trending di EKOBIZ

©Hak Cipta Dilindungi !